Jenis-Jenis Cerita Dongeng Anak yang Penting Diketahui dan Contohnya yang Populer

Reporter : Widya Resti Oktaviana
Rabu, 19 Januari 2022 12:35
Jenis-Jenis Cerita Dongeng Anak yang Penting Diketahui dan Contohnya yang Populer
Ada berbagai jenis dongeng yang cocok diberikan pada anak dengan pesan moral di dalamnya.

Dream – Adakah dari sahabat Dream yang waktu kecil sering dibacakan dongeng? Ya, dongeng menjadi salah satu kegemaran anak-anak yang biasanya kerap dibacakan oleh ayah atau ibu sebelum tidur atau dibacakan oleh guru di sekolah. Bahkan ada banyak sekali tema cerita dongeng anak yang seru-seru sehingga bisa mencuri perhatian anak dengan sangat mudah.

Ada banyak cerita dongeng anak populer yang sampai sekarang masih diingat. Baik itu dongeng dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Misalnya saja Si Kancil Mencuri Timun, Malin Kundang, Sangkuriang, Cinderella dan Sepatu Kaca, Putri Salju dan Tujuah Kurcaci, dan masih banyak lagi.

Kesemua dongeng tersebut ketika diceritakan kepada anak bisa memberikan dampak yang positif bagi sang anak itu sendiri. Di mana mereka bisa berimajinasi, mengenalkan huruf, warna, dan gambar, serta memberikan pendidikan moral melalui pesan yang disampaikan dari dongeng tersebut.

Nah, bagi para orang tua yang memiliki anak kecil, alangkah baiknya jika mengetahui apa saja jenis-jenis cerita dongeng anak. Berikut adalah jenis-jenis cerita dongeng anak sebagaimana dirangkum dari Kapanlagi.com dan Merdeka.com.

1 dari 3 halaman

Pengertian Dongeng

Pengertian Dongeng© Shutterstock.com

Sebelum membahas tentang apa saja jenis-jenis cerita dongeng anak yang bisa diberikan pada sang buah hati, akan lebih baik jika mengetahui terlebih dahulu pengertian dari dongeng itu sendiri.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh).

Sedangkan dikutip dari Merdeka.com, menurut James Danandjaja, dongeng adalah suatu cerita rakyat yang tidak dianggap benar-benar terjadi oleh empunya cerita. Dongeng juga tidak terikat dalam suatu tempat atau waktu, hal ini karena dongeng diceritakan untuk memberikan hiburan.

Lalu menurut Poerwadarminta, dongeng adalah cerita mengenai kejadian di zaman dahulu yang aneh-aneh atau cerita yang tidak terjadi. Dongeng ini diceritakan dengan tujuan untuk memberikan hiburan meskipun banyak yang menggambarkan tentang kebenaran, pelajaran atau moral, hingga sindiran. Dalam dongeng juga terkandung harapan-harapan, keinginan, serta nasihat baik tersirat maupun tersurat.

2 dari 3 halaman

Jenis-jenis Dongeng

Jenis-jenis Dongeng© Shutterstock.com

Setelah mengetahui pengertian dari dongeng, sahabat Dream juga penting untuk mengetahui apa saja jenis-jenis dari cerita dongeng anak. Dengan begitu, ketika memilih buku cerita bisa langsung tahu bahwa cerita yang dipilihnya tersebut masuk ke dalam jenis dongeng seperti apa. Tentunya ini akan menjadi tambahan pengetahuan tentang dongeng itu sendiri.

Berikut adalah jenis-jenis cerita dongeng anak yang penting untuk diketahui sebagaimana dikutip dari Kapanlagi.com:

Legenda

Jenis cerita dongeng anak yang pertama adalah legenda. Nah, di Indonesia sendiri ada banyak sekali cerita dengan jenis legenda yang populer. Misalnya saja Asal-usul Danau Toba, Gunung Tangkuban Perahu, Malin Kundang, Roro Jonggrang, dan masih banyak lagi. Meskipun cerita legenda tersebut sudah lama, namun masih tetap eksis hingga saat ini dan masih diceritakan pada anak-anak zaman sekarang.

Selain itu, cerita dongeng anak dengan jenis legenda biasanya juga dianggap nyata oleh sebagian besar masyarakat. Mereka meyakini bahwa hal tersebut dulunya benar-benar terjadi. Sehingga tempat yang diceritakan tersebut pun dianggap sakral oleh masyarakat. Baik masyarakat di sekita lokasi tersebut maupun masyarakat pada umumnya yang sudah mengenal betul akan cerita legenda tersebut.

Parabel

Jenis cerita dongeng anak yang kedua adalah parabel. Di mana cerita ini mengisahkan tentang nilai-nilai pendidikan, baik itu tentang pendidikan moral, agama, dan sebagainya yang disampaikan secara tersirat. Contoh dari cerita dongeng anak dengan jenis parabel ini misalnya saja Malin Kundang yang mengisahkan tentang seorang anak yang durhakan kepada ibunya.

Dongeng parabel ini memiliki sifat yang fleksibel, di mana bisa dibuat oleh setiap orang. Meski begitu, dongeng jenis parabel biasanya lebih sering diberikan kepada anak-anak untuk menyampaikan pesan pendidikan. Karena melalui dongeng, anak akan lebih mudah untuk memahaminya.

Fabel

Jenis cerita dongeng anak yang ketiga adalah fabel. Nah, inilah jenis dongeng yang sudah umum di sering diceritakan kepada anak-anak. Fabel ini menceritakan tentang kehidupan binatang yang mampu berbicara seperti layaknya manusia. Sehingga hal ini pun tampak nyata. Bahkan dalam cerita fabel juga ada konflik yang muncul dan ada pesan moral yang disampaikan.

Contoh cerita dongeng anak jenis fabel adalah Si Kancil Mencuri Timun, Kancil Cerdik dan Buaya, Semut dan Belalang, Kelinci Sombong dan Kura-kura, dan masih banyak lagi. Cerita fabel biasanya mudah untuk menarik perhatian anak-anak karena menampilkan hewan itu sendiri yang disajikan dengan gambar dan warna yang menarik.

3 dari 3 halaman

Jenis-jenis Dongeng

Hikayat

Jenis cerita dongeng anak yang keempat adalah hikayat. Di mana jenis cerita ini adalah rekaan dalam sastra Melayu yang menunjukkan tentang keagungan serta kepahlawanan. Cerita ini biasanya mengisahkan tentang seorang tokoh yang hebat, sakti, dan memiliki jiwa pahlawan.

Tak hanya itu saja, dalam cerita hikayat juga menunjukkan adanya keanehan karena si tokoh yang memiliki kekuatan tertentu. Tujuan dari membaca hikayat adalah untuk menghibur hingga membangkitkan semangat. Contoh cerita hikayat misalnya saja Jaya Lengkara, Jaka Tarub, Abu Nawas dan Botol Ajaib, dan sebagainya.

Mitos

Jenis cerita dongeng anak yang kelima adalah mitos. Mitos ini bercerita tentang hal-hal yang berkaitan dengan setan, jin, maupun dewa-dewi yang dianggap nyata keberadaannya oleh mereka yang memang menganutnya. Mitos ini sudah terjadi dalam waktu yang sangat lama lalu kemudian dilebih-lebihkan oleh masyarakat. Sehingga tak sedikit dari masyarakat yang memercayainya.

Beberapa contoh cerita mitos yang populer di tengah masyarakat adalah Nyi Roro Kidul yang merupakan ratu pantai selatan. Konon jika seseorang mengunjungi Pantai Parangtritis di Yogyakarta dilarang menggunakan pakaian berwarna hijau. Karena nantinya bisa dibawa oleh Nyi Roro Kidul.

Dongeng Jenaka

Jenis cerita dongeng anak yang keenam adalah dongeng jenaka. Jenaka sendiri berarti memiliki unsur komedi atau lucu. Biasanya cerita-cerita jenaka inilah yang bisa membuat pembacanya tertawa. Meskipun lucu, namun di akhir cerita tetap ada pesan moral yang bisa diambil. Contoh dongeng jenaka misalnya saja Abu Nawas yang terkenal lucu, malas, dan terkadang bersikap licik.

Sage

Jenis cerita dongeng anak yang ketujuh adalah sage. Sage ini merupakan bentuk cerita lama yang mengandung unsur sejarah. Di dalamnya mengisahkan tentang kepahlawanan, kesaktian, keberanian, dan juga keajaiban yang dimiliki oleh si tokoh.

Cerita sage ini umumnya diceritakan dari mulut ke mulut yang akhirnya menyebar dan dikenal oleh masyarakat luas. Contoh cerita sage misalnya saja Roro Jonggrang dan Tangkuban Perahu.

Beri Komentar