Berbuat Baik Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Emosional

Reporter : Ervina
Senin, 8 Desember 2014 11:29
Berbuat Baik Pengaruhi Kesehatan Fisik dan Emosional
Kebiasaan berbagi waktu, cinta, perhatian dan materi kepada sesama ternyata dapat berpengaruh pada kesehatan fisik dan mental seseorang.

Dream - Kebiasaan untuk melakukan kebaikan ternyata bukan hanya berpengaruh pada kesehatan mental saja. Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan di New York menemukan bahwa kebiasaan melakukan kebaikan juga dapat membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Dalam studi yang dimuat jurnal Psychology and Aging, para relawan yang berusia dewasa hingga tua diketahui mengalami penurunan risiko darah tinggi hingga mencapai 40 persen. Dalam studi yang dilakukan selama empat tahun dan melibatkan sekitar 1.164 orang dewasa berusia 51-91 tahun diketahui beranjak tua dengan kondisi kesehatan yang tetap baik.

" Secara emosional, orang yang berbuat baik memupuk perasaan positif dalam diri dan mengalami peningkatan harga diri. Hal ini berlaku untuk mereka yang kerap berbuat kebaikan berupa meluangkan waktu, cinta, perhatian, bukan hanya sekedar uang," kata Psikolog Chloe Carmaichael, PhD seperti dilansir Everyday Health, Senin 8 Desember 2014.

Para relawan ini diketahui memiliki hubungan sosial yang baik dengan lingkungan sehingga mempengaruhi kualitas hidup mereka saat sudah tidak lagi muda. Kebiasaan berbagi dan berpikiran positif juga membuat mereka mengalami penurunan risiko sejumlah penyakit mematikan.

" Mereka yang memiliki hubungan sosial positif memiliki kesehatan jantung terjaga hingga melalui masa tua dengan jauh lebih sehat," tulis Rodlescia Sneed, seorang psikolog di Universitas Carniege Mellon Dietrich Pittsburg.

Selain berpengaruh pada orang tua, kebiasaan melakukan kebaikan juga berlaku pada sejumlah relawan berusia remaja. Dalam studi yang diterbitkan jurnal JAMA Pediatrics melibatkan 106 siswa kelas X yang dibagi dalam dua kelompok yang memiliki kebiasaan melaporkan kebaikan apa yang mereka lakukan selama 10 minggu.

Hasilnya, dalam 10 minggu para siswa yang terbiasa melakukan kebaikan memiliki kadar kolesterol dan peradangan lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak terbiasa melakukan kebaikan. Bahkan mereka juga lebih memiliki kemampuan berempati, berprilaku altruistik dan kesehatan mental serta jantung yang lebih baik.

Beri Komentar