Jangan Terjebak Berita Bohong Seputar Penularan HIV

Reporter : Mutia Nugraheni
Jumat, 10 Agustus 2018 09:42
Jangan Terjebak Berita Bohong Seputar Penularan HIV
Hoax yang tersebar hanya memperparah stigma terhadap penderita HIV/ AIDS.

Dream - Hoaks atau berita bohong cukup sering terjadi di dunia kesehatan. Salah satunya seputar penularan HIV/AIDS. Banyak yang percaya kalau virus HIV/ AIDS bisa ditularkan melalui kolam renang atau bersentuhan kulit.

Kabar itu tidaklah benar. Berita bohong tersebut hanya memperparah stigma terhadap penderita HIV/ AIDS. Jangan sampai terjebak dengan berita bohong seputar penyakit tersebut.

" Masyarakat perlu memahami faktanya, ada banyak hoaks soal penularan HIV yang tentunya tak bisa dipertanggungjawabkan," ujar Adyana Esti, dokter di Klinik Angsamerah, saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Seperti hoaks penularan HIV yang membuat para penderitanya semakin dijauhi. Antara lain bisa menular melalui pisau cukur, alat makan, berciuman, kolam renang, pakaian bekas, pembalut dan masih banyak lagi.

" Faktanya HIV/AIDS hanya dapat menyebar melalui cairan tubuh seperti darah, sperma, cairan vagina, dan air susu ibu (ASI). Jika virus dalam jumlah sedikit maka tidak cukup untuk menularkan," kata Adyana.

Virus HIV akan mati dalam waktu kurang dari satu menit jika keluar dari tubuh manusia. Dokter Esti menambahkan, masyarakat juga masih sulit membedakan HIV dan AIDS. Hal ini menciptakan persepsi bahwa orang dengan HIV sudah pasti terkena AIDS, dan orang dengan HIV tinggal menunggu waktu untuk meninggal.

" Ini yang salah kaprah di masyarakat. Orang dengan HIV masih bisa hidup normal dan mengejar mimpi mereka asal mendapat pengobatan yang cepat dan tepat. HIV tidak selalu berakhir dengan AIDS, namun orang dengan AIDS sudah pasti terserang virus HIV," ujarnya.

HIV adalah jenis virus (Human Immunodeficiency Virus) yang menyerang kekebalan tubuh manusia. Virus ini menyerang T cell, yang merupakan bagian dari sel darah putih yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh.

Bila T cell rusak, maka tubuh akan kehilangan kemampuan mengenali virus dan bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Laporan Rahma Yultus

Beri Komentar