Sederet Usaha Tim Medis Turunkan Berat Badan Narti

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Selasa, 5 Februari 2019 14:35
Sederet Usaha Tim Medis Turunkan Berat Badan Narti
Sunarti akan menjalani prosedur operasi bariatrik.

Dream - Setelah menjalani pengobatan di RSUD Karawang, penderita obesitas Narti Sunarti mendapat langkah penanganan dari tim dokter Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat.

Upaya penurunan berat badan dilakukan melalui proses menjaga pola makan hingga bedah bariatrik. Prosedur pengecilan lambung sangat dibutuhkan lantaran kondisi tubuh pasien yang sudah membebani.

" Kami berencana melakukan tindakan untuk mengurangi beban hidup kesehatan. Pernapasan terutamanya mengganggu aktivitas pasien," tutur tim penanganan, Hikmat Permana dikutip dari Liputan6.com, Rabu 5 Februari 2019.

Hingga saat ini bobot Sunarti sudah mencapai 148 kilogram. Sunarti dirawat menggunakan antidekubitus, tempat tidur anti borok. Hal ini untuk menghindari lecet akibat tekanan tubuh Sunarti yang cukup berat.

" Karena minimnya gerak tubuh, dia ditempatkan di tempat tidur khusus. Kita juga gunakan penghalang supaya tidak jatuh," tuturnya.

Menurut spesialis konsultan endokrin metabolik diabetes, Sunarti tidak perlu melakukan puasa. Wanita berusia 39 tahun itu hanya perlu mengatur pola makan yang berbeda dari biasanya.

" Tidak perlu puasa, hanya perlu mengatur jumlah kalori. Kita sudah mencari data apa saja yang dia makan selama ini. Misalnya, sehari 2.500 kalori, kita turunkan 10 persennya," Hikmat memaparkan.

 Narti Sunarti© Khidr Al-Zahrani

Pasien Obesitas Narti Sunarti (Foto: Liputan6.com/Huyogo Simbolon)

Pembedahan dapat dilakukan kapan saja mengingat Sunarti yang tidak memiliki masalah kesehatan. Namun pasien masih membutuhkan biaya tambahan untuk peralatan bedah.

" Sebetulnya kita sudah dapat hasil, tinggal dianalisis ahli gizi. Besok juga dipersiapkan. Tapi bedah ini perlu alatnya dan harus dipesan. Kalau sudah tersida akan kita lakukan pembedahan. Secara prinsip bisa segera dioperasi," imbuhnya.

1 dari 1 halaman

Bedah Bariatrik

Dokter bedah digestif dari RSHS, Reno Rudiman mengatakan bedah bariatrik sangat efektif untuk pasien obesitas. Prosedur dilakukan apabila seluruh program yang dijalankan pasien tak kunjung berhasil.

" Bedah ini untuk mengecilkan volume lambung. Selain itu, pasien akan beradaptasi pola makannya karena otomatis makannya jadi terbatas," paparnya.

 Izin Cuti Temani Ibu Operasi, Tanggapan Bosnya Bikin Geram© MEN

Bedah bariatrik bertujuan untuk membuang saraf pemicu nafsu makan. Hal ini berbeda dengan program diet yang seringkali gagal akibat nafsu makan yang tak kunjung berkurang.

Menurut Reno, pasien biasanya sudah mencapai berat badan ideal dalam waktu dua tahun. Namun hal ini harus didukung dengan menjaga pola makan yang baik.

" Setelah dua tahun terbiasa, lambung yang diperkecil akan melebar kembali tapi tidak seperti semula. Akhirnya lama-lama kembali ke berat badan tersebut," jelasnya.

Pasien harus berada di kondisi prima sebelum operasi dilakukan. Seluruh organ mulai dari jantung, paru-paru dan sebagainya akan diperiksa terlebih dahulu.

Pembedahan dilakukan dengan alat khusus bernama Hemorrhoidal Circular Stapler. Alat tersebut hanya digunakan untuk satu kali proses dan didatangkan dari luar negeri.

Beri Komentar
Indah Permatasari: Karena Mimpi Aku Hidup