Kerja 12 Jam di Lab Temukan Obat Virus Corona, Tangan Dokter Merah dan Bengkak

Reporter : Sugiono
Minggu, 9 Februari 2020 08:01
Kerja 12 Jam di Lab Temukan Obat Virus Corona, Tangan Dokter Merah dan Bengkak
"Saya tidak boleh menyerah, karena masih banyak orang menunggu hasil ini. Saya harus bertahan."

Dream - Perjuangan para relawan dan tim medis Ketika epidemi Wuhan terus menyebar, para dokter dan profesional medis telah bekerja tanpa lelah mencari penyembuhan untuk penyakit mematikan itu.

Banyak yang telah mengorbankan tidur mereka, waktu bersama keluarga mereka - beberapa bahkan telah mengorbankan hidup.

Baru-baru ini, seorang dokter yang sedang melakukan uji laboratorium untuk menemukan obat wabah virus corona memperlihatkan kondisi tangannya yang merah dan bengkak disertai radang.

Tangannya mengalami kondisi mengerikan setelah menghabiskan lebih dari 12 jam sehari di laboratorium untuk mengumpulkan sampel virus yang sekarang mewabah di beberapa negara.

1 dari 5 halaman

Kerja Keras Hingga Jam 3 Pagi

Dokter, yang dikenal sebagai Chen Jun, adalah wakil direktur Departemen Laboratorium di Rumah Sakit Paru Wuhan. Dia bekerja selama 19 tahun di sana.

Menurut Chen, tim laboratorium biasanya melakukan dua putaran pengujian sebanyak dua kali dalam sehari. Dalam setiap putaran membutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk menyelesaikannya.

Tetapi karena beratnya wabah virus corona, tim laboratorium harus bekerja selama 12 jam, hingga pukul 02:00 atau 03:00 pagi, setiap hari.

2 dari 5 halaman

Tangan Merah, Bengkak, dan Meradang

Karena berada sangat dekat dengan virus, Chen harus selalu berada dalam alat pelindung sepanjang waktu. Akibatnya, tangan Chen mulai berubah merah dan bengkak disertai radang akibat jarang kena udara.

Kondisi yang dialami oleh Chen dan rekan-rekannya itu dinamakan Erythema, yaitu terjadinya peradangan karena aliran darah di kapiler yang meningkat.

Chen mengungkapkan 27 dokter laboratorium dikirim pada awal Januari untuk memeriksa lebih dari 100-300 sampel virus untuk memilah setiap virus satu per satu.

3 dari 5 halaman

Tak Boleh Menyerah, Harus Bertahan

Dia mengakui bahwa setelah bekerja untuk jangka waktu yang lama, keringat dari tangan akan membuat kulit mengalami iritasi karena terperangkap dalam sarung tangan karet kedap udara.

Akibatnya, dia dan rekan-rekannya berusaha mengatasi iritasi kulit dan peradangan secara terus menerus.

Mereka hanya beristirahat sebentar untuk mengobati dan membalut tangan sebelum kembali ke pekerjaan mereka yang menyiksa.

Kondisinya itu tidak menyurutkan semangat Chen dan rekan-rekannya untuk menemukan obat bagi virus corona.

Chen mengatakan setiap pengujian membutuhkan 10 langkah untuk diselesaikan. Meskipun melelahkan, penting baginya untuk tetap fokus selama proses berlangsung.

" Saya tidak boleh menyerah, karena masih banyak orang menunggu hasil ini. Saya harus bertahan," katanya.

Sumber: World of Buzz

4 dari 5 halaman

Tangani Virus Corona Wuhan, Tubuh Perawat Penuh Bercak Merah

Dream - Kasus virus Corona Wuhan (2019-nCoV) di kota Wuhan, Provinsi Hubei, mencapai 11.000 orang. Para staf kesehatan berusaha keras menangani menyebarnya virus ini.

Seorang perawat di Departemen Penyakit Terinfeksi di Rumah Sakit Anak Provinsi China, Hu Pei, 22 tahun, bekerja keras hingga wajah dan tangannya penuh tanda merah. Bahkan, tangannya tampak keriput dan pecah-pecah karena terpapar alkohol selama seharian.

Kondisi ini membuat punggung tangannya seperti kulit orang tua.

Dilaporkan China Press, Hu Pei lahir di 1998. Selama bertugas menjalani kegiatan, dia menggunakan pakaian dan sarung tangan selama sehari, dengan bedak talcum di dalam sarung tangannya.

 Tangani Virus Corona Wuhan, Tubuh Perawat Ini Penuh Tanda Merah© MEN

 

5 dari 5 halaman

Pasrah Jika Masuk Karantina

" Aku bersiap untuk menjalani karantina setiap waktu," kata dia.

Dia mengatakan, ikut serta dalam misi itu sebagai bagian tanggung jawab generasi setelah 90-an.

" Faktanya, kami tidak takut, namun kami punya misi dan kami harus melakukan sesuatu. Kami muda dan takut tidak berpengalaman," ujar dia.

" Kadang ada rasa takut dan khawatir dalam hati dan keluargaku, tapi menggunakan masker, dan penutup wajah, baju pengaman tidak akan membuatku khawatir," ucap dia.

Kolega Hu Pei, Ning Bin berharap Hu Pei tidak lupa menggunakan krim dan sarung tangan.

Beri Komentar
Video Polisi Tes Kandungan Sabu Cair dalam Mainan Anak-anak