INFOGRAFIS: Ngopi di Rumah Tak Kalah Seru, Yuk Kenali Wadah Kopi yang Berbahaya

Reporter : Dwi Ratih
Sabtu, 19 Desember 2020 11:00
INFOGRAFIS: Ngopi di Rumah Tak Kalah Seru, Yuk Kenali Wadah Kopi yang Berbahaya
Ini dia penjelasannya!

Dream - Pasti Sahabat Dream sudah rindu banget 'ngopi' atau 'ngeteh' di tempat tongkrongan favorit saat ini? Atau kamu sekadar ingin mengunjungi gerai kopi dan teh untuk bisa merasakan kembali sensasi jajan secara langsung.

Tapi harap bersabar bersabar ya. Menikmati kopi hasil racikan sendiri di rumah juga tak kalah serunya. Bonusnya kamu menghindari potensi terpapar bahan kimia dari kemasan yang ternyata bisa masuk ke dalam tubuh tanpa disadari.

Wadah kopi atau teh yang berlapis film plastik disebut bisa menyebarkan mikroplastik yang berbahaya di tubuh.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Nah jika berkesempatan untuk mengunjungi coffee shop, pastikan kamu membawa botol atau gelas kopi sendiri. Tapi untuk saat ini, bikin kopi sendiri di rumah adalah jalan terbaik agar tubuh terhindar dari paparan virus COVID-19.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 5 halaman

INFOGRAFIS: Swab Antigen Mandiri di Rumah Amankah?

Dream - Tes swab antigen mandiri kini bisa dengan mudah diakses masyarakat. Selain praktis tanpa harus ke luar rumah, peralatan tes serta hasil yang didapat bisa dibilang cepat sehingga tak perlu mengantre dengan pasien lain.

Bahkan alat tes swab antigen mandiri banyak dijual di toko online dengan kisaran harga ratusan ribu sampai jutaan rupiah.

Melihat tren ini, Dokter Adam Prabata, kandidat PhD dari Kobe University Jepang, memberikan penjelasan di akun Instagramnya @adamprabata.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Ia menyarankan jika masyarakat ingin melakukan tes usap, baik sebagai skrining awal atau mengetahui status kesehatan setelah kontak dengan pasien Covid-19 positif, untuk segera mendatangi pusat layanan terdekat.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

'Jangan Ada Kumpul-Kumpul Rayakan Tahun Baru'

Dream - Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia belum sepenuhnya terkendali. Sementara, potensi kerumunan bisa terjadi di akhir tahun nanti.

Untuk itu, Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Dewi Nur Aisyah, mengimbau masyarakat untuk tidak mengadakan kumpul-kumpul merayakan momen Tahun Baru di luar rumah. Dia menegaskan sangat tidak dianjurkan berkumpul di akhir tahun nanti.

" Jadi tahun baru ini berkumpul di luar dengan banyak orang sangat-sangat tidak kita anjurkan. Jangan ada lah kumpul-kumpul dulu walaupun di ruangan terbuka," ujar Dewi dalam diskusi virtual " Covid-19 Dalam Angka: Belajar Dari Pengalaman Libur Panjang" disiarkan channel YouTube BNPB.

Selain perayaan tahun baru, Dewi juga mengimbau umat Kristiani merayakan Natal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jika hendak menggelar perayaan di gereja, harus dipastikan kapasitasnya dibatasi.

" Harus dipikirkan apakah kapasitas ruangannya cukup, apakah bisa dikerjakan secara virtual, ini juga akan menjadi pertimbangan," kata Dewi.

3 dari 5 halaman

Efek Domino

Lebih lanjut, Dewi mengingatkan risiko penularan Covid-19 dalam perjalanan masa libur panjang. Fakta yang sudah terjadi, perjalanan libur panjang meningkatkan kasus Covid-19 serta keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan.

Potensi penularan bisa ada di mana saja baik bandara, terminal, stasiun kereta, halte, rest area. Dampaknya mirip dengan efek domino.

" Kalau kita lihat alur domino effect, libur panjang menyebabkan peningkatan kasus, kapasitas rumah sakit," ucap Dewi.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

4 dari 5 halaman

INFOGRAFIS: Yuk Alihkan Selebrasi Tahun Baru ke Daring

Dream - Pergantian tahun selama ini identik dengan perayaan untuk semua lapisan masyarakat di belahan dunia. Detik-detik bergantinya tahun menjadi momen kumpul dan makan bersama keluarga seraya berdoa agar tahun baru akan berjalan lebih baik.

Namun momen rutin tahunan itu tidak akan bisa dirasakan pada pergantian tahun 2020 ke 2021 mendatang.

Melihat tingginya angka kasus COVID-19 di Indonesia, pemerintah melarang semua bentuk selebrasi yang memicu kerumunan di akhir tahun nanti.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Luhut Pandjaitan memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk senantiasa memperkuat operasi perubahan perilaku di masyarakat.

Operasi perubahan perilaku dan disiplin protokol kesehatan 3M dalam rangka menyambut natal dan perayaan tahun baru akan didahului dengan apel besar.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

5 dari 5 halaman

INFOGRAFIS: Wajib Tahu! Gejala Umum COVID-19 Pada Si Kecil

Dream - Gejala Covid-19 yang dialami orang dewasa dan anak-anak tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Kedua kelompok usia itu juga bisa merasakan gejala seperti demam dan sesak napas.

Virus Covid-19 umumnya makin mengganas pada pasien yang memiliki penyakit bawaan seperti diabetes, darah tinggi dan asma.

Menilik gejala Covid-19 pada anak, sebuah penelitian dilakukan tim dari University of Alberta, Kanada dengan melakukan tes Covid-19 pada ribuan anak. Hasil penelitian itu menemukan beberapa gejala umum yang sering muncul pada anak, berikut daftarnya:

 

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id/Dwi Ratih

Penelitian dilakukan lebih dari 2.400 anak di provinsi Alberta, Kanada, yang dites virus Covid-19 antara 13 April dan 30 September 2020.

Gejala COVID-19 yang paling sering muncul pada anak adalah kehilangan kemampuan menghirup/perasa (anosmia), ini tujuh kali lebih tinggi pada anak-anak dengan COVID-19.

Untuk gejala sakit perut lima kali lebih mungkin, dan sakit kepala dua kali lebih mungkin. Semantara gejala demam 68% lebih mungkin terjadi pada anak-anak dengan hasil tes positif COVID-19.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar