Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Foto: New Scientist)
Dream - Memindai wajah tak hanya berguna untuk mendeteksi keamanan jaringan. Baru-baru ini, ilmuwan komputer menciptakan algoritma pindai wajah untuk mengukur tingkat rasa sakit seseorang.
Alat ini membantu memberikan objektivitas mengenai rasa sakit yang sedang dirasakan seseorang.
"Metrik ini mungkin berguna saat mendeteksi rasa sakit yang nyata dan rasa sakit palsu," kata Jeffrey Cohn, ilmuwan University of Pittsburgh di AS, dilaporkan New Scientist.
Menurut penciptanya, Dianbo Liu, mengukur rasa sakit merupakan tugas yang sulit. Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology itu mengatakan penilaian ekspresi sakit kerap didapatkan secara berbeda-beda.
Sebagai bentuk keobyektifan, Liu dan timnya melatih algoritma yang dibuat pada video orang yang mengernyit dan meringis kesakitan.
Hasilnya, algoritma yang dikembangkan dapat membedakan ekspresi rasa sakit seseorang dan menginformasikan diagnosa penyakitnya.
Tetapi, alogaritma ini dianggap masih banyak kekurangan. Sebab, studi yang dikembangkan University of California, San Diego, mengatakan bahwa sistem pemindai komputer dapat tertipu. Sistem komputer dapat menyingkirkan 85 persen kesalahan, sementara itu manusia yang telah ahli memiliki tingkat akurasi 55 persen.
Untuk membantu membuatnya lebih akurat, sistem Liu perlu mengubah performa perangkat keras dan aplikasi. Liu perlu mengembangkan perhitungan umur, jenis kelamin dan kulit seseorang.
Sebab, usia individu memiliki dampak paling besar pada ekspresi tingkat rasa sakit mereka. Meski dipuji karena terobosan yang dikembangkan, Liu mengatakan sistem itu tidak akan pernah bisa menggantikan dokter sungguhan.
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya


Sering Minum Boba? Ini 5 Dampaknya bagi Tubuh, dari Gula Darah hingga Asupan Antioksidan

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking