Kenali Sinyal Tubuh Saat Konsumsi Gula Berlebihan

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 22 April 2021 09:12
Kenali Sinyal Tubuh Saat Konsumsi Gula Berlebihan
Sahabat Dream harus menjaga asupan selama berpuasa. Jangan terlalu banyak konsumsi makanan dan minuman manis.

Dream – Saat buka puasa, kita cenderung ingin minum minuman dan makan hidangan manis. Seperti sirup dingin, teh manis, atau kue-kue. Hal ini sebenarnya tak boleh berlebihan.

Pasalnya, gula darah bisa melonjak dan membahayakan. Berbeda dengan jenis gula alami yang ada di buah dan sayuran, gula yang sengaja ditambahkan pada makanan agar rasanya manis, seperti permen, kue, minuman dan lainnya bila dikonsumsi terlalu banyak akan tidak baik bagi kesehatan tubuh.

Gula tambahan yang dikandung dalam makanan cepat saji biasa disamarkan atau disembunyikan dengan bebagai nama. Setidaknya ada 61 nama lain gula yang sering ada pada label komposisi makanan atau minuman.

Sebaiknya, Sahabat Dream lebih berhati-hati untuk mengonsumsi makanan dan minuman ultraproses. Jangan terlalu sering karena bisa meningkatkan risiko diabetes. Lalu apa tandanya jika kita terlalu banyak mengonsumsi gula? Berikut gejalanya, dikutip dari Sehatq.

Mudah lapar
Tubuh yang sudah mendapat kalori dari pemanis yang berlebih akan membuat seorang merasa lapar terus, meski baru makan dan minum namun rasanya seperti tidak makan berjam-jam. Ketika makanan dengan gula pemanis tambahan dikonsumsi, akan terasa sangat enak di lidah, tapi sebenarnya tidak mengisi perut sama sekali.

Terlebih camilan seperti keripik kaya garam dan gula. Jenis makanan tersebut tidak mengandung protein, serat, dan lemak sehat yang cukup untuk tubuh, sehingga akan lebih cepat merasakan lapar kembali.

Mudah tersinggung
Studi di jurnal Medical Hypotheses, menemukan bahwa mengonsumsi gula terlalu banyak memicu peradangan, mood buruk, sampai berisiko menimbulkan gejala depresi.
Mengapa demikian? Ketika mengonsumsi makanan tinggi gula dan kalori, kadar gula dalam tubuh juga ikut naik. Lalu saat tubuh berupaya memprosesnya dengan sekuat tenaga, level energi justru menurun signifikan sehingga terasa lesu dan mudah tersinggung.

 

1 dari 5 halaman

Tubuh lesu
Gula merupakan sumber energi yang terserap tubuh dengan sangat cepat meski dikonsumsi dalam skala yang banyak. Terlalu banyak gula dalam tubuh akan membuat sesorang merasa lesu dan lelah lebih mudah.

Lalu ketika kadar gula tubuh dan insulin naik turun secara signifikan, level energi bisa ikut menurun. Hal ini akan mempengaruhi energi seorang secara keseluruhan.

Kelelahan Setelah Sembuh dari Covid-19 Juga Dialami Pasien Bergejala Ringan© MEN

Marasa makanan kurang manis
Jika makanan dan minuman yang sebenarnya sudah manis namun dirasa masih hambar, bisa jadi ini tanda dari kebanyakan konsumsi gula. Hal ini terjadi karena otak sudah terlatih mengenali makanan dan minum yang sangat manis.

Akibatnya akan lebih sulit memuaskan otak dan indra perasa karena ekspektasi makanan terlalu manis sebelumnya membuat makanan dan minuman yang selanjutnya dikonsumsi menjadi hambar.

 

2 dari 5 halaman

Tekanan darah tinggi
Menurut American Journal of Cardiology, mengonsumsi minuman dengan pemanis tambahan sangat berkaitan dengan tekanan darah tinggi serta risiko hipertensi. Glukosa tinggi dapat merusak dinding pembuluh darah yang mengakibatkan kolesterol lebih mudah mengendap di pembuluh darah hingga terjadi penyumbatan. Dari situlah tekanan darah mulai naik.

Ilustrasi Tekanan Darah Tinggi© Foto. pixabay

Muncul jerawat dan keriput
Resistansi insulin dapat memicu munculnya jerawat dan juga penuaan dini pada kulit. Apabila jerawat yang ada pada wajah tidak kunjung sembuh dan diikuti dengan munculnya keriput, ini menjadi tanda seorang kelebihan gula.

Laporan Josephine Widya/ Sumber Sehatq

3 dari 5 halaman

Porsi Makan Tepat, Kunci Menjaga Level Gula Darah

Dream - Mengatur pola makan jadi lebih baik dan seimbang sangat penting untuk mereka yang sedang mengatur kadar gula darah. Terutama pada mereka yang menderita diabetes.

Jumlah kalori asupan sehari-hari harus diperhatikan. Mengonsumsi makanan dengan porsi tepat adalah kuncinya.

" Sebenarnya kalau makanan bukan secara jenisnya yang harus dibatasi, tapi jumlah kalorinya. Walaupun nasi merah kalau banyak, ya kalorinya besar. Jadi bukan semata-mata jenisnya," ungkap Ketut Suastika, ahli endokrin yang juga Ketua Umum Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (Perkeni), akhir pekan lalu.

Pemilihan makanan ini termasuk buah. Bagi mereka yang level gula darahnya tinggi atau termasuk penderita diabetes, sebaiknya hindari buah yang sangat manis.

" Kalau normal, bisa buah apa saja. Tapi kalau diabetes, prinsipnya makin manis, makin tinggi kalorinya. Jadi hindari buah yang terlalu manis," kata Ketut.

Ketut menyarankan penderita diabetes untuk memilih buah seperti apel atau melon lokal yang tidak begitu manis. Hindari juga madu karena sifatnya sama dengan gula.

" Konsumsi makanan sehat dan pengaturan kalori harus diseimbangkan dengan aktivitas fisik minimal 30 menit sehari atau 150 menit per minggu," pesannya. 

4 dari 5 halaman

Keju Bisa Mengontrol Kadar Gula Darah?

Dream - Bagi mereka yang memiliki kecenderungan gula darah tinggi, memang harus ekstra dalam menjaga pola makan. Terutama konsumsi makanan dengan glukosa dan lemak tinggi.

Namun ada kabar baik. Keju justru dianjurkan untuk penderita diabetes. Pasalnya, menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of Alberta, Kanada, keju bisa menurunkan kadar gula darah ketika dikonsumsi dalam jumlah cukup.

Tim peneliti menganalisis dampak konsumsi keju berlemak netral dan sedikit lemak terhadap kadar insulin. Penelitian dilakukan pada tikus yang memiliki gejala diabetes.

Kekhasan Tiga Jenis Keju Italia© MEN

Hasil penelitiannya membuktikan bahwa kedua jenis keju mampu mengurangi dan menyeimbangkan kadar insulin.

" Kandungan lemak dalam keju mungkin tidak akan berpengaruh pada kandungan lainnya, seperti protein dan kalsium. Hal yang paling menarik adalah kedua jenis keju bisa mengurangi kadar insulin," kata peneliti, seperti dikutip dari Misskyra.

Mereka juga memperhatikan proses metabolisme setelah mengonsumsi keju. Perubahan dalam tubuh disebabkan oleh molekul tertentu yang disebut fosfolipid, yang sangat bermanfaat bagi tubuh.

Fosfolipid ini bersikulasi rendah berkaitan dengan diabetes dan keseimbangan kadar insulin pada manusia. Penelitian lanjutan akan meneliti bagaimana kadar fosfolipid dalam keju dan mengapa hal tersebut terkait dengan keseimbangan kadar insulin.

5 dari 5 halaman

Level Insulin Normal Sangat Penting

Keseimbangan insulin merupakan kondisi yang berkaitan dengan proses penuaan dan obesitas. Selain itu, kadar insulin yang tidak normal juga bisa meningkatkan gula darah, meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2.

Apa yang Menyebabkan Gula Darah Jadi Tinggi?© MEN

Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa berendam dengan air hangat bisa menurunkan kadar gula darah, menyembuhkan peradangan dan meningkatkan metabolisme pada laki-laki yang kelebihan berat badan.

Hasil penelitian lainnya dari London School of Hygiene and Tropic Medicine menyimpulkan, kadar gula tinggi bisa meningkatkan potensi tuberkulosis (TB). Bahkan, kadar gula yang tinggi akan memperburuk TB terlebih dahulu, dibandingkan dengan diabetes. (ism)

Beri Komentar