Inilah Bedanya Social Distancing dan Physhical Distancing

Reporter : Ulyaeni Maulida
Senin, 6 April 2020 17:12
Inilah Bedanya Social Distancing dan Physhical Distancing
Menjaga jarak fisik bukan jarak sosial.

Dream – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengimbau masyarakat di seluruh dunia untuk menghindari komunikasi jarak dekat di tengah pandemik corona. WHO yang semula memperkenalkan istilah social distancing, resmi mengubah imbauan mereka menjadi physical distancing.

Meski berganti frasa, definisi dari kedua kalimat tersebut adalah imbauan untuk masyarakay menjaga jarak secara fisik. Langkah tersebut diyakini efektif untuk mencegah seseorang tertular penyakit corona dari virus Covid-19.

Perubahan frasa social distancing menjadi physical distancing dianggap sudah benar. Karena menjaga jarak yang dimaksud adalah jarak secara fisik bukan secara sosial. " Namun, menjaga jarak fisik bukan berarti kita memutus hubungan sosial dengan orang yang kita cintai, dari keluarga kita," kata Dr Maria Van Kerkhove.

1 dari 3 halaman

Alasan Mengubah Social Distancing jadi Physical Distancing

 Social Distancing© Pixabay.com

Pada keterangan pers 20 Maret lalu, pejabat WHO mengatakan imbauan menjaga jarak fisik " sangat penting" dilakukan di tengah pandemi corona global .

Penyebaran virus yang pertama kali terdeteksi di kota Wuhan di Cina Desember lalu, telah memaksa negara-negara di seluruh dunia untuk memberlakukan lockdown, menutup bandara dan memberlakukan pembatasan ketat terkait pergerakan warga mereka.

" Teknologi saat ini, telah sangat maju. Sehingga kita dapat tetap terhubung dalam banyak hal tanpa secara fisik berada di ruang yang sama dengan orang-orang," kata ahli epidemiologi WHO Maria Van Kerkhove pada 20 Maret.

" Kami menggunakan jarak fisik agar orang-orang tetap terhubung secara sosial," tambahnya.

2 dari 3 halaman

Menjaga jarak fisik bukan jarak sosial

 

 Physical distancing© Pixabay.com

WHO merekomendasikan jarak lebih dari satu meter (tiga kaki) dari orang lain adalah batas aman saat berpapasan dengan orang lain. Sementara beberapa pakar kesehatan menyarankan untuk menjaga jarak setidaknya dua meter dari orang lain.

" Jarak sosial membuatnya terdengar seperti orang harus berhenti berkomunikasi satu sama lain. Sementara kita harus tetap menjaga jarak fisik satu sama lain," Jeremy Freese, profesor sosiologi di Universitas Stanford di Amerika Serikat, dilansir dari aljazeera.com .

" Kita perlu melakukan jarak fisik untuk melindungi kesejahteraan fisik semua orang, tetapi kesejahteraan mental jelas juga penting dan isolasi sosial tidak baik untuk kesejahteraan mental," tambahnya.

3 dari 3 halaman

Jarak Sosial dan Jarak Fisik Berbeda

Martin W Bauer, profesor psikologi sosial dan metodologi penelitian di London School of Economics, menyambut baik perubahan WHO dalam perubahan frasa tersebut. Ia mengatakan itu " sudah lama ditunggu" .

" Sejak awal saya berpikir bahwa ini adalah pilihan bahasa yang disayangkan untuk berbicara tentang 'jarak sosial', padahal sebenarnya yang dimaksud adalah 'jarak fisik,'" ungkap Bauer.

Bauer mengatakan penting untuk membedakan antara kedua istilah.

" Adalah baik bahwa WHO akhirnya mencoba untuk memperbaiki kesalahan awal dengan mengira jarak fisik sebagai jarak sosial," katanya.

" Jarak fisik diukur dalam metrik meter atau sentimeter. Ini adalah jarak geografis dari orang A ke orang B sedangkan 'jarak sosial' adalah ukuran jarak melintasi batas sosial," jelasnya.

(Sumber: Aljazeera.com)

Beri Komentar