Masalah Psikologis Mengintai Pasien Covid-19 yang Sembuh

Reporter : Mutia Nugraheni
Kamis, 31 Desember 2020 17:32
Masalah Psikologis Mengintai Pasien Covid-19 yang Sembuh
Sekitar 20% penyintas Covid-19 melaporkan masalah kondisi kejiwaan dalam waktu 90 hari setelah didiagnosis.

Dream - Rasa lega dan bahagian setelah sembuh dari Covid-19 mungkin tak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Terutama pada pasien yang sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan berhasil melewati masa-masa kritis.

Rupanya setelah sembuh ada risiko lain yang bisa muncul, yaitu masalah psikologis. Menurut studi yang diterbitkan di The Lancet Psychiatry, pasien yang pulih dari virus Covid-19 dapat mengalami penyakit mental seperti kecemasan, depresi, dan insomnia.

Sekitar 20% penyintas Covid-19 melaporkan masalah kondisi kejiwaan dalam waktu 90 hari setelah didiagnosis. Tim peneliti juga menemukan risiko yang lebih tinggi mengalami demensia pada pasien di atas usia 65 tahun.

“ Orang-orang khawatir bahwa orang yang selamat dari Covid-19 akan memiliki risiko lebih besar terhadap masalah kesehatan mental, dan temuan kami menunjukkan kemungkinannya,” kata Paul Harrison, salah satu penulis penelitian dan profesor psikiatri di Universitas Oxford, dikutip dari WebMD.

 

1 dari 4 halaman

Tim peneliti menganalisis catatan kesehatan elektronik untuk 69 juta orang di Amerika Serikat. Termasuk lebih dari 62.000 kasus Covid-19 antara Januari dan Juli. Selama 3 bulan setelah dites positif terkena virus Corona, 1 dari 5 orang didiagnosis penyakit mental, dan di antara mereka, 6% memiliki diagnosis pertama kali.

Kecemasan, depresi, dan insomnia adalah diagnosis yang paling umum, dan dua kali lebih mungkin terjadi di antara pasien Covid-19. Pasien yang dirawat di rumah sakit karena menghadapi risiko lebih tinggi untuk penyakit mental.

" Ini kemungkinan karena kombinasi dari stres psikologis yang terkait dengan pandemi khusus ini dan efek fisik dari penyakit tersebut," kata Michael Bloomfield, seorang psikiater di University College London.


Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 4 halaman

Nilai CT Pada Hasil Swab Test Positif, Apa Artinya?

Dream - Bagi mereka yang baru saja melakukan tes swab dan mendapatkan hasil positif Covid-19, pastinya akan merasa kaget. Dari hasil pemeriksaan bakal disertai nilai CT atau CT value.

Mungkin banyak yang bertanya-tanya maksud dari angka di CT Value tersebut. Dokter Ardiana Kusumaningrum, Sp.MK, dari Rumah Sakit Universitas Indonesia memberikan penjelasan.

Nilai CT Pada Hasil Swab Test Positif, Apa Artinya?© MEN

" Sebelum mengenal lebih jauh mengenai nilai CT, kita harus memahami bahwa diagnosis COVID-19 dilakukan dengan metode real-time RT-PCR, suatu pemeriksaan molekuler berbasis reaksi rantai polimerase dari sampel klinis pasien. Sampel yang umumnya diambil adalah swab cairan dari hidung serta tenggorok. Sampel ini dimasukkan ke dalam tabung khusus berisi cairan untuk menjaga kestabilan materi genetik virus (VTM/virus transport media) dan dibawa ke laboratorium," ungkap dr. Ardiana, dikutip dari rs.ui.ac.id.

Selanjutnya sampel akan melalui prosedur ekstraksi, yaitu proses menggunakan kit tertentu untuk mengeluarkan materi genetik virus yang dikehendaki. Nah, karena virus yang menyebabkan COVID-19 tergolong pada virus RNA, dalam mendeteksi virus ini didahului proses perubahan/konversi dari RNA menjadi DNA.

 

3 dari 4 halaman

Proses ini difasilitasi oleh enzim reverse transcriptase. Selanjutnya akan dilakukan perbanyakan (amplifikasi). Proses amplifikasi tersebut terjadi berulang-ulang, hingga sekitar 40 siklus, dan sinyal floresens yang dihasilkan akan berbanding lurus/proporsional terhadap amplifikasi yang terjadi.

" Pada satu titik, jumlah sinyal floresens pada proses amplifikasi tersebut mencapai nilai minimal untuk dapat diinterpretasikan sebagai hasil positif. Titik tersebut dinamakan cycle threshold value atau nilai CT," ujar dr. Ardiana.

Jadi, apa pentingnya nilai CT ini? Beberapa jurnal menyebutkan bahwa nilai CT ini berbanding terbalik dengan kemampuan virus untuk menular ke orang lain. Artinya, semakin tinggi nilai CT, semakin rendah kemungkinan virus untuk menyebabkan infeksi.

 

4 dari 4 halaman

Pada penelitian tersebut, dilakukan perbandingkn antara nilai CT dengan kultur virus dan ditemukan bahwa virus dari sampel yang memiliki nilai CT lebih dari 34, tidak menimbulkan infeksi. Hal ini menyebabkan beberapa dokter menggunakan nilai CT untuk menentukan kemungkinan penularan penyakit lebih lanjut serta menetapkan apakah seseorang perlu melakukan isolasi mandiri lebih lanjut atau tidak. Namun ternyata, pada jurnal lain, diperoleh nilai CT yang berbeda untuk kondisi tidak menyebabkan penularan lebih lanjut.

Selain itu, perlu juga diperhatikan bahwa nilai CT dihasilkan sangat bergantung dengan beberapa hal teknis, mulai dari metode pengambilan sampel, jumlah materi genetik yang terkandung dalam sampel, metode ekstraksi yang digunakan, serta kit PCR yang dipakai. Sehingga perlu kehati-hatian dalam menggunakan nilai CT sebagai dasar penanganan pasien.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar