Lebih Fatal dari Covid-19, Gangguan Medis Ini Bisa Renggut 10 Juta Orang Setahun

Reporter : Syahidah Izzata Sabiila
Jumat, 11 September 2020 16:36
Lebih Fatal dari Covid-19, Gangguan Medis Ini Bisa Renggut 10 Juta Orang Setahun
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan gangguan medis memematikan itu akan merenggut 350 juta jiwa kasus per tahun pada 2050 mendatang.

Dream – Seluruh dunia saat ini dibayang-bayangi oleh ancaman pandemi Covid-19. Dengan jumlah pasien yang masih terus bertambah serta ancaman terganggunya berbagai sektor kehidupan membuat pandemi menjadi momok yang amat meresahkan. Namun, baru-baru ini sebuah penelitian menemukan penyakit lain yang lebih membahayakan.

Diperkirakan akan muncul wabah yang super mematikan yang dampaknya melebihi pandemi Covid-19 saat ini. Wabah ini bisa memusnahkan 10 juta orang per-tahun dan akan merenggut nyawa 350 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2050.

" Jika kamu mengira Covid-19 adalan yang terburuk, ternyata beberapa tahun mendatang manusia akan mengalami fase kesehatan yang lebih buruk. Tubuh manusia akan resisten dari antibiotik,” jelas Dr Paul De Barro, direktur penelitian Biosekuriti di Badan Sains Nasional Australia.

1 dari 2 halaman

Efek Di Masa Depan

Pria Sakit Parah di Prancis Ini Akan Live Streaming Pada Hari Kematiannya© MEN

Menurut penelitian, penggunaan antibioktik selama pandemi covid-19 akan mempercepat kondisi mengerikan yang sudah diperkirakan. Manusia yang ketergantungan berlebihan pada obat antibiotik nantinya akan timbul efek resisten. Efek ini akan membuat tubuh tak bisa melawan infeksi apapun.

“ Saya pikir jika ini akan terjadi, penyakit ini akan jadi ancaman kesehatan bagi manusia di masa mendatang,” tambah Paul.

Bahkan beberapa aktifitas, seperti mencukur, melahirkan, ataupun operasi lainnya bisa mengancam jiwa. Hal itu disebabkan karena obat-obatan yang ada sudah tak mampu membantu melawan infeksi yang nantinya terjadi.

 

2 dari 2 halaman

Ketergantungan Antibiotik

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan resistensi terhadap antibiotik akan menyebabkan 350 juta kematian pada tahun 2050.

Di masa mendatang, manusia akan sangat bergantung pada antibiotik. Dokter dan tenaga medis harus mengambil langkah ketat untuk menghindari resep obat yang tidak perlu.

" Tanpa antibiotik yang efektif, apakah kamu akan memilih operasi yang memiliki risiko kematian akibat infeksi? Atau kamu akan terus bertahan dengan kondisi kesehatan yang menganggu?” ungkap Profesor Dame Sally Davies, mantan Kepala Petugas Medis Inggris.

Manusia akan diminta memilih untuk melakukan pengobatan kanker tanpa antibiotik, atau menolak pengobatan.

" Jika antibiotik sudah tak bisa bekerja, semua tindakan sederhana seperti mencukur bisa menyebabkan infeksi. Dan tak ada obat yang mampu menyembuhkan,”jelasnya.

(Sah, Sumber Daily Star)

Beri Komentar