INFOGRAFIS: 3 Perbedaan Warna Kemasan Vaksin COVID-19 Sinovac

Reporter : Dwi Ratih
Kamis, 21 Januari 2021 20:15
INFOGRAFIS: 3 Perbedaan Warna Kemasan Vaksin COVID-19 Sinovac
Tiap brand punya perbedannya.

Dream - Vaksin Sinovac tengah disebarluaskan kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi penyebaran virus COVID-19 di Tanah Air. Namun kehadiran vaksin ini bukan akhir perjuangan. Masyarakat tetap diimbau menjalani protokol kesehatan dengan disiplin. 

Sahabat Dream tetap harus mematuhi protokol kesehatan 3M (Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak) dan instansi terkait giat melakukan 3T (Tracing, Testing, dan Treatment).

Hingga akhir 2021 diharapkan akan ada ketersediaan 426 juta vaksin Sinovac agar seluruh lapisan masyarakat Indonesia tervaksin dengan baik. Menilik Sinovac lebih dalam, kemasan dari vaksin ini pun berbeda-beda untuk menandakan tiga tahapan yang berbeda.

Seperti apa tiga perbedaan itu?

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Fairus

Sembari menunggu vaksin tersebut sampai di tubuh kamu, Sahabat Dream jangan lengah untuk menjalankan protokol kesehatan, ya.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

NGOBRAS DREAM: Cerita Dokter Gigi Penerima Vaksin COVID-19 Sinovac

Dream - Perang menghadapi pandemi COVID-19 di Indonesia memasuki babak baru. Sejak pekan kemarin, pemerintah mulai menjalankan program vaksinasi yang diutamakan untuk tenaga kesehatan dan anggota TNI/Polri karena menjadi garda depan penanganan wabah ini.

Vaksin COVID-19 Sinovac sebelumnya sudah disetujui penggunaannya untuk keperluan darurat oleh BPOM dan mengantongi sertifikasi halal dari MUI.

Salah satu tenaga kesehatan yang sudah berkesempatan mendapat vaksin CoronaVac dari Sinovac itu adalah, drg. Dhiya Nabila. Lewat program rutin live INstagram #NgobrasDream Senin, 18 Januari 2021, Dhiya menceritakan telah menjalani vaksinasi tahap pertama pada 15 Januari kemarin.

Rencananya Drg Dhiya akan kembali mendapat vaksinasi kedua pada 29 Januari mendatang.

drg. dhiya nabila© drg. dhiya nabila

2 dari 5 halaman

Ikuti obrolan kami

Tak cuma itu, drg. Dhiya juga membagikan ceritanya selama menjalani vaksinasi kemarin seperti efek dan hal-hal apa yang harus dilakukan pasca vaksin pertama di Live Instagram @dreamcoid.

Buat Sahabat Dream yang ketinggalan dan mau tahu cerita lengkapnya, langsung saja yuk tonton siaran ulangnya di IGTV DREAMCOID berikut ini.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

Dugaan Ridwan Kamil Soal 25 Relawan Uji Klinis Terpapar Covid-19

Dream - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memimta masyarakat tidak membuat opini mereesahkan soal kasus 25 relawan uji klinis vaksin Covid-19 fase III buatan Sinovac yang terpapar Covid-19.

Sebagai relawan yang ikut dalam uji klinis di Bandung itu, Ridwan mengatakan separuh subjek penelitian memang diberi vaksin dan sisanya disuntik plasebo. Metode penelitian ini sengaja dilakukan untuk efikasi atau tingkat keampuan dari vaksin buatan Sinovac Biotech Ltd itu.

" Jadi kalau nanyanya urusan kedokteran jangan tanya ke saya. Tapi sebagai sesama relawan, mungkin saja karena plasebo adalah cairan netral yang tidak memengaruhi maka mungkin saja kelompok yang positif itu bukan kelompok yang disuntik vaksin bukan plasebo," ujarnya di Makodam III/Siliwangi, Kota Bandung, Senin 18 Januari 2021.

4 dari 5 halaman

Telusuri Kasus Infeksi

Lebih jauh Emil mengatakan, kalaupun ada relawan yang diberi vaksin kemudian terpapar Covid-19, harus dilihat kembali riwayat terinfeksinya.

" Harus dulu dilihat jadwal kena covidnya karena tim dokter menyatakan kepada saya dan Pak Pangdam (relawan uji klinis), antibodinya itu muncul tiga bulan setelah suntik kedua," tuturnya.

Berdasarkan pengalamannya, Emil disuntik pertama pada akhir Agustus dan mendapat suntikan kedua sekitar September. Dalam rentang waktu September ke Desember tersebut, kata dia, ada proses terbentuk antibodi.

" Jadi mungkin saja sebelum H30 dia terkena," ungkap Emil.

5 dari 5 halaman

Jangan Menggiring Opini

Mantan Wali Kota Bandung itu meminta masyarakat tak perlu menggiring opini bahwa uji klinis yang dilakukan tidak berhasil.

" Jadi menurut saya cerita itu harus dibedah dan tidak digeneralisasi seolah-olah gagal," ujarnya.

Pria yang karib disapa Kang Emil itu menjelaskan, antibodi yang dihasilkan vaksin Covid-19 sudah terbentuk di bulan ketiga. Sehingga pertanyaan terhadap apakah vaksin gagal atau tidak, lebih tepat jika melihat periode masa tiga bulan tersebut.

" Seperti saya ini yang antibodinya sudah dinyatakan 99 persen dan kena covid, itu baru pertanyaan yang valid. Tapi kalau terjadinya sebelum 30 hari setelah suntikan kedua itu bisa saja terjadi karena antibodinya sedang berproses," kata dia.

25 Relawan Terinfeksi

Sebelumnya, Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin Covid-19 dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran, Kusnandi Rusmil mengatakan, dari 1.620 orang relawan uji klinis vaksin dari Sinovac di Bandung, sebanyak 25 orang di antaranya sempat terkonfirmasi positif Covid-19.

Rinciannya, 18 orang penerima plasebo atau obat kosong dan 7 orang penerima vaksin. Ke-25 relawan diketahui terpapar Covid-19 setelah mendapatkan suntikan kedua.

(Sah, Sumber: Youtube.com @Humas Jabar)

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar