Ketahui Apa Itu 'Mental Illness', Jangan Sampai Salah Kaprah!

Reporter :
Selasa, 18 Agustus 2020 18:35
Ketahui Apa Itu 'Mental Illness', Jangan Sampai Salah Kaprah!
Jangan malu punya penyakit mental.

Dream - Mental illness atau gangguan kejiwaan masih dianggap hal tabu di masyarakat Indonesia. Tak heran banyak keluarga yang menyembunyikan anggota keluarganya yang diketahui mengalami gangguan kejiwaan.

Padahan mental illness merupakan penyakit yang tak kalah pentingnya mendapat perhatian masyarakat seperti penyakit fisik. Tingkat seseorang mengalami gangguan kejiwaan juba bertingkat seperti penyakit pada umumnya. 

Ilustrasi© Shutterstock

Sampai saat ini masih banyak orang menganggap gangguan mental yang diasosiasikan dengan ‘gila’. Inilah yang memicu pandangan negatif masyarakat terhadap orang yang menghadapi mental illness.

Padahal tidak semua mental illness bisa disebut gila lho Sahabat Dream.

1 dari 4 halaman

"It's Okay"

Ketika kamu atau ada orang di sekeliling merasa memiliki gangguan mental, mintalah pertolongan dari orang terdekat ataupun profesional jika sudah mengganggu produktivitas.

Ilustrasi© Shutterstock

“ It's okay untuk memiliki isu kesehatan mental, it's okay untuk merasakan emosi-emosi yang tidak nyaman, dan tapi kita juga kalau merasa rasa itu sudah menggangu produktivitas kita sehari-hari mungkin kita bisa mencari pertolongan,” ujar Asaelia Aleeza, Co-Founder Ubah Stigma, Live instagram Dream pada Selasa, 18 Agustus 2020.

“ Jangan malu, karena banyak banget yang mau bantu, setelah itu kita coba untuk bangkit lagi supaya kita bisa menjadi individu yang lebih baik dan memaksimalkan potensi kita,” tambah Asaelia.

2 dari 4 halaman

Simak penjelasan lengkapnya!

Tidak perlu malu jika kita butuh pertolongan karena orang sekitar kita ataupun profesional akan membantu ketika kita membutuhkannya. Saat ini sudah banyak yang sadar tentang pentingnya kesehatan mental.

Diketahui, Ubah Stigma adalah salah satu platform non-provit yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan mental. 

Tonton siaran ulang Live Ngobras ‘Merdeka dari Mental Illness bersama Ubah Stigma’ di IGTV Dream untuk tau lebih dalam tentang mental Illness.

      View this post on Instagram

A post shared by Dream.co.id (@dreamcoid) on

Laporan: Shania Suha Marwan

3 dari 4 halaman

Penyakit yang Bisa Muncul Saat Stres Berkepanjangan

Dream - Kemampuan tiap orang menghadapi masalah berbeda-beda. Ada yang cukup 'tahan banting', namun ada juga yang sangat stres. Memendam beban psikologis cukup dalam hingga berdampak pada kesehatan fisik.

Hal ini kerap tak disadari, sampai munculnya keluhan-keluhan kesehatan. Penting Sahabat Dream ketahui, stres mempengaruhi secara fisiologis dan psikologis, maka dari itu stres dapat menjadi penyebab beberapa penyakit kronis.

Ada beberapa penyakit yang bisa saja muncul karena stres berkepanjangan. Apa saja?

Asma

Stres dapat mempengaruhi sistem pernapasan. Selama stres, reaksi alami yaitu bernapas lebih keras. Bagi mereka yang mengidap emfisema atau penyakit paru-paru, hal tersebut dapat menyebabkan masalah pernapasan seperti serangan asma.

Penyakit Jantung

Selama mengalami stres, hormon stres adrenalin, kortisol, serta noradrenalin dilepaskan ke dalam tubuh. Hal ini mengakibatkan peningkatan secara tiba-tiba pada detak jantung karena banyak darah dipompa sekaligus serta tekanan darah meningkat dengan cepat. Setelah stres berlalu, tubuh akan kembali normal lagi.

Tetapi, mengalami stres yang berkepanjangan dan lonjakan berulang pada tingkat tekanan darah bisa berbahaya. Hal ini dapat menjadi penyebab penyakit jantung, terutama pada wanita pascamenopause yang memiliki hormon estrogen lebih rendah karena itu lebih rentan terhadap gangguan kardiovaskular.

4 dari 4 halaman

Diabetes

Beberapa hormon stres seperti kortisol dan epinefrin dapat memicu hati untuk menghasilkan lebih banyak glukosa, sehingga memberimu energi untuk mengatasi stres pada saat situasi darurat.

Kebanyakan glukosa ini tidak digunakan karena benar-benar tidak ada yang bisa dilawan atau dihindarkan. Lalu kemudian, tubuh menyerap kembali glukosa tersebut. Jika kamu mengalami stres berulang-ulang, gula darah tambahan yang dihasilkan bisa berbahaya dan dapat menyebabkan diabetes tipe 2 pada beberapa orang.

Penjelasan selengkapnya baca di Diadona.id

Beri Komentar