Lakukan Swab Antigen Mandiri di Rumah, Amankah?

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 15 Desember 2020 10:12
Lakukan Swab Antigen Mandiri di Rumah, Amankah?
Kini banyak sekali yang menjual swab test antigen kit. Untuk di e-commerce ada yang harganya ratusan ribu hingga sekitar jutaan.

Dream - Beberapa selebritas diketahui melakukan swab antigen untuk mengetahui status virus Covid-19 pada tubuh mereka. Ada yang melakukan menggunakan jari sendiri atau dibantu orang terdekatnya yang bukan tenaga medis.

Hal ini biasanya dilakukan karena alasan kepraktisan. Tak perlu keluar rumah, lebih murah dan hasil yang didapat pun lebih cepat karena tak perlu antre. Kini banyak sekali yang menjual swab test antigen kit. Untuk di e-commerce ada yang harganya ratusan ribu hingga sekitar jutaan.

Lalu apakah tes ini aman dan akurat? Dokter Adam Prabata, kandidat PhD dari Kobe University Jepang, memberikan penjelasan di akun Instagramnya. Menurut dr. Adam tes usap atau swab test harus dilakukan oleh tenaga profesional terlatih.

" Pengambilan swab untuk rapid test antigen direkomendasikan untuk dilakukan oleh tenaga yang terlatih dalam menggunakan peralatan dan meminimalkan risiko terpapar," ungkap dr Adam dalam akun Instagramnya @adamprabata.

 

1 dari 5 halaman

Hasil pemeriksaan juga tak bisa langsung didapatkan begitu saja. Demi keakuratan, hasil tes harus disupervisi dan diinterpretasi oleh tim ahli.

" Tidak ada rekomendasi swab antigen dilakukan di rumah dan bukan oleh tenaga terlatih," tulis dr Adam.

Ikut Tes Covid-19, Pria Ini Tak Sengaja Telan Alat Swab Test© MEN

Jika ingin melakukan tes usap baik sebagai skrining awal atau mengetahui status kesehatan setelah kontak dengan pasien Covid-19 positif segeralah ke pusat layanan terdekat. Hindari melakukan tes mandiri yang keamanan dan keakuratannya sangat diragukan.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 5 halaman

Tes Swab Terlalu Cepat Setelah Tertular Covid-19, Hasilnya Bisa Negatif Palsu

Dream - Langkah pengendalian covid-19 yang penting dilakukan adalah pemeriksaan atau swab test. Terutama pada mereka yang pernah kontak erat dengan pasien positif Covid-19.

Konsep 3 T yang terdiri dari testing (tes), tracing (pelacakan kontak) dan treatment (perawatan) jadi hal yang sangat penting dilakukan. Hal itu mungkin membuat kita ingin segera melakukan swab test setelah diketahui pernah kontak erat dengan pasien.

Tes Swab Terlalu Cepat Setelah Tertular Covid-19, Hasilnya Bisa Negatif Palsu© MEN

Rupanya, terlalu cepat tes setelah terpapar, hasilnya bisa jadi tak akurat. Mengapa? Elizabeth Hanes, seorang perawat profesional mengungkap kalau hal yang harus dilakukan setelah kontak erat dengan pasien Covid-19 adalah mengisolasi diri.

" Kita bisa langsung melakukan tes, tapi sebaiknya tidak. Swab tes dilakukan dengan mencari keberadaan partikel virus dalam lendir yang diambil dari hidung. Partikel-partikel virus tidak akan muncul dalam lendir seseorang sampai virus telah berkembang biak dengan cukup untuk menghasilkan jumlah yang besarm," kata Hanes, dikutip dari WebMD.

Contohnya, jika kita terpapar virus Covid-19 pada hari Senin, di cairan tubuh bisa saja belum terdapat jumlah virus yang besar. Biasanya, perlu setidaknya beberapa hari virus bisa terdeteksi dalam tubuh melalui tes usap.

 

3 dari 5 halaman

Melakukan swab test Covid-19 terlalu cepat setelah terpapar dapat menghasilkan hasil negatif palsu. Artinya, hasil pemeriksaan menunjukkan tanda negatif padahal sebenarnya sudah ada virus Covid-19 hanya saja belum terdeteksi.

Ikut Tes Covid-19, Pria Ini Tak Sengaja Telan Alat Swab Test© MEN

" Sebuah penelitian memperkirakan bahwa 100% orang yang terinfeksi virus mungkin akan menghasilkan hasil tes negatif palsu pada hari pertama infeksi. Masalah dari negatif palsu ini adalah membuat orang beraktivitas seperti biasa dan menularkan virus Covid-19 tanpa ia sadari," ujar Hanes.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

4 dari 5 halaman

Tak Cuma Swab Test, Pasien Covid-19 Juga Jalani Pemeriksaan Ini

Dream - Swab test atau tes usap pada orofaring merupakan pemeriksaan penting untuk menentukan seseorang terkena Covid-19 atau tidak. Hasil tes, biasanya tak bisa keluar dengan cepat.

Untuk itu dokter biasanya juga melakukan pemeriksaan lain. Terutama jika swab test tak bisa segera dilakukan. Salah satunya dengan melihat gejala pasien, riwayat kontak dan pemeriksaan rontgen paru-paru.

Tak Cuma Swab Test, Pasien Covid-19 Juga Jalani Pemeriksaan Ini© MEN

Pada sebagian besar pasien Covid-19, hasil rontgen paru-paru muncul selaput putih. Hasil rontgen ini nantinya bisa jadi penilaian dokter pada kondisi paru-paru pasien Covid-19.

" Kita bisa melihat saturasi oksigen, pernapasan lebih cepat. Terutama riwayat kontak. Untuk pasien yang memiliki tanda komorbid misalnya hipertensi, diabetes, penyakit imun, dianjurkan untuk perawatan atau isolasi di rumah sakit," kata dr. Darwati Yuwono dari Poliklinik SV IPB, dalam webinar Menunjang Diagnosis dan Terapi Covid-19 yang Aktual dan Rasional yang digelar Institut Pertanian Bogor (IPB), 8 OKtober 2020.

5 dari 5 halaman

Hasil PCR Bisa Negatif

Darwati juga mengungkap kalau tes PCR atau swab test bisa saja negatif padahal pasien tertular Covid-19. Hal ini bisa terjadi jika pemeriksaan dilakukan di awal pasien terpapar.

" PCR punya nilai diagnosa 60-70. PCR bisa negatif padahal pasien sebenarnya positif jika dilakukan terlalu awal jadi masih belum ditemukan. Untuk itu dibutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya," kata dr Darwati.

Pemeriksaan penunjang antara lain foto thorax, CT scan thorax, darah, urine, elektrolit, serta tes laboratorium lainnya sesuai dengan kondisi pasien. Jadi, bukan hanya mengandalkan hasil tes PCR.

Pada pasien yang memiliki riwayat penyakit lain, pemeriksaan penunjang ini juga sangat dibutuhkan untuk mengetahui kondisinya secara detail agar pengobatan yang diberikan lebih efektif.

Beri Komentar