Kenali Keputihan pada Wanita, Apakah Bahaya?

Reporter : Tantiya Nimas Nuraini
Kamis, 20 Juni 2019 16:36
Kenali Keputihan pada Wanita, Apakah Bahaya?
Keputingan memang kerap dirasakan oleh para wanita. Tetapi apakah kaputihan yang dirasakan termasuk normal? Atau tidak normal? Yuk simak informasi mengenai keputihan berikut ini.

Dream – Apakah kalian sering mengalami keputihan? Tidak perlu khawatir, hal wajar bagi wanita mengalami keputihan. Keputihan merupakan kondisi dimana vagina mengeluarkan cairan atau lendir. Keluarnya cairan tersebut merupakan cara alami tubuh untuk tetap dapat menjaga kelembapan dan kebersihan organ intim.

Cairan keputihan tersebut ternyata juga membawa sel mati dan bakteri yang ada di dalam tubuh untuk dikeluarkan. Hal tersebut agar vagina tetap terlindungi dari infeksi dan bakteri penyebab suatu penyakit. Keputihan sangat wajar terjadi pada wanita yang masih mengalami menstruasi dan ibu hamil. intensitas keputihan akan berkurang apabila seseorang telah memasuki masa menopause.

Sahabat Dream perlu merasa khawatir dan cemas apabila mendapati cairan keputihan mengalami perubahan warna, tekstur bahkan aroma. Dengan adanya perubahan pada cairan keputihan, maka hal tersebut bisa menjadi tanda keputihan tidak normal.

Untuk mengetahui keputihan pada wanita lebih jauh, Dream akan memberikan informasi mengenai keputihan. Mulai dari penyebab keputihan, gejala keputihan, diagnose medis, hingga cara mengatasinya. Simak informasi berikut ini.

1 dari 5 halaman

Penyebab Keputihan

Awal munculnya keputihan pada wanita umumnya terjadi 6 bulan sebelum mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya. Keputihan bisa disebabkan oleh beberapa faktor penyebab. Berikut beberapa faktor yang dapat menyebabkan keputihan.

  1. Perubahan hormon
  2. Mendapatkan rangsangan seksual
  3. Wanita Menyusui
  4. Mengalami Stress
  5. Adanya infeksi, bakteri ataupun jamur
  6. Konsumsi pil KB dan obat kortikosteroid
  7. Penderita diabetes
  8. Adanya iritasi di sekitar atau dalam vagina

 

2 dari 5 halaman

Gejala Keputihan

Terdapat 3 golongan untuk menjelaskan gejala dari keputihan pada wanita. Dalam hal ini, Sahabat Dream bisa mengetahui apakah keputihan yang terjadi pada diri kalian termasuk golongan keputihan yang normal, tidak normal, ataupun abnormal.

Keputihan Normal
Keputihan yang masuk dalam kategori ini memiliki tanda atau gejala sebagai berikut

  • Berwarna putih atau tidak berwarna
  • Tidak ada aroma yang menyengat
  • Akan meninggalkan bercak kekuningan di celana dalam

Keputihan Tidak Normal
Keputihan kategori ini memiliki tanda sebagai berikut:

  • Cairan mengalami perubahan warna
  • Cairan mengeluarkan aroma yang tidak sedap
  • Memiliki tekstur yang tidak biasa
  • Cairan keputihan keluar lebih banyak
  • Keluar darah setelah melakukan hubungan intim
  • Keluar darah di luar jadwal siklus menstruasi

Keputihan Abnormal
Bagi Sahabat Dream yang merasakan tanda-tanda berikut ini sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter.

  • Gatal di area vagina
  • Nyeri ketika buang air kecil
  • Nyeri di panggul
  • Vagina terasa seperti terbakar
3 dari 5 halaman

Diagnosa Medis

  • Cairan keputihan berwarna coklat atau disertai dengan darah
    Keputihan ini disebabkan oleh tidak teraturnya siklus menstruasi pada wanita. Kondisi ini memang jarang terjadi pada wanita. Akan tetapi, apabila mendapati keputihan dengan ciri tersebut kalian harus tetap waspada. Pasalnya, keputihan ini bisa menjadi tanda dari munculnya kanker rahim atau leher rahim (serviks).
  • Cairan keputihan berwarna hijau atau kuning dan berbuih
    Sahabat Dream harus melakukan konsultasi ke dokter jika mendapati keputihan dengan ciri tersebut. Keputihan ini disebabkan karena adanya penyakit trikomoniasis pada tubuh kalian.
  • Cairan keputihan berwarna kelabu atau kuning
    Sama seperti ciri sebelumnya, sebaiknya segera lakukan konsultasi dengan dokter apabila mendapati keputihan dengan ciri tersebut. Keputihan ini muncul disebabkan karena adanya suatu penyakit yaitu gonore.
  • Cairan keputihan berwarna putih dan kental
    Keputihan dengan ciri ini muncul karena adanya infeksi jamur pada vagina. Untuk itu, penting bagi wanita untuk selalu menjaga kebersihan vagina.
  • Cairan keputihan berwarna putih, abu-abu, atau kuning yang disertai bau amis
    Segera laukan konsultasi dengan dokter apabila mendapati keputihan dengan ciri tersebut. Keputihan dengan ciri ini disebabkan karena adanya penyakit vaginosis bakterialis yang menyerang organ intim kalian.
  • Cairan keputihan berwarna merah muda
    Bagi wanita setelah melahirkan akan sangat wajar muncul keputihan dengan warna merah muda. Hal tersebut dikarenakan keputihan dengan ciri ini terjadi pada saat wanita telah selesai menjalani proses melahirkan.
4 dari 5 halaman

Cara Mengatasi Keputihan

  1. Keputihan Normal
    Untuk keputihan yang masuk dalam golongan normal tidak perlu penanganan medis untuk menyembuhkannya. Sahabat Dream hanya perlu menjaga kebersihan vagina dengan selalu membersihkan area kewanitaan secara rutin. Dengan membersihkan area kewanitaan bertujuan untuk menghilangkan lendir keputihan yang keluar melalui vagina.
  2. Keputihan Tidak Normal dan Abnormal
    Untuk mengatasi keputihan golongan ini, harus segera melakukan konsultasi dan pemeriksaan lengkap dengan dokter. Setelah mengetahui penyebab dari keputihan yang dialami, dokter akan memberikan obat untuk dapat mengatsi keputihan tersebut. Obat tersebut misalnya seperti obat antibiotic, obat antijamur, metronidazole atau bahkan tinidazole.
5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Keputihan

  • Bersihkan vagina menggunakan air hangat dan bisa juga dengan sabun khusus area kewanitaan. Setelah melakukan buang air kecil atau besar usahakan untuk selalu membersihkan dengan sabun. Cara ini dapat membantu untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina dari dubur.
  • Jangan menggunakan semprotan air untuk membersihkan area kewanitaan. Hal ini akan berisiko menghilangkan bakteri baik yang ada di vagina. Bakteri baik itu sendiri bermanfaat untuk melindungi vagina dari infeksi.
  • Selalu gunakan celana dalam dengan bahan katun. Kain katun dapat membantu menjaga kelembapan vagina. Sebaiknya para wanita menghindari memakai celana dalam yang terlalu ketat.
  • Usahakan menggunakan sabun khusus area kewanitaan yang tidak mengandung parfum di dalamnya. Dengan adanya parfum di dalam sabun tersebut, akan mengganggu keseimbangan bakteri baik yang ada di vagina.
  • Selalu mengganti pembalut setidaknya 3-5 jam sekali pada saat menstruasi.
  • Tidak berganti pasangan pada saat melakukan hubungan intim
  • Menggunakan kondom pada saat melakukan hubungan intim agar terhindar dari resiko tertular penyakit kelamin
  • Lakukan konsultasi dan pemeriksaan vagina secara rutin dengan dokter kandungan.

(Sumber: Alodokter.com)

Beri Komentar