4 Perbedaan Kesedihan dan Depresi, Kamu Mengalaminya?

Reporter : Cynthia Amanda Male
Rabu, 27 Januari 2021 14:12
4 Perbedaan Kesedihan dan Depresi, Kamu Mengalaminya?
Mana yang lebih berbahaya? Haruskah berkonsultasi dengan psikolog?

Dream - Pandemi Covid-19 telah membuat sebagian orang sadar akan pentingnya kesehatan mental. Hal ini juga tak lepas dari kecemasan masyarakat melihat imbas pandemik yang membuat masalah rumah tangga meningkat dan banyak perusahaan terpaksa mengurangi pegawainya.

Di tengah tekanan mental yang semakin berat di masa pandemi ini, sejumlah organisasi psikolog menyediakan jasa konseling virtual dengan biaya yang terjangkau. Bahkan, di antaranya ada yang sempat memberikan jasa konseling gratis.

Layanan yang bisa diakses banyak orang ini cukup banyak membantu seseorang dalam mengatasi masalah mental saat pandemi. Lalu, kapan sebenarnya kita harus berkonsultasi pada pakar?

Sahabat Dream sebetulnya bisa berkonsultasi kapanpun agar pikiran lebih tenang. Selain untuk menenangkan pikiran, para psikolog, terapis atau psikiater dapat membantumu meningkatkan kualitas hidup.

Saran-saran dari pakar itu akan membantu kamu lebih produktif dan bisa menjalani pola hidup yang lebih sehat.

Dua hal yang selama ini menjadi pemicu seseorang untuk berkonsultasi dengan pakar adalah kesedihan dan depresi. Meskipun mirip, tapi keduanya cukup berbeda.

Kesedihan merupakan sesuatu yang jelas penyebabnya dan tidak dialami terlalu lama. Sedangkan depresi bisa muncul tiba-tiba dan sulit dihilangkan. Inilah alasan mengapa kamu harus segera berkonsultasi pada pakar ketika depresi.

Jika tidak segera diatasi, depresi bisa mengarah pada kecemasan yang cukup parah. Sebenarnya, kesedihan pun bisa mengarah pada depresi jika terus berlanjut dan berdampak pada kehidupan sehari-hari.

Untuk bisa membedakan kedua kondisi tersebut, berikut tanda-tanda yang kerap dialami saat depresi dilansir dari Times of India.

1 dari 2 halaman

Kurang produktif

Ketika sedih, kamu masih bisa fokus untuk menjalani hal lainnya seperti pekerjaan kantor, rumah maupun bersosilasisasi. Namun ketika depresi, kamu akan lebih sulit berpikir jernih dan cenderung membiarkan pekerjaanmu begitu saja.

Menjauhi teman maupun keluarga

Sebagian orang membutuhkan teman dan keluarga ketika sedih agar merasa lebih nyaman. Sedangkan ketika depresi, kamu justru enggan berkumpul dengan teman dan keluarga.

Masalahmu pun dipendam sendiri dan akhirnya berujung pada depresi yang cukup berbahaya jika terus dibiarkan.

2 dari 2 halaman

Merasa sedih terus menerus

Kesedihan merupakan hal yang sangat wajar dialami dan bisa hilang dalam beberapa waktu. Hal yang sama tidak terjadi ketika mengalami depresi. Kamu harus berkonsultasi dengan pakar untuk bisa mengatasinya.

Suasana hati yang tidak stabil

Hal ini kerap terjadi ketika mengalami depresi. Kamu akan merasa cemas dan marah tiba-tiba. Berbeda halnya jika mengalami kesedihan, yang mana kamu masih bisa memaafkan seseorang dan menerima keadaan.

Sulit fokus

Stres dan depresi bisa membuatmu tidak tertarik untuk melakukan apapun serta sulit fokus ketika melakukan suatu hal. Untuk mengatasinya, carilah penyebab kesedihan atau depresi yang dialami dan berkonsultasilah pada psikolog, terapis atau psikiater.

(Sumber: Times of India)

Beri Komentar