Makan Terus Padahal Nggak Lapar, Kamu Stress-Eating?

Reporter : Ayu Siti Rachma
Selasa, 23 Januari 2018 11:45
Makan Terus Padahal Nggak Lapar, Kamu Stress-Eating?
Kecenderungan nafsu makan berlebihan yang dipicu oleh stres ini yang dikenal dengan stress-eating atau emotional eating.

Dream - Punya keinginan untuk makan, makan, dan makan setelah dimarahi bos karena melewati deadline atau baru saja break sama pasangan? Sahabat Dream enggak sendiri. Kecenderungan nafsu makan berlebihan yang dipicu oleh stres ini yang dikenal dengan stress-eating atau emotional eating.

Menurut Min-Hai Alex, ahli nutrisi sekaligus pendiri Mindful Nutrition di Seattle, AS, normal kok saat seseorang ingin menghindari rasa sakit atau kecewa, dan mencari bantuan lewat makanan. Tapi jangan sampai jadi kebiasaan, karena makan berlebihan bisa memicu obesitas yang kurang baik buat penampilan dan kesehatan. Yuk, kenalan dulu dengan stress-eating dan cara mengatasinya.

Ini Lho Penyebab Stres-Eating

Enggak mengherankan jika tiba-tiba kamu merasa kelaparan saat mendekati deadline atau saat stres menyerang. Menurut Melissa McCreery, PhD, ACC, pendiri situs Too Much on Her Plate, stres memicu produksi hormon kortisol yang meningkatkan nafsu makan.

Di waktu yang bersamaan, stres juga menghambat hormon ghrelin yang mengatur nafsu makan. Jika waktu tidur ikut-ikutan terganggu, hal ini juga bikin keinginan untuk mengunyah semakin tak tertahankan.

Alihkan Perhatian dari Makanan

Kalau sudah stres-eating, makanan apa pun yang ada di depan mata pasti dilahap. Untuk menghindari makan berlebihan, segera alihkan perhatian pada hal-hal yang bisa mengisi waktu luang. Mulai dari mengobrol bersama teman, membaca buku, mendengarkan musik, hingga berolahraga ringan seperti jalan sore atau bersepeda di sekeliling rumah.

Miliki Jurnal Makanan

Mencatat apa pun yang Sahabat Dream makan, waktu, dan emosi yang dirasakan setiap kali timbul keinginan untuk melahap makanan membuatmu menyadari apa yang menjadi pemicunya. Misalnya, kamu selalu ingin menyantap fast food saat bertengkar dengan pasangan atau mencari-cari gorengan saat sedang mengerjakan pekerjaan penting. Menyadari pola dan penyebabnya akan memudahkanmu untuk mengatasi kebiasaan makan berlebih yang dipengarauhi oleh stres.

Pilih Makanan Sehat

Sulit memang mengendalikan nafsu makan saat sedang dikuasai oleh emosi negatif. Ganti saja makanan tinggi lemak dan kalori dengan yang lebih sehat. Apalagi beberapa dari kamu sering mengalami craving makanan pedas saat sedang stres.

Padahal, konsumsi makanan pedas secara berlebihan bisa menyebabkan gangguan kesehatan seperti panas dalam. Supaya kesehatan tetap terjaga, ganti makanan ini dengan buah-buahan seperti jeruk yang rendah kalori dan mengandung berbagai nutrisi.

Sistem imun yang menurun saat terserang stres memang sering memicu kondisi kesehatan lainnya, misalnya saja panas dalam yang umumnya terjadi. Jangan sampai masalah yang satu ini mengganggu aktivitas harianmu, ya. Segera konsumsi Larutan Penyegar Cap Badak, ramuan tradisional yang sudah dipercaya dari generasi ke generasi.

©Facebook/Larutan Penyegar Cap Badak© ©Facebook/Larutan Penyegar Cap Badak

©Facebook/Larutan Penyegar Cap Badak

Formula herbal yang terdiri dari Gypsum Fibrosum, Cornu Antelopis, dan Galcareus Spar, dipercaya efektif meredakan gejala panas dalam seperti sariawan, sembelit, bau mulut, dan bibir pecah-pecah. Enggak hanya itu saja, ketiga bahan ini juga dapat membuat tubuh terasa lebih segar.

Diproses modern menggunakan teknologi dari Jerman, produk andalan Sinde ini dijamin halal dan aman dikonsumsi siapa saja. Ditambah varian kemasan kaleng, botol, maupun sachet yang praktis, membuat Larutan Penyegar Cap Badak mudah diminum kapan dan di mana saja. Selain rasa original, ada juga buah-buahan seperti jeruk, jambu, dan melon yang mampu mengembalikan kesegaran tubuh.

Yuk, kendalikan stres dengan cara tepat agar terhindar dari stress-eating yang buruk buat kesehatanmu.

Beri Komentar