INFOGRAFIS: Yuk Patuhi Aturan Kesehatan Ini Agar Traveling Seru dan Aman

Reporter : Dwi Ratih
Rabu, 23 Desember 2020 08:33
INFOGRAFIS: Yuk Patuhi Aturan Kesehatan Ini Agar Traveling Seru dan Aman
Jika tidak, liburan mu akan berakhir di rumah sakit atau ruang isolasi.

Dream - Liburan akhir tahun sudah ada di depan mata. Buat yang bosa #dirumahaja, pasti sudah merencanakan liburan 'tipis-tipis'.

Daripada pergi keluar kota yang kondisinya belum kita ketahui benar, ada baiknya Sahabat Dream staycation di hotel atau villa terdekat. Selain lebih aman, travel tipis-tipis ini juga bisa sedikit menyegarkan pikiran dan hati karena berbulan-bulan #dirumahaja.

Meski menyarankan tak merayakan liburan di luar rumah, Pemerintah mengeluarkan imbauan ketat agar masyarakat patuh pada protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Dokter sekaligus pengusaha, Ivan Adrian, mengatakan sering menemukan orang yang tidak menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Seperti mengenakan masker pada dagu.

Untuk itu, beberapa aturan di bawah ini wajib Sahabat Dream lakukan agar liburan aman dan tentunya memorable.

Infografis Dream.co.id© Dream.com/Eka Pratiwi

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

INFOGRAFIS: Perbedaan Tes Rapid, Antigen, dan PCR SWAB

Dream - Munculnya wabah virus COVID-19 di seluruh dunia mendorong para peneliti untuk menemukan cara baru dan cepat untuk mendeteksi virus yang mudah menyebar ini.

Jika dulu kita mengenal rapid test, kini sudah berkembang metode pendeteksi menggunakan tes anti gen dan tes swab. 

Di Indonesia, varian harga untuk tes COVID-19 beragam mulai dari Rp149 ribu bahkan sampai jutaan rupiah. Untuk menunggu hasilnya pun tergantung dari biaya yang dikeluarkan.

Menjelang libur akhir tahun ini, masyarakat yang akan menggunakan pesawat dan kereta juga diwajibkan melakukan tes tes swab antigen.

Cara kerja tes ini kurang lebih mirip dengan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) SWAB yang mengusap hidung dan tenggorokan untuk mengambil lendir dan liur.

Tes antigen ini merupakan cara cepat untuk mendeteksi infeksi aktif. Harganya juga beragam, mulai dari Rp249 ribu hingga jutaan rupiah.

Lalu, bagaimana dengan tes rapid antibodi atau PCR SWAB? Ketahui perbedaan masing-masing tes berikut ini:

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Sumber: NPR.ORG

Pastikan Sahabat Dream jaga kesehatan dan lakukan tes dengan tenaga ahli kesehatan jika merasa tubuh kurang fit.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Mulai Besok Penumpang Kereta Jarak Jauh Wajib Rapid Test Antigen

Dream – Penumpang kereta api jarak jauh (KAJJ) terhitung mulai besok, Selasa, 22 Desember 2020 harus memperlihatkan hasil rapid test antigen negatif untuk bisa menggunakan kereta api. Sama seperti aturan di maskapai, ketentuan ini berlaku hingga 8 Januari 2020.

Dikutip dari keterangan tertulis KAI, Senin 21 Desember 2020, aturan itu sesuai dengan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No. 3 Tahun 2020 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Orang Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19 dan Surat Edaran Kemenhub No 23 Th 2020 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang dengan Transportasi Perkeretaapian Selama Masa Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Covid-19.

“ KAI mematuhi seluruh aturan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 melalui moda transportasi kereta api,” kata EVP Corporate Secretary KAI, Dadan Rudiansyah, di Jakarta.

Selain ketentuan baru hasil tes antigen, setiap pengguna kereta juga wajib menerapkan protokol kesehatan, yaitu memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M).

Pelanggan KA Jarak Jauh di Pulau Jawa diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antigen negatif Covid-19 yang berlaku selambat-lambatnya 3 hari sebelum tanggal keberangkatan (H-3).

3 dari 5 halaman

Ini Ketentuan untuk KAJJ di Sumatera

Untuk perjalanan KA Jarak Jauh di Pulau Sumatera, pelanggan diharuskan menunjukkan surat keterangan hasil Rapid Test Antibodi Non Reaktif atau Tes PCR Negatif Covid-19 yang berlaku selambat-lambatnya 14 hari sebelum tanggal keberangkatan (H-14). Syarat-syarat tersebut tidak diwajibkan untuk pelanggan KA Jarak Jauh dengan usia 12 Tahun.

Setiap pelanggan KA Jarak Jauh harus dalam kondisi sehat (tidak menderita flu, pilek, batuk, demam), memakai masker dan suhu badan tidak lebih dari 37,3 derajat celsius.

“ Selama dalam perjalanan, pelanggan diharuskan menggunakan face shield dan diimbau menggunakan pakaian lengan panjang,” kata Dadan.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Masuk Bogor, Pelancong dan Tamu Hotel Wajib Bawa Hasil Rapid Test Antigen

Dream - Pemerintah Kabupaten Bogor menerapkan kebijakan pengetatan protokol kesehatan untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Kebijakan ini berlaku mulai 21 Desember 2020 hingga 8 Januari 2021.

Kebijakan yang tertuang dalam Seruan Bupati Bogor Nomor: 423/COVID-19/Sekret/XII/2020 ditandatangi Bupati Ade Yasin pada 20 Desember 2020 memuat sejumlah ketentuan. Seperti imbauan agar masyarakat tetap di dalam rumah kecuali untuk kegiatan yang sifatnya mendasar dan atau mendesak.

Protokol kesehatan wajib dijalankan setiap orang termasuk pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang beraktivitas selama libur Natal dan Tahun Baru. Seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, tidak berkerumun dan membatasi aktivitas di keramaian.

" Khusus bagi wisatawan yang akan berkunjung ke tempat wisata dan/atau menginap di hotel/resort/cottage di wilayah Kabupaten Bogor agar menunjukan hasil Rapid Tes Antigen yang masih berlaku paling lama 3 x 24 jam sebelum kedatangan," demikian seruan tersebut.

5 dari 5 halaman

Larang Perayaan Tahun Baru

Selain itu, Ade melarang perayaan momen pergantian tahun baik di dalam maupun luar ruangan. Juga tidak membolehkan penggunaan atau penjualan petasan, kembang api, serta terompet.

Setiap pelanggaraan baik yang dilakukan perorangan, pelaku usaha, pengelola maupun penyelenggara atau penanggung jawab tempat maupun fasilitas umum akan dikenakan sanksi tegas.

" Khusus pada tanggal 24 Desember 2020 sampai dengan 27 Desember 2020 dan tanggal 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari 2021, bagi individu/keluarga mengurangi aktivitas di luar rumah, kecuali untuk melaksanakan kegiatan ibadah, pemenuhan kebutuhan mendasar dan/atau mendesak serta pelaku usaa menerapkan operasional paling lama sampai dengan pukul 19.00 WIB," demikian seruan tersebut.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar