Ketahui Penyebab Masalah di Area Kewanitaan

Reporter : Gladys Velonia
Senin, 29 Januari 2018 08:44
Ketahui Penyebab Masalah di Area Kewanitaan
Bukan hanya jamur, bakteri, parasit, dan virus mengancam Miss V jika tidak dirawat dengan baik

Dream - Berada di bagian tak terlihat, para wanita sering lupa merawat organ intim. Padahal jarang membersihkan, organ intim itu bisa mendapat banyak ancaman masalah.

Bau tidak sedap dan keputihan yang berubah warna pasti sudah kamu tahu. Kedua masalah kewanitan itu ternyata bisa terjadi karena pengaruh faktor pertambahan usia.

" Pada dasarnya, secara alami vagina itu bisa self-cleansing, yakni membersihkan dirinya sendiri dengan menjaga PH tetap seimbang. Namun seiring bertambahnya usia, vagina sulit melakukan hal tersebut, sehingga gangguan seperti keputihan dan bau sering muncul," ujar Ni Koman yeni Dhana Sari, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, di Karet, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Selain usia, lanjut Yeni, masalah-masalah kewanitan juga muncul akibat kebiasaan sehari-hari yang ternyata berbahaya untuk area kewanitaan.

Kamu yang senang menggunakan jeans atau celana ketat sebaiknya berhati-hati. Meski nyaman dipakai, ternyata moden celana ini bisa merusak sirkulasi di daerah intim.

Cara tak tepat membersihkan areal kewanitaan juga bisa memicu masalah lho. Jika kamu biasanya hanya menyeka basah, mulai sekarang hentikan kebiasaan itu. 

" Jangan cuma di-tap tap saja, tapi harus benar-benar dikeringkan karena di situ juga ada rambut, kan. Kayak rambut di kepala aja, tidak bisa kering jika cuma dihandukkin sebentar," imbuh Yeni.

Penyebab masalah area intim wanita juga bisa disebabkan penggunaan pantyliner yang jarang diganti. Pemakaian pantyliner seharusnya diganti minimal 3 jam sekali. Area intim memang terasa kering saat menggunakan pantyliner. Tapi pada kenyataannya, areal itu lembab.

Penyebab bau dan keputihan itu sendiri, menurut Yeni, bukan hanya disebabkan oleh jamur, tetapi juga disebabkan oleh bakteri, parasit, dan virus. Penanganannya sendiri harus dibawa ke dokter dan diuji dahulu di lab untuk mengetahui pencegahan apa yang terbaik untuk dilakukan.

" Kalau infeksi karena jamur itu kayak susu pecah ya. Kalau kehijauan atau coklat biasanya itu bakteri atau parasit. makanya harus rajin papsmear dan screening. Sekarang dengan BPJS kan gratis, bisa dilakukan di puskesmas, jadi tidak mahal," kata Yeni.

(Sah)

 

Beri Komentar