Jangan Lengah Jika Sering Lupa, Bisa Jadi Tanda Dementia

Reporter :
Sabtu, 7 September 2019 17:03
Jangan Lengah Jika Sering Lupa, Bisa Jadi Tanda Dementia
Mungkin banyak yang menganggap kalau lupa adalah hal wajar sebagai manusia, tapi hal ini tak sepenuhnya tepat.

Dream - Lupa menaruh, ponsel, kunci atau mungkin lupa dengan jadwal meeting yang sudah direncanakan jauh-jauh hari. Kondisi ini tentunya akan merugikan banyak orang, termasuk diri sendiri.

Mungkin banyak yang menganggap kalau lupa adalah hal wajar sebagai manusia, tapi hal ini tak sepenuhnya tepat. Kerap lupa dan benar-benar tak menyadarinya bisa jadi pertanda potensi dementia atau kondisi penurunan daya ingat dan cara berpikir. Hal ini diungkapkan okter spesialis kedokteran jiwa, Tribowo Tuahta Ginting.

" Memang bisa saja terjadi, terlebih lagi sering lupa terjadi pada dewasa muda. Yang lebih penting, kalau kejadian sering lupa itu menjelang usia 50 tahun. Mungkin kita harus waspada dan hati-hati lho bisa timbul demensia," kata Bowo, seperti dikutip dari Liputan6.com.

1 dari 5 halaman

Faktor pemicu

Faktor sering lupa bukan satu-satunya pemicu seseorang menderita dementia. Faktor lain, seperti alzheimer, gangguan metabolik dan vaskular bisa menjadi penyebab timbulnya dementia.

 Hindari 6 Makanan Ini Saat Sakit Kepala

" Masih ada faktor penyebab demensia lain. Tidak bisa cuma melihat satu faktor penyebab saja," kata dr. Bowo.

Upaya mencegah dementia penting untuk dilakukan pada mereka yang masih muda. Antara lain gizi seimbang, baik vitamin, mineral, protein, dan zat gizi lain harus terpenuhi.

" Pencegahan demensia ada, yakni nutrisi harus mencukupi kebutuhan tubuh sehari-hari, pola makan yang sehat dan lingkungan mendukung," ungkap Bowo, yang berpraktik di RS Persahabatan Jakarta.

2 dari 5 halaman

Periksakan Diri

Ia juga mengingatkan jika kerap kali lupa bahkan hingga membahayakan diri dan orang lain, segera periksa ke rumah sakit. Tak perlu takut untuk berkonsultasi dengan dokter agar mendapat perawatan yang sedini mungkin.

 Konsultasi dokter

" Jangan lengah saat kehilangan memori. Ini bisa jadi tanda dementia. Perlu deteksi dini bagaimana kesehatan kognitif," ujar Bowo.

Laporan Fitri Haryanti Harsono/ Liputan6.com

3 dari 5 halaman

Catat! 3 Langkah Agar Tehindar dari Kepikunan

Dream - Pelupa, pikun dan demensia identik dengan penuaan. Lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia mengalami kondisi ini. Jumlah tak berhenti di situ tapi makin bertambah.

Tidak seorang pun ingin memori mereka memburuk. Untuk menjaga otak dalam kondisi baik hingga masa tua, ada kebiasaan yang bisa kamu lakukan.

 Tips Jitu Agar Tidak Mudah Pikun

Tiga langkah ini bisa membantu meningkatkan kesehatan otak dan mengurangi risiko terkena demensia serta penyakit otak lainnya.

1. Tetap aktif secara fisik
Riset membuktikan bahwa olahraga tidak hanya baik untuk tubuh namun juga baik untuk otak. Walaupun hanya rutin berjalan kaki selama 20 menit. Olahraga Latihan membuat otak lebih sehat karena dapat meningkatkan neuron baru dan koneksi sinaptik di otak, terutama di hippocampus. Hippocampus merupakan bagian penting karena itu adalah area pusat otak untuk belajar dan mengingat.

Mark Albers, asisten profesor neurologi di MassGeneral Institute for Neurodegenerative Disease, merekomendasikan untuk mengganti treadmill dengan berjalan kaki di luar.

" Di samping latihan aerobik, berlari, berjalan dan berenang, Anda harus memasukkan latihan kekuatan ke dalam rutinitas Anda juga" ujar Ronald Petersen, seorang dokter dan direktur Pusat Penelitian Penyakit Alzheimer Mayo Clinic, dikutip dari Huffingtonpost.

4 dari 5 halaman

2. Biarkan otak tetap bekerja

Setiap manusia pasti tidak ingin melupakan memorinya selama hidup. Cara paling tepat untuk menjaga memori adalah dengan memelihara hubungan sosial dan terlibat dalam kegiatan intelektual.

 Ini Alasan Mengapa Bisa Pusing Ketika Membaca Buku di Mobil

Misalnya ikut klub buku, masuk komunitas yang terkait dengan hobi. Rutin membaca dan berinteraksi dengan kerabat juga penting dilakukan.

" Saya menasihati pasien saya untuk terlibat dalam kegiatan yang melibatkan emosi. Seperti mencoba menanam tanaman baru satu atau dua tanaman setiap tahun," ujar Albers.

5 dari 5 halaman

3. Makan makanan sehat

Penelitian menunjukkan bahwa makan makanan sehat, baik untuk menjaga kesehatan tubuh, termasuk otak. Konsumsi makanan seperti ikan, buah, sayuran segar, biji-bijian, minyak zaitun, kacang-kacangan dan jenis lemak sehat lainnya, serta mengurangi daging dan produk susu.

 3 Makanan Sehat yang Tren di 2017

" Cara makan ini berkorelasi dengan memori dan hasil kognitif yang lebih baik dari waktu ke waktu" kata Albers.

Laporan Mega Rasmiyati

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo