Ini Alasan Vaksinasi Booster Covid-19 Diberikan Setengah Dosis

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 13 Januari 2022 19:48
Ini Alasan Vaksinasi Booster Covid-19 Diberikan Setengah Dosis
Untuk merek vaksin yang digunakan, bergantung pada vaksin primer.

Dream - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memutuskan untuk memberikan vaksinasi booster Covid-19. Hal ini mengingat terjadinya peningkatan kasus Covid-19 varian Omicron di berbagai negara.

Mulai 12 Januari 2022 kemarin vaksinasi booster mulai dilakukan. Kelompok lanjut usia (lansia) dan tenaga medis yang didahulukan untuk mendapat booster vaksin Covid-19.

Untuk kombinasi jenis vaksin yang digunakan, berdasarkan rekomendasi tim peneliti dalam dan luar negerti. Termasuk juga sudah dikonfirmasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Dikutip dari Kemkes.go.id, untuk mereka yang mendapat vaksin primer Sinovac atau vaksin dosis pertama dan kedua Sinovac akan diberikan vaksin booster setengah dosis Pfizer atau AstraZeneca.

Lalu, mereka yang mendapat vaksin primer AstraZeneca atau vaksin dosis pertama dan kedua AstraZeneca akan diberikan vaksin booster setengah dosis Moderna.

“ Ini adalah kombinasi awal vaksin booster yang akan kita berikan berdasarkan ketersediaan vaksin yang ada, dan juga hasil riset yang sudah disetujui oleh Badan POM dan ITAGI. Nantinya bisa berkembang tergantung kepada hasil riset baru yang masuk dan juga ketersediaan vaksin yang ada,” ujar Menkes Budi.

Seluruh kombinasi ini, lanjut Menkes, sudah mendapatkan persetujuan dari BPOM dan juga rekomendasi dari ITAGI. Kombinasi vaksin booster juga sudah sesuai dengan rekomendasi WHO di mana pemberian vaksin booster dapat menggunakan vaksin yang sejenis atau homolog atau juga bisa vaksin yang berbeda atau heterolog.

 

1 dari 7 halaman

Setengah Dosis Sama Efektifnya

Heterolog diartikan sebagai vaksinasi booster yang menggunakan jenis vaksin berbeda dengan dosis pertama dan dosis kedua. Sementara Homolog merupakan vaksinasi booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama seperti vaksinasi dosis pertama dan kedua.

“ Hal ini kembali diberikan keleluasaan kepada masing-masing negara untuk bisa menerapkan program vaksin booster yang sesuai dengan kondisi ketersediaan vaksin dan logistik sesuai dengan masing-masing negara pelaksana pemberian vaksin booster,” ujarnya.

Vaksin booster akan diberikan setengah dosis, tidak seperti dosis vaksin primer. Hal ini karena menurut penelitian, vaksin booster setengah dosis menunjukkan peningkatan level antibodi yang relatif sama dengan vaksin booster dosis penuh, dan memberikan dampak KIPI (Kejadian Ikutan Paska Imunisasi) yang lebih ringan.

2 dari 7 halaman

Vaksinasi Booster Dimulai 12 Januari 2022, Begini Cara Dapatnya

Dream - Pemerintah resmi memulai program vaksinasi booster pada Rabu, 12 Januari 2022. Sesuai keputusan Presiden Joko Widodo, dosis ketiga diberikan kepada masyarakat diberikan secara gratis.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan vaksinasi tersedia di semua puskesmas. Masyarakat dapat mengakses vaksinasi tanpa dipungut biaya.

" Di semua puskesmas ya," ujar Nadia.

Masyarakat bisa langsung datang ke puskesmas jika ingin mendapatkan vaksinasi booster. Bisa juga dengan mendaftar lewat pemerintah daerah.

" Datang langsung atau lewat pendaftaran yang disiapkan pemda masing-masing," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi telah mengumumkan vaksin dosis ketiga gratis untuk semua masyarakat. Tetapi, pemberian awal diprioritaskan kepada lanjut usia dan kelompok rentan.

" Upaya ini penting dilakukan untuk tingkatkan kekebalan tubuh masyarakat mengingat virus Covid yang terus bermutasi," kata Jokowi, dikutip dari Merdeka.com.

3 dari 7 halaman

Jokowi: Dimulai Besok, Vaksin Booster Gratis!

Dream - Presiden Joko Widodo resmi mengumumkan status tarif vaksinasi booster. Program ini akan mulai dijalankan pada Rab, 12 Januari 2022.

" Saya telah memutuskan bahwa pemberian vaksin ke tiga ini gratis bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Jokowi dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Jokowi mengungkapkan alasan utama dari keputusan ini adalah keselamatan rakyat. Dia menegaskan keselamatan rakyat adalah hal utama.

Sedangkan syarat untuk mendapatkan vaksinasi ketiga ini adalah sudah menerima dosis ke dua. Rentang waktu antara dosis ke dua dan ke tiga harus lebih dari 6 bulan.

Meski sudah divaksin, Jokowi tetap mengingatkan masyarakat untuk disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Tidak abai dalam memakai masker. mencuci tangan dan menjaga jarak.

" Karena disiplin protokol kesehatan merupakan kunci dalam mengatasi pandemi Covid-19," ucap Jokowi.

4 dari 7 halaman

BPOM Bolehkan Lima Vaksin Untuk Booster, Ketahui Kategori Penggunaannya

Dream - Badan Pengawas Obat dan Makanan mengumumkan lima merek vaksin telah mendapatkan izin untuk booster. Kelima vaksin ini dibagi dalam dua kategori yaitu homolog dan heterolog.

" Lima vaksin telah mendapatkan rekomendasi memenuhi persyaratan yang ada sehingga bisa dilanjutkan dengan proses pemberian EUA," ujar Kepala BPOM, Penny K Lukito, dalam konferensi pers melalui kanal Badan POM.

Lima vaksin tersebut yaitu Coronavac/Vaksin Bio Farma. Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax. Kelima vaksin ini, kata Penny, telah menjalani uji keamanan, khasiat, dan mutu di BPOM sejak Novemer 2021.

Selain itu, kelima vaksin tersebut juga sudah melalui uji klinis. Dengan begitu, vaksin siap digunakan untuk booster.

Kategori homolog adalah booster untuk vaksin dengan merek yang sama. Sedangkan keterolog merupakan booster untuk vaksin berbeda.

 

5 dari 7 halaman

Coronavac dan Pfizer Homolog

Penny mengatakan untuk vaksin Coronavac atau Vaksin Covid-19 Bio Farma ditetapkan dalam kategori homolog. Diberikan dengan satu dosis usai enam bulan dosis kedua diterima masyarakat.

Hasil uji klinis menunjukkan booster Coronavac menimbulkan kejadian tak diinginkan berupa reaksi lokal. Di antaranya nyeri dan muncul tanda merah di titik suntikan, dan tingkat keparahan grade 1-2.

" Imunogenisitas menunjukkan peningkatan titer antibodi netralisasi 21 hingga 35 kali setelah 28 hari pemberian vaksin booster ini pada subjek dewasa," kata Penny.

Vaksin Pfizer juga masuk kategori homolog. Vaksin ini diberikan satu dosis sebagai booster bagi penerima vaksinasi dengan merek yang sama pada usia 18 tahun ke atas.

Dari data uji klinis, muncul kejadian tidak diinginkan yang bersifat lokal. Secara umum gejala yang muncul seperti nyeri di titik suntikan, sakit kepala, nyeri otot, nyeri sendi, demam dengan grade 1-2.

Imunogenisitas booster Pfizer menunjukkan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi setelah satu bulan sebesar 3,3 kali.

 

6 dari 7 halaman

AstraZeneca Homolog, Moderna Heterolog

Vaksin ketiga yang direkomendasikan adalah AstraZeneca dan masuk kategori homolog. Data uji klinik menunjukka kejadian tidak diinginkan pada booster AstraZeneca bisa ditoleransi.

Umumnya kejadian tidak diinginkan masuk kategori ringan dan sedang. " Ringan lebih besar 55 persen, sedang 37 persen," kata Penny.

Imunogenisitas booster AstraZeneca menunjukkan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi dari 1.792 menjadi 3.370. Peningkatan yang terjadi hingga tiga kali lipat.

Vaksin Moderna ditetapkan dalam kategori homolog dan heterolog. Booster Moderna diberikan setengah dosis pada masyarakat di atas 18 tahun.

" Heterolognya Moderna untuk vaksin primernya AstraZeneca, Pfizer, dan Johnson," kata Penny.

Imunogenisitas booster Moderna menunjukkan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi sebesar 13 kali setelah penyuntikan.

 

7 dari 7 halaman

Zifivax Heterolog Untuk Sinovac dan Sinopharm

Sedangkan vaksin kelima yaitu Zifivax yang masuk heterolog dengan vaksinasi primer Sinovac atau Sinopharm. Imunogenisitas booster Zifivax menunjukkan peningkatan rata-rata titer antibodi netralisasi lebih dari 30 kali setelah dosis primer.

" Ini juga diberikan setelah enam bulan ke atas," kata Penny.

Selanjutnya, Penny menjelaskan pihaknya masih menunggu data uji klinis penggunaan vaksin heterolog dengan primer Sinovac yang banyak didapat masyarakat Indonesia. Juga uji klinis heterolog dengan vaksin primer AstraZeneca.

" Satu lagi adalah uji klinik untuk yang primer sebelumnya AstraZeneca dengan booster heterolognya adalah menggunakan Sinovac, Pfizer, atau juga homolog AstraZeneca," ucap dia.

Lebih lanjut, Penny mengatakan uji klinis vaksin Sinopharm untuk booster saat ini masih berjalan. Baik itu untuk kategori homolog maupun heterolog.

" Uji klinis Sinopharm sudah berlangsung, kami tunggu datanya, mudah-mudahan dalam waktu secepatnya," ucap dia.

Beri Komentar