Ilmuwan: Puasa Bantu Pasien Kanker

Reporter : Sandy Mahaputra
Minggu, 6 Juli 2014 10:01
Ilmuwan: Puasa Bantu Pasien Kanker
Dalam kedua kasus itu, tidak makan dalam waktu yang lama secara signifikan menurunkan jumlah sel darah putih.

Dream - Selain sering digunakan sebagai cara menurunkan berat badan secara cepat, puasa juga bisa membantu tubuh untuk melawan penyakit. Studi di University of Southern California, dua hari berpuasa bisa menumbuhkan sistem kekebalan tubuh, membantu tubuh melawan infeksi.

Temuan ini memiliki pengaruh besar bagi orangtua dan penderita kerusakan sistem kekebalan tubuh, seperti pasien kanker. Peneliti menguji efek puasa selama dua sampai empat hari selama enam bulan pada tikus dan manusia.

Dalam kedua kasus itu, tidak makan dalam waktu yang lama secara signifikan menurunkan jumlah sel darah putih. Khususnya pada tikus. Setiap siklus puasa kemudian 'membalik saklar regeneratif' yang memicu regenerasi sel induk darah putih baru, sehingga memperbarui sistem pertahanan tubuh

" Puasa memberikan perintah bagi sel induk untuk terus bekerja dan mulai berkembang biak, membangun kembali seluruh sistem," kata Valter Longo, Profesor Gerontology dan Ilmu Biologi di University of Southern California, seperti dilansir Singularityhub.com.

Dan kabar baiknya, tubuh mampu menyingkirkan bagian-bagian dari sistem yang mungkin rusak atau tua. Bagian-bagian yang tidak efisien selama puasa. Dia menambahkan, jika sistem rusak akibat kemoterapi atau penuaan, secara harfiah, puasa dapat menghasilkan sistem kekebalan tubuh yang baru.

Studi ini juga menemukan fakta bahwa puasa mengurangi kadar enzim PKA, yang mempengaruhi tingkat hormon IGF-1, yang telah dikaitkan dengan penuaan, tumor dan risiko kanker. Selain itu, dalam percobaan klinis kecil ditemukan bahwa berpuasa selama 72 jam sebelum kemoterapi mampu melindungi pasien dari keracunan.

Meskipun kemoterapi bisa menyelamatkan jiwa pasien kanker, tapi di satu sisi, ia merusak sistem kekebalan tubuh secara signifikan. Dengan penelitian ini, bisa dilihat bahwa puasa dapat mengurangi beberapa efek berbahaya dari kemoterapi.

" Namun studi klinis ini masih perlu diteliti lebih jauh lagi, dan setiap tindakan yang melibatkan diet harus di bawah bimbingan dokter," ucap Tanya Dorff, asisten profesor kedokteran klinis di University of Southern California.

Peneliti kini melakukan penelitian lebih lanjut untuk menyelidiki hubungan antara diet dan regenerasi batang sel. " Kami tidak bisa memprediksi bahwa puasa berkepanjangan akan memiliki efek yang luar biasa dalam mempromosikan regenerasi sel induk berbasis sistem hematopoietik," tambah Profesor Longo.

" Kami sedang menyelidiki kemungkinan bahwa efek ini dapat diterapkan pada berbagai sistem dan organ, bukan hanya sistem kekebalan tubuh," pungkas Profesor Longo. (Ism)

Beri Komentar