Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Anak Ditinggal Sendirian saat Masih Kecil, Di Mana Batas Kebebasan dalam Pola Asuh?
Benarkah Sarden Kalengan Bukan Makanan Olahan? Ini Penjelasannya
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%
Ilustrasi
Dream - Melempar botol susu, berguling-guling di tempat umum atau menangis kencang karena sudah bosan terlalu lama di mobil. Polah anak ini mungkin jadi masalah sehari-hari para orangtua yang memiliki anak Batita (bawah tiga tahun).
Menghadapinya dengan emosi sering terjadi. Anak teriak, orangtua membalas dengan teriakan yang tak kalah lebih kencang. Ternyata, banyak orangtua yang beranggapan kalau Batita sudah bisa bersikap baik dan mengendalikan emosi.
Seperti survei yang dilakukan oleh Zero To Three, sebuah badan nonprofit berbasis di Amerika Serikat. Survei dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengetahuan orangtua seputar perkembangan emosi anak dan mengendalikannya.
Hasil survei menunjukan jika orangtua terlalu berharap lebih pada pengendalian emosi Batita, padahal anak belum sampai dalam tahap itu. mampu mengendalikan emosi. Tim peneliti menyebutnya dengan istilah " expectation gap" . Hasilnya, lebih dari 50 persen orangtua menganggap batita sudah bisa mengontrol dirinya sendiri.
" Memiliki ekspektasi yang realistis pada anak penting dimiliki orangtua. Hal ini untuk mengurangi level stres saat menghadapi anak. Begitu juga pemberian hukuman. Pada anak di bawah tiga tahun hukuman tidak akan efektif, mereka masih butuh dibimbing dan diberitahu berulang mana yang benar dan mana yang salah," kata Matthew Melmed, direktur eksekutif Zero To Three.
Berikut detail hasil survei yang dilakukan Zero to Three. Sebanyak 56 persen orangtua percaya anak di bawah usia 3 tahun dapat mengontrol sikap dan kemauannya. Lalu 43 persen orangtua berpikir anak dapat berbagi dan bergantian dengan anak lain sebelum usia 2 tahun.
Sebanyak 24 persen orangtua juga percaya kalau anak usia 2 tahun bisa mengontrol emosinya. Padahal faktanya tak demikan, menurut Melmed, mengendalikan kemauan diri baru akan berkembang ketika anak berusia 3,5 hingga 4 tahun.
" Butuh lebih dari satu tahun untuk mengajarkan anak bisa mengendalikan kemauannya sendiri, itu pun harus diajarkan secara konsisten. Lalu kemampuan berbagi dan bergantian juga baru berkembang pada usia 4 tahun, begitu juga kontrol emosi," ujar Melmed.
(Sah/Sumber: Zero to Three)
Advertisement
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO

Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI


5 Kebiasaan Setelah Makan Malam yang Bisa Membantu Menjaga Gula Darah Semalaman

8 Kombinasi Makanan yang Bisa Membantu Tubuh Menyerap Lebih Banyak Nutrisi

5 Negara Paling Beragam Secara Etnis di Dunia, Nomor 1 Punya Lebih dari 800 Bahasa

8 Kebiasaan yang Diam-Diam Bisa Merusak Kesehatan Jantung Menurut Ahli



Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya