Kisah Melanie Putria Atasi Baby Blues dengan Olahraga Ekstrem

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Rabu, 18 Desember 2019 10:12
Kisah Melanie Putria Atasi Baby Blues dengan Olahraga Ekstrem
Ia kerap mengalami body shaming yang sangat memukul rasa percaya dirinya.

Dream - Aktris dan presenter Melanie Putria Dewita Sari kini aktif sebagai pelari. Hobi itu ditekuni Putri usai mengalami baby blues syndrome atau depresi pasca melahirkan.

Kala itu mantan istri Angga Maliq & D'Essentials merasa tidak percaya diri dengan bentuk tubuhnya usai melahirkan. Ditambah lagi ia juga mengalami body shaming.

 

" Waktu 2012 aku masuk post partum depression. Aku balik nge-gym usai melahirkan. Lalu ada yang bilang 'Ini kulkas dua pintu balik ke gym'. Bagi orang normal itu biasa, tetapi bagi orang baby blues itu seperti pengen nangis di shower," ungkap Putri di peluncuran Acuvue Oasys with Transitions, Jakarta, Selasa, 17 Desember 2017.

Tak terima mendapat perlakuan tersebut, artis 37 tahun itu 'balas dendam' dan bertekad menekuni hidup sehat. Salah satunya dengan menekuni lari, olahraga yang pernah dibencinya sebelum melahirkan.

 Melanie Putria© Instagram.com/melanieputria

Foto: Instagram.com/melanieputria

 

1 dari 5 halaman

Jatuh Cinta dengan Lari

Tidak main-main, Melanie rutin berlari sampai mengikuti berbagai perlombaan maraton di dalam dan luar negeri. Ia bahkan pernah mengikuti lomba maraton sejauh 42 kilometer.

 Melanie Putria Mulai Ajarkan Anak Berolahraga Sejak Dini© MEN

" Aku yang dulu benci lari, akhirnya bisa jatuh cinta," ucap pemain film 'Tak Biasa'.

2 dari 5 halaman

Latihan Ekstrem

Puteri Indonesia 2002 itu selalu menempuh persiapan ekstra menjelang perlombaan. Ia memanfaatkan momen Car Free Day dan memilih kawasan Sudirman sebagai titik awal.

 Melanie Putria© Instagram.com/melanieputria

Foto: Instagram.com/melanieputria

" Dari FX Sudirman ke Kota Tua, terus nanti aku mutar lagi di sekitar Gambir lalu mutar lagi ke daerah Sabang dan bali ke FX," jelasnya.

Tak cukup sampai di situ, Melanie masih sanggup melanjutkan rute hingga ke Senopati, Kebayoran dan balik lagi ke Sudirman. Latihan itu ia lakukan selama 3 hingga 4 bulan.

3 dari 5 halaman

Lari Setiap Hari

" Training program mengharuskan kita lari 30 kilometer longest run. Dalam satu minggu, total bisa sampai 100 kilometer. Apalagi kalau kita mau mengejar waktu," kata artis kelahiran 1982.

 Cerita Melanie Putria yang Maraton Saat Masih Menyusui© MEN

Selain persiapan maraton, pemain film 'Ayat-ayat Cinta' menyisihkan waktu untuk berlari setiap hari.

" Kalau bukan untuk maraton, enggak ngejar kilometer. Paling lari 30-40 menit per hari," pungkas ibu satu anak itu. (mut)

4 dari 5 halaman

Perjuangan Melanie Puteri demi Lari Rengasdengklok-Jakarta

Dream - Melanie Putria tengah menyiapkan diri untuk mengikuti ajang relay run dari Rengasdengklok ke Jakarta. Puteri Indonesia 2002, yang juga brand ambassador EsterC, itu telah berlatih agar bisa finish.

" Untuk mempersiapkan itu semua, aku latihan long run saat weekend," kata Melanie saat press conference Ultra Relay Run 74KM di Kuningan, Jakarta, Rabu 10 Juli 2019 kemarin.

Ajang bertajuk Ultra Relay Run 74KM itu memang cukup menantang. Jarak yang ditempuh pada ajang bertajuk Holisticare EsterC Ultra Relay Run 74KM-#careuntukmerdeka itu adalah 74 kilometer.

Oleh karena itulah Melanie menyiapkan diri dengan sungguh-sungguh. Tak hanya berolahraga, dia juga menjaga pola makannya agar tetap bugar saat mengikuti ajang yang dihelat 4 Agustus 2019 tersebut.

" Aku juga menjaga pola makan dan ditambah dengan minum Holisticare EsterC untuk menjaga daya tubuh ku tidak turun," tambah Melanie.

 Holisticare EsterC Ultra Relay Run 74KM© Dream.co.id/Alfi Salima

Holisticare EsterC Ultra Relay Run 74KM (Dream/ Alfi Salima Puteri)

Ajang rely run ini diselenggarakan untuk menyambut peringatan peristiwa Rengasdengklok yang bersejarah menjelang proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. 

Acara lari ini tergolong unik karena menempuh jarak total 74 kilometer, yang merepresentasikan usia Republik Indonesia. Start di kawasan Tugu Perjuangan, Rengasdengklok, pada dini hari. Sementara finish di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat.

“ Peserta relay run ini kami ambil dari komunitas-komunitas yang memang sudah berpengalaman dan seimbang. Jadi bukan individu,” ujar Rudy Tandi, Associate Director Brand and Communication-Indocare Group.

Laporan: Alfi Salima Puteri

5 dari 5 halaman

Tips Menjaga Energi Saat Berlari

Dream - Apakah Sahabat Dream pernah mendengar larangan soal minum air ketika sedang maupun selesai berlari?

Bahkan kamu perlu menunggu 15 sampai 60 menit untuk bisa makan dan minum.

Pada kenyataannya, minum air maupun makan sebelum, saat, dan setelah berolahraga sangat diperbolehkan untuk menjaga tenaga. Apalagi ketika berlari jarak jauh.

" Disarankan minum sekitar 250-600 ml untuk di bawah sejam berlari. Kalau cuaca panas sekali, di bawah sejam harus minum lebih dari 600 ml. Tapi mungkin jangan langsung diminum banyak," ujar Dokter Timnas Sepakbola Wanita Indonesia ASIAN GAMES 2018, Grace Joselini di FX Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis lalu.

  shutterstock© dream.co.id

Hal ini pun ditunjukkan dengan adanya water station di banyak acara lari, terutama untuk jarak jauh. " Biasanya untuk lari jarak jauh, kita perlu minum setengah gelas air mineral setiap 15-20 menit. Apalagi, ketika suhu panas dan lembap," imbuhnya.

Ia juga menambahkan kalau selain asupan air mineral, kita butuh memenuhi nutrisidan karbohidrat yang dibutuhkan untuk berlari.

" Kalau berlari dalam waktu dekat, pilih karbohidrat yang cepat diolah tubuh. Satu jam sebelum berlari bisa mengonsumsi sereal dan skimmed milk atau setara 200 kalori," katanya.

  shutterstock© dream.co.id

Berbeda dengan orang pada umumnya, ibu hamil membutuhkan latihan dan tambahan asupan kalori sebesar 300-500 kalori.

" Ibu hamil bisa lari, tapi harus terbiasa dulu. Kalau sudah trimester tiga tidak disarankan karena bentuk tulangnya beda dan jadi nggak stabil untuk lari. Tapi kalau mau lari, perlu tambah asupan 300-500 kalori dari biasanya."

Setelah mempersiapkan asupan yang cukup, kamu juga harus tahu kapan untuk beristirahat atau berhenti berlari.

" Orang perlu beristirahat atau berhenti kalau sudah mulai merasa lemas, pusingmualmuntah atau ingin pingsan," tutupnya. (ism)

Beri Komentar