Kluster Penularan Covid-19 di Kantor Naik, Karyawan Diminta Waspada

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 6 Mei 2021 11:48
Kluster Penularan Covid-19 di Kantor Naik, Karyawan Diminta Waspada
Terapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan jaga imunitas.

Dream - Klaster penularan Covid-19 di perkantoran pada beberapa minggu terakhir diketahui meningkat. Untuk itu antisipasi dalam upaya pencegahan Covid-19 pada wilayah perkantoran juga harus ditingkatkan. Selain vaksinasi terdapat hal lain yang harus menjadi pertimbangan untuk mengurangi penularan Covid-19.

" Klaster perkantoran yang sudah ramai ini ternyata memberikan sumbangan terjadinya peningkatan kasus, lalu ketika work from home (WFH) kasusnya tidak begitu banyak" ujar DR. Dr. Agus Dewi Susanto, Sp.P(K)., FAPSR, FISR selaku Ketua Umum Pehimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) pada webinar Rabu, 5 Mei 2021.

Menurutnya kebijakan WFH sudah sangat tepat dilakukan, untuk mengurangi kepadatan dan interaksi orang dan lingkungan sekitar. Selain itu penting juga untuk melakukan pengecekan berkala di tempat kerja, bagi orang-orang yang memiliki risiko.

 

1 dari 6 halaman

Pemeriksaan bisa dilakukan secara online, dengan pemanfaatan teknologi. Hal ini dapat mengurangi aktivitas menyentuh barang yang berpotensi menularkan virus, dapat melakukan rapat jarak jauh secara online dan masih banyak lainnya.

" Kalau pada jam makan siang disarankan tidak makan bersama, karena riset dan data-data yang didapatkan saat ini penularan diantara pekerja termasuk tenaga medis di rumah sakit yang tertular, justru terjadi saat makan," ujar dr. Agus.

Saat ini sedang dalam keadaan bulan puasa, sehingga hal tersebut cukup teratasi dengan baik. Namun menjaga jarak ketika makan tetap harus diterapkan pada kondisi apa pun. Salah satu cara untuk mengurangi risiko terinfeksi Covid-19 yang bisa dilakukan diri sendiri adalah dengan menyadari pentingnya protokol kesehatan.

Walaupun telah melakukan vaksinasi, penting juga untuk senantiasa menjaga daya tahan tubuh seperti berperilaku hidup bersih dan sehat, olahraga teratur, mengelola stres dengan baik serta mengkonsumsi multivitamin. Untuk vitamin Sahabat bisa memilih yang kandungannya lengkap agar lebih optimal dalam menjaga imunitas.

" Prove Family melalui produk Prove Z memiliki kombinasi Zinc dan multivitamin (vitamin B kompleks, vitamin C dan vitamin E) yang telah sesuai dengan Pedoman Tatalaksana Covid-19 dan bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh,” ujar apt. Kenny Kowira, S.Farm selaku Product Management PT Kalbe Farma Tbk.

Laporan Yuni Puspita Dewi

 

2 dari 6 halaman

Covid-19 Masih Mengintai! Ini 4 Alasan Wajib Pakai Masker Meski Sudah Jaga Jarak

Dream - Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat merekomendasikan agar setiap orang memakai masker ketika keluar rumah. Beberapa kota besar telah mewajibkan aturan ini, hingga banyak di seluruh negara sibuk menyiapkan masker kain DIY.

Meskipun sudah memakai masker, baik masker medis maupun kain, bukan berarti kamu boleh seenaknya tidak menjaga jarak di tempat umum lho, Sahabat Dream.

Dilansir dari Huffpost, seorang spesialis penyakit menular sekaligus profesor kedokteran Peter Glick di Michigan State University menganjurkan untuk terus mematuhi aturan jaga jarak.

“ Sejauh masker wajah versus jarak sosial setidaknya 6 kaki, masker wajah tidak menggantikan jarak sosial,” kata Peter Gulick, spesialis penyakit menular dan profesor kedokteran di Michigan State University.

" Penggunaan masker bukan berarti membuat Anda bisa lebih dekat dengan orang lain," kata Gulick.

Peringatan dari ahli kesehatan tersebut bukan tanpa alasan. Inilah alasan dan bagaimana kedua tindakan tersebut diperlukan untuk memperlambat penyebaran virus Covid-19.

3 dari 6 halaman

Masker Melindungi Diri dan Orang Lain dari Virus

Ilustrasi© freepik.com

Rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC sejak awal wabah virus Corona menyatakan bahwa tidak perlu memakai masker kecuali sakit, karena itu akan mencegah menyebarkan kuman atau virus ke orang lain.

Nah, itu benar meski kamu tidak merasa sakit. Para ahli telah mengetahui bahwa banyak orang yang terinfeksi COVID-19 tidak menunjukkan gejala, dengan beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa hingga 50 persen orang dengan virus corona mungkin tidak menunjukkan gejala.

Disarankan agar kita berperilaku seolah-olah kita sudah terkena virus corona pada saat ini. Dengan menutupi wajah di depan umum, kamu membantu orang lain untuk tetap aman dari apa pun yang mungkin kamu bawa. Jadi, ini lebih tentang perlindungan mereka daripada perlindungan kamu sendiri.

4 dari 6 halaman

Pakai Masker Tidak Menjamin Terbebas dari Virus

Memakai masker lebih baik daripada tidak sama sekali. Namun memakai masker bukan jaminan kamuu terbebas dari virus lho.

“ Dalam hal perlindungan yang diberikan oleh masker dan bandana kain DIY, buktinya secara keseluruhan tidak meyakinkan,” kata Lili Barsky, penyedia layanan mendesak di wilayah Los Angeles.

Barsky menambahkan bahwa masker tidak melindungi mata kita, yang memungkinkan untuk menularkan virus lewat mata.

“ Partikel COVID-19 juga dianggap cukup kecil untuk dapat melewati masker ini atau tertahan di kain, dan bahkan masker kelas medis tidak memberikan perlindungan 100 persen,” katanya.

Gary Slutkin, mantan kepala pengembangan intervensi di Organisasi Kesehatan Dunia, juga mengatakan masker tidak kedap udara. “ Masker mengeluarkan udara di sepanjang sisi dan sulit untuk dipakai dengan benar. Virus masih bisa menyebar ke Anda melalui udara jika Anda terlalu dekat dengan orang lain yang membawa virus,” katanya.

Jadi masker tidak menjamin kamu terbebas dari virus, namun masker digunakan sebagai usaha untuk menghindari virus.

5 dari 6 halaman

Lebih Baik Pakai Masker daripada Tidak Sama Sekali

Ilustrasi© freepik.com

Aimee Ferraro, pakar epidemiologi dan fakultas inti senior di program Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Walden mengatakan dalam banyak kasus, virus corona menyebar melalui tetesan pernapasan yang lebih besar yang dapat diblokir setidaknya sebagian oleh semacam penutup mulut dan hidung.

“ Selain itu, ada konsep pengurangan dampak buruk dengan penyakit menular yang menunjukkan bahwa penurunan dosis patogen dapat memberikan lebih banyak waktu bagi tubuh Anda untuk mengembangkan kekebalan yang efektif,” tambahnya.

Setidaknya penggunaan masker memang menawarkan cara untuk membantu mengurangi dosis virus corona yang ditularkan.

" Apa pun lebih baik daripada tidak sama sekali untuk mengurangi risiko Anda terkena infeksi virus corona," kata Ferraro.

6 dari 6 halaman

Memakai Masker bukan Alasan untuk Tidak Jaga Jarak

Jika kamu ingin menjaga diri sebebas mungkin dari virus corona, kamu harus menjaga jarak saat di tempat umum. Masker tidak bisa menggantikan usaha lain yang juga sangat penting yaitu jaga jarak sosial.

Menurut Philip Robinson, direktur pencegahan infeksi di Hoag Memorial Hospital Presbyterian di Newport Beach, California, setiap orang yang mengisolasi diri akan mengurangi risiko mereka menulari orang lain secara dramatis. Ia menambahkan dalam waktu 30 hari, satu individu yang tidak mematuhi jaga jarak sosial berisiko menginfeksi ratusan orang.

“ Dengan mengurangi kontak fisik hingga 75%, risiko infeksi individu tersebut merosot menjadi 2,5 orang,” katanya.

Sementara itu David Fein selaku pendiri dan direktur medis dari Princeton Longevity Center menyebut intinya adalah masker dapat membantu mengurangi penyebaran virus, tetapi memakai masker tidak membuat Sahabat Dream benar-benar aman.

Jarak jarak sosial dan patuh memakai masker adalah satu-satunya cara kita dapat benar-benar memperlambat penyebaran virus saat ini.

Beri Komentar