Kabar Buruk, Polusi Udara Bisa Picu Disfungsi Ereksi

Reporter :
Jumat, 20 September 2019 19:12
Kabar Buruk, Polusi Udara Bisa Picu Disfungsi Ereksi
Polusi juga bisa menimbulkan masalah seksual, terutama pada kaum pria.

Dream - Kebakaran hutan di beberapa wilayah di Indonesia sampai saat ini terus berlangsung. Kualitas udara menurun drastis sampai pada level yang sangat mengkhawatirkan. Ditambah dengan polusi dari asap kendaraan bermotor.

Efeknya secara kesehatan tentu saja sangat buruk. Selama ini kita hanya tahu kalau polusi bisa memicu masalah pernapasan. Ternyata tak hanya itu saja, polusi juga bisa menimbulkan masalah seksual, terutama pada kaum pria.

Hal tersebut terungkap dalam penelitian yang dilakukan tim dari Universitas Guangzhou, dan dipublikasikan di Journal of Sexual Medicine. Mereka melakukan penelitian dengan menganalisis efek asap knalpot kendaraan bermotor (VE) terhadap kinerja ereksi.

1 dari 6 halaman

Pengaruhi kemampuan ereksi

Hasil penelitian menunjukkan bahwa polusi udara secara negatif mempengaruhi fungsi ereksi dan kesehatan secara. Para peneliti memilih untuk menggunakan VE karena biasanya merupakan sumber utama polusi udara di daerah perkotaan.

 Jangan Abaikan Disfungsi Ereksi, Segera Konsultasi

Studi ini dilakukan pada tikus sehat berumur 12 minggu yang dipecah menjadi empat kelompok yang terdiri dari 10 individu dan mereka terpapar pada level VE yang berbeda selama periode tiga bulan untuk mengukur hubungan antara polusi udara dan impotensi. Ditemukan bahwa semakin lama tikus terkena VE, semakin banyak masalah yang timbul.

2 dari 6 halaman

Picu Peradangan Sistemik

Setelah tiga bulan, para peneliti menguji fungsi ereksi menggunakan stimulasi listrik dan fungsi paru-paru dengan Forced Pulmonary Maneuver System. Hasilnya menunjukan bahwa tikus yang terpapar VE selama empat atau enam jam memiliki " pengurangan fungsi ereksi" yang signifikan dalam hal tekanan intracavernous (ICP).

 Sering Sakit Punggung? Hati-hati Kanker Prostat

Peneliti menyimpulkan penurunan kinerja seksual ini kemungkinan disebabkan oleh peradangan sistemik, disfungsi paru, dan berkurangnya kadar oksida nitrat sintase dalam jaringan ereksi yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Selain itu, kapasitas paru-paru berkurang, alveoli hancur dan ada perubahan abnormal pada jaringan penis.

Kemungkinan besar juga ada hubungan antara polusi udara dari VE ke fungsi seksual. Para peneliti mengungkap perlu ada lebih banyak penelitian untuk mengetahui efeknya secara detail pada kesehatan seksual.

3 dari 6 halaman

Kanker Penis Lebih Ganas dari Prostat, Ketahui Gejalanya

Dream - Kanker bukan hanya menyerang prostat, tapi bisa juga terjadi pada organ intim pria. Sifatnya jauh lebih ganas dan bahkan lebih cepat berujung pada kematian.

Penyakit ini rupanya berkaitan erat dengan infeksi Human Papiloma Virus (HPV) layaknya kanker serviks pada wanita. Gejala awalnya yaitu muncul ruam di area alat vital pria.

 Kanker Penis Lebih Ganas dari Prostat, Ketahui Gejalanya

Berbeda dengan kanker prostat, kanker penis harus langsung diobati karena lebih agresif. Deteksi dini merupakan satu-satunya harapan agar dapat mempertahankan genital pria. Lebih buruknya lagi, kanker penis dapat menyerang kelenjar getah bening.

" Kelenjar getah bening merupakan titik pengedaran sel kanker. Dia bagaikan kereta api, kalau kanker masuk, sel akan cepat menyebar," kata Poh Beow Kio Kiong, pakar Urologi Parkway Hospitals Singapore, di Jakarta, Kamis 31 Desember 2019.

4 dari 6 halaman

Ada Ruam dan Benjolan

Gejala yang perlu diperhatikan adalah munculnya benjolan, ruam atau lecet yang tak kunjung sembuh serta pendarahan pada penis. Kebiasaan merokok, seks bebas, dan infeksi HIV, dapat memperbesar risiko kanker penis.

 Eksekusi Kebiri Kimia Pertama di Indonesia Segera Dilakukan, Ketahui Faktanya

Poh menegaskan, amputasi penis menjadi jalan satu-satunya ketika kanker sudah sangat akut. Dokter akan menilai apakah pengangkatan penis dilakukan sepenuhnya atau hanya sebagian (parsial).

" Jika hanya sebagian masih bisa ereksi namun hubungan seks akan sulit karena tidak bisa penetrasi. Yang penting pasien masih bisa buang air kecil sambil berdiri," ujarnya.

5 dari 6 halaman

Prostat Membesar Tak Selamanya Kanker, Ini Cara Mengetahuinya

Dream - Kanker prostat menjadi hantu di kalangan pria. Banyak yang bergidik begitu mendengarnya. Padahal, kanker prostat tidak selalu berbahaya.

Manusia pada dasarnya memiliki sel pontensi kanker. Apabila bermutasi, sel tersebut dapat menggerogoti organ tubuh. Genetik dan gaya hidup menjadi faktor risiko terbesar.

 Ini Alasan Pria Enggan Periksakan Kanker Prostat

Tak semudah itu mendiagnosa kanker. Jenis kanker prostat terbagi menjadi dua, yakni jinak dan ganas. Poh Beow Kiong, Ahli Urologi Parkway Hospitals Singapore menyebutkan tingkat keganasan kanker dapat dilihat melalui PSA (Prostate Specific Antigen).   " Kalau nilainya tinggi patut dicurigai, meski belum tentu kanker. Nilai di atas 3 harus dilakukan tes biopsi untuk mengukur sifat dan tingkat keganasan kanker," tuturnya di Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.   Tes biopsi dilakukan melalui dubur. Alat akan mengukur tingkat kepadatan kelenjar prostat. Apabila terasa keras maka patut dicurigai. Prosesnya berlangsung 5 menit dan tidak menimbulkan rasa sakit karena kelenjar prostat tidak memiliki saraf.      

6 dari 6 halaman

Menghitung Laju Penyebaran Kanker

Jika terbukti kanker, dokter akan melakukan PET Scan untuk menghitung laju penyebaran kanker. Jika sudah menyebar, kanker prostat bisa menyerang organ tubuh lain seperti tulang belakang.  

" Jika sifatnya jinak bukan berarti didiamkan. Dia dalam keadaan dorman atau tidur. Akan diberikan obat untuk memperkecil ukuran kanker dan monitoring setiap 6 bulan sekali," ujarnya.

Gaya hidup sebaiknya lebih diperhatikan agar kanker tidak berubah jadi agresif. Jauhi rokok dan mulai konsumsi makanan bernutrisi.   

Selain itu, pastikan mendapat waktu tidur yang cukup. Kekebalan tubuh akan berkurang seiring dengan kurangnya istirahat. Faktor stres tersebut dapat memicu ganasnya kanker.(Sah)

Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi