INFOGRAFIS: Selain Usir Bosan, Ini Manfaat Tanaman Hias Buat Kesehatan

Reporter : Dwi Ratih
Senin, 22 Februari 2021 19:48
INFOGRAFIS: Selain Usir Bosan, Ini Manfaat Tanaman Hias Buat Kesehatan
Berikut lima pilihannya.

Dream - Saat ini, ragam aktivitas dilakukan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan pikiran setelah pandemi COVID-19 belum juga tuntas sejak setahun lalu meyerang Indonesia.

Mulai dari konsumsi vitamin, mengikuti aturan kesehatan yang diterapkan pemerintah (melaksanakan 3M; Menjaga jarak, Memakai Masker, dan Mencuci Tangan), olahraga, hingga mencari hiburan guna menyeimbangi kesehatan psikis.

Sembari menyelam minum air, hobi bercocok tanam yang muncul akibat pandemi ini rupanya dapat memberi manfaat kesehatan juga, lho, Sahabat Dream!

Meski cuma tanaman hias, berikut beberapa manfaat kesehatan yang bisa kamu dapatkan sekaligus menyegarkan pikiran selama #dirumahaja.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Fairus

Nggak bosan mengingatkan, pastikan Sahabat Dream tetap disiplin mengikuti aturan kesehatan seperti 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan menghindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun) serta 3T (Testing, Tracing, Treatment) yang diimbau pemerintah RI dalam segala kegiatan.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

INFOGRAFIS: Bahaya Jika Penyintas COVID-19 Abaikan Masa Isolasi Mandiri

Dream - Isolasi mandiri menjadi tindakan paling penting dilakukan oleh mereka yang baru kontak erat dengan pasien COVID-19 tanpa gejala. Apalagi jika mereka sudah diketahui terkonfirmasi positif corona.   

Merujuk Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), isolasi mandiri wajib dijalani minimal 10 hari untuk mereka yang tanpa gejala. Sedangkan pasien dengan gejala, harus menjalani isolasi mandiri 13 hari.

Sementara mereka yang kontak erat dengan penyintas COVID-19 wajib isolasi mandiri 14 hari.

Penetapan masa isolasi mandiri itu diputuskan dari hasil penelitian. Dokter RA Adaninggar, SpDD menjelaskan rentang waktu tersebut sangat berpengaruh dalam penularan virus COVID-19 dari satu orang ke orang lain.

" Jadi meskipun gejala sangat ringan dan seolah hilang, tetap masih bisa menular selama 10 hari," tulis dr. Ning dalam akun Instagramnya @ningzsppd.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Eka Pratiwi

Sedangkan yang kontak erat harus isolasi selama 14 hari karena masa inkubasi virus COVID-19, yaitu rentang waktu sejak terpapar hingga muncul gejala sekitar dua hingga 14 hari.

Untuk mencegah paparan virus COVID-19, pastikan tetap disiplin mengikuti aturan kesehatan seperti 3M (Memakai masker, Menjaga jarak dan menghindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun) serta 3T (Testing, Tracing, Treatment) yang diimbau pemerintah RI.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Jemaah Haji Khusus Juga Dimasukan Daftar Prioritas Vaksinasi Covid-19

Dream - Kementerian Agama (Kemenag) telah memvalidasi data jemaah haji untuk didaftarkan mendapatkan prioritas vaksinasi Covid-19. Validasi juga dijalankan untuk jemaah haji khusus.

Kepala Sub-Direktorat Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Ditjen PHU Kemenag, Hassan Affandi, mengatakan sudah ada 14 ribu data jemaah haji khusus yang tervalidasi. Mereka akan didaftar Kemenkes untuk mendapatkan vaksin.

" Update data tersebut antara lain berupa Nomor Induk Kependudukan atau NIK, Nama, Nomor Porsi, dan alamat lengkap jemaah," ujar Hassan.

Menurut Hassan, jumlah total jemaah haji khusus yang terdaftar di Siskohat dan lunas Bipih sebanyak 17 ribu orang. Sehingga, masih ada sekitar 3.000 jemaah haji yang datanya masih divalidasi.

Sebelumnya, validasi dilakukan terhadap 158 ribu data jemaah haji reguler yang tertunda keberangkatannya pada 1441 H/2020 M. Data tersebut bisa diakses Kemenkes untuk selanjutnya didata sebagai kelompok prioritas penerima vaksin.

Vaksinasi tahap kedua telah dimulai pada 17 Februari 2021. Di tahap kedua ini, vaksinasi menyasar petugas pelayanan umum dan lansia, sementara calon jemaah haji Indonesia kebanyakan adalah lansia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 5 halaman

Begini Cara Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Untuk Lansia

Dream - Vaksinasi Covid-19 tahap kedua resmi dimulai Pemerintah pada Rabu, 17 Februari 2021 dengan menempatkan kelompok lanjut usia sebagai prioritas. Sedangkan vaksinasi sendiri dilaksanakan lebih dulu di Jawa dan Bali.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan mengingat keterbatasan vaksin, maka vaksinasi diutamakan bagi lansia di atas 60 tahun yang berdomisili di DKI Jakarta. Kemudian menyusul bagi lansia gi setiap Ibu Kota dari 33 provinsi lain.

“ Jadi selain untuk seluruh Kotamadya yang ada di DKI Jakarta vaksinasi juga akan dilakukan di ibu kota provinsi di 33 provinsi seperti Kota Bandung untuk provinsi Jawa Barat, Kota Denpasar untuk Bali, Kota Medan untuk Provinsi Sumatera Utara, Kota Makassar untuk Sulawesi Selatan dan seterusnya," ujar Nadia, dikutip dari Covid19.go.id.

Fokus vaksinasi di Jawa-Bali mengingat banyaknya lansia di dua pulau tersebut. Selain itu, Jawa-Bali merupakan daerah dengan penularan Covid-19 yang tinggi.

Nadia menjelaskan pada prinsipnya semua Lansia akan divaksinasi. Tetapi, pada permulaan tahap kedua, baru sebagian lansia yang akan divaksinasi.

4 dari 5 halaman

Daftar Online

Untuk mendapatkan vaksinasi, Kemenkes menyediakan dua opsi pendaftaran bagi lansia. Pertama vaksinasi akan diselenggarakan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas maupun rumah sakit baik milik Pemerintah maupun swasta.

Untuk opsi ini, lansia dapat mendaftar dengan membuka laman www.kemkes.go.id dan www.covid19.go.id. Kedua laman tersebut menyediakan link.

Lansia dapat mengklik tautan tersebut. Di dalamnya terdapat sejumlah pertanyaan yang harus diisi.

Dalam mengisi data tersebut peserta lanjut usia dapat meminta bantuan anggota keluarga lain. Bisa juga melalui kepala RT atau RW setempat.

" Jadi proses pendaftaran ini sasaran vaksinasi bisa dibantu oleh keluarga ataupun RT/RW setempat," kata Nadia.

5 dari 5 halaman

Data Dijamin Aman

Tautan baru ini menggantikan link yang sudah beredar sebelumnya. Bagi lansia yang sempat mengisi tautan lama tersebut tidak perlu khawatir.

Nadia mengatakan Pemerintah memastikan data dijamin aman. Data yang sudah terinput masuk dalam database di dinas kesehatan provinsi.

Setelah pengisian, seluruh data peserta akan masuk ke dinas kesehatan provinsi masing-masing. Selanjutnya dinkes menentukan jadwal serta lokasi pelaksanaan vaksinasi kepada lansia yang sudah mendaftar.

Vaksinasi Massal

Untuk opsi kedua yaitu vaksinasi massal yang dapat diselenggarakan oleh organisasi atau institusi bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan atau Dinas Kesehatan.

Sementara organisasi dan institusi yang dapat menyelenggarakan vaksinasi seperti organisasi untuk para pensiunan ASN, Pepabri atau Veteran Republik Indonesia.

Organisasi lain juga bisa menyelenggarakan vaksinasi massal seperti organisasi keagamaan ataupun organisasi kemasyarakatan. Syaratnya organisasi tersebut harus bekerja sama dengan Kemenkes atau dinas kesehatan provinsi kabupaten/kota.

Untuk mengantisipasi Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI), setiap tempat pelaksanaan vaksinasi harus menyediakan contact person perwakilan dari vocal Point yang berasal dari kabupaten/kota atau provinsi tersebut. Contact person tersebut harus dapat dihubungi oleh panitia penyelenggara ataupun pasien.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar