Inovasi Baru, Pengobatan Tumor Otak Lewat Alis

Reporter : Ratih Wulan
Senin, 16 Oktober 2017 16:47
Inovasi Baru, Pengobatan Tumor Otak Lewat Alis
Pengobatan ini diklaim lebih kecil risiko dengan rasa sakit yang lebih ringan dibanding operasi.

Dream - Tumor otak merupakan salah satu penyakit mematikan di dunia kesehatan. Selain proses penanganan yang kompleks, pasien tumor otak biasanya sudah takut terlebih dahulu dengan bayangan rasa sakit yang harus dijalani saat menjalani metode operasi.

Namun kini, ada sebuah inovasi baru untuk mengobati tumor otak. Sebuah metode minimal invasive surgery dan metode keyhole, yaitu pengobatan tumor otak melalui alis mata. Metode ini diklaim lebih aman, sehingga mengurangi kecemasan para penderita tumor otak.

Teknik keyhole surgery supra orbital approach dilakukan dengan cara mengoperasi alis. Penanganan dilakukan dengan membuat lubang kecil sebesar 1-2 cm pada alis mata pasien.

Pengobatan ini sendiri merupakan penemuan seorang profesor bedah saraf dari Jerman bernama Axel Perneczky pada tahun 1999. Teknologi ini terus berkembang, khususnya di Eropa, hingga saat ini.

 Shutterstock© dream.co.id

Di Asia, terutama Indonesia, metode ini dipionirkan oleh dr. Agus C. Anab, SpBS dari tim medis Comprehensive Brain and Spine Centre (CBSC) Indonesia yang berpusat di Surabaya.

Pada tahun 2008, ia pernah berguru langsung kepada Axel Perneczky, sang penemu metode ini ketika mengadakan workshop di Singapura. Usai mengikuti workshop, ia memperdalam ilmu dengan magang pada Profesor Nicolay Hofp, seorang ahli bedah saraf anak didik Axel di Stutgart Jerman tahun 2012.

Hingga kini, dokter yang akrab disapa dengan nama dr. Aca ini melakukan operasi sesuai dengan metode dari penemunya tersebut.

Menurut dokter alumnus Universitas Airlangga Surabaya tersebut, teknik ini memiliki lebih banyak kelebihan dibanding pengobatan konvensional. Luka sayatan yang lebih kecil, akan membuat proses penyembuhan menjadi lebih cepat. Selain itu, risiko infeksi menjadi lebih kecil, perdarahan minimal dan juga penampilan fisik akan terlihat lebih bagus karena bekas sayatan tersamar dengan alis mata.

 Shutterstock© dream.co.id

“ Tentu yang paling utama ketika melakukan operasi tidak menyentuh atau merusak bagian otak yang lain,” tegas Aca melalui keterangan pers yang diterima Dream pada Senin, 16 Oktober 2017.

Lalu bagaimana dengan cara kerja teknik keyhole surgery supra orbital approach?

Menurut Aca, untuk mencapai tumor yang ada di balik otak, maka otak terlebih dahulu harus dikempiskan dengan cara mengeluarkan cairannya. Baru kemudian otak disibak melalui gerakan sangat halus. Dengan cara ini tumor akan terlihat.

Proses operasi ini membutuhkan mikroskop khusus yang dapat melihat jelas sampai titik objek terdalam.

Proses pengambilan gumpalan tumor yang tidak bisa diangkat secara langsung dilakukan sedikit demi sedikit dan tidak boleh menyentuh bagian yang lain. Oleh karena itu proses operasinya memakan waktu rata-rata 5-6 jam.

" Selain itu, sang dokter bedah sebagai operatornya harus memiliki keterampilan yang mumpuni pula," imbuhnya.

Ditambahkan dr. M. Sofyanto, SpBS, ketua tim medis CBSC Indonesia, mode operasi Minimal Invasive mempunyai keberhasilan yang sangat memuaskan dan mengurangi dampak komplikasi operasi, sehingga pasien bisa segera pulih pasca operasi.

Selain itu, operasi ini juga bersih dan minim darah. Bahkan dalam beberapa operasi bedah syaraf tertentu, CBSC Indonesia menyediakan fasilitas dimana keluarga pasien dapat menyaksikan langsung jalannya operasi melalui monitor yang tersambung langsung dengan ruang operasi dan berinteraksi langsung dengan tim dokter yang ada di dalam kamar operasi.

(Sah)

Beri Komentar