Ini 7 Varian Virus Corona yang Menginfeksi Manusia

Reporter : Mutia Nugraheni
Senin, 15 Maret 2021 09:12
Ini 7 Varian Virus Corona yang Menginfeksi Manusia
Varian biasanya tidak memengaruhi cara kerja virus, namun terkadang membuatnya bertindak dengan cara yang berbeda.

Dream - Seluruh negara sedang kewalahan menghadapi virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 yang kini bermunculan dengan varian atau strain baru. Penting diketahui, virus selalu berubah, dan itu dapat menyebabkan terbentuknya varian, atau strain baru, dari virus.

Varian biasanya tidak memengaruhi cara kerja virus, namun terkadang membuatnya bertindak dengan cara yang berbeda. Ilmuwan di seluruh dunia sedang melacak perubahan pada virus yang menyebabkan Covid-19. Penelitian mereka membantu para ahli memahami apakah varian Covid tertentu menyebar lebih cepat daripada yang lain, bagaimana mereka dapat memengaruhi kesehatan Anda, dan seberapa efektif berbagai vaksin dapat melawannya.

Lalu ada berapa varian virus corona?
Coronavirus tidak muncul begitu saja baru-baru ini. Virus ini adalah keluarga besar virus yang telah ada sejak lama. Banyak di antaranya dapat menyebabkan berbagai penyakit, mulai dari batuk ringan hingga penyakit pernapasan yang parah.

Coronavirus baru atau SARS-CoV-2 yang menyebabkan COVID-19 adalah salah satu dari beberapa yang diketahui menginfeksi manusia. Ini mungkin sudah ada selama beberapa waktu pada hewan. Terkadang, virus pada hewan menyebar ke manusia.

Itulah yang menurut para ilmuwan yang sedang terjadi saat ini. Jadi virus ini bukanlah hal baru di dunia, tetapi baru bagi manusia. Ketika para ilmuwan mengetahui bahwa virus tersebut membuat manusia sakit parah, lalu dinamakan virus corona baru.

 

1 dari 1 halaman

Jenis Virus Corona yang Menginfeksi Manusia

Para ilmuwan telah membagi virus corona menjadi empat sub-kelompok, yang disebut alfa, beta, gamma, dan delta. Tujuh dari virus ini dapat menginfeksi manusia. Berikut daftarnya dikutip dari WebMD.
- 229E (alfa)
- NL63 (alfa)
- OC43 (beta)
- HKU1 (beta
- MERS-CoV, virus beta yang menyebabkan Middle East respiratory syndrome (MERS)
- SARS-CoV, virus beta yang menyebabkan sindrom pernafasan akut yang parah (SARS)
- SARS-CoV-2, yang menyebabkan COVID-19

Bagaimana varian virus bisa terjadi?
Virus korona memiliki semua materi genetiknya dalam sesuatu yang disebut RNA (asam ribonukleat). RNA memiliki beberapa kesamaan dengan DNA, tetapi keduanya tidak sama.

Ketika virus menginfeksi manusia, maka menempel pada sel, masuk ke dalamnya, dan membuat salinan RNA, yang membuatnya menyebar. Jika ada kesalahan penyalinan, RNA akan berubah. Ilmuwan menyebut perubahan itu sebagai mutasi.

Perubahan ini terjadi secara acak dan tidak sengaja. Itu adalah bagian normal dari apa yang terjadi pada virus saat berkembang biak dan menyebar. Karena perubahannya acak, mungkin sedikit atau tidak ada perbedaan pada kesehatan seseorang.

Jika virus memiliki perubahan acak yang membuatnya lebih mudah menginfeksi orang dan menyebar, varian itu akan menjadi lebih umum. Intinya adalah bahwa semua virus, termasuk virus corona, dapat berubah seiring waktu.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

© Dream
Beri Komentar