Stop Stalking Medsos Mantan? Ahli Ungkap Bahaya Mengerikan

Reporter : Sugiono
Jumat, 22 Maret 2019 17:43
Stop Stalking Medsos Mantan? Ahli Ungkap Bahaya Mengerikan
Kebiasaan menguntit sang mantan di medos bisa menjadi sebuah kecanduan.

Dream - Putus dari kekasih memang menyakitkan. Tidak peduli siapa yang mengakhiri, atau apa alasan di baliknya, putus cinta tidak mudah bagi siapa pun.

Hal lebih susah dari putus cinta adalah melupakan sang mantan. Move on terasa berat dilakukan oleh sebagian bekas pasangan kekasih. Apalagi jika kamu setiap harus bertemu karena satu universitas atau perusahaan. 

Kamu susah untuk menghilangkan namanya dari pikiranmu, atau berhenti menguntit aktivitas si mantan di akun Instagram dan Facebooknya.

Jika kamu termasuk orang yang masih menguntit sang mantan di media sosial, istilah kekinianya, stalking, jangan dul khawatir. Kebiasaan itu adalah hal yang wajar dan dialami semua orang.

Meski wajar, pakar kebiasaan berpandangan kebiasaan stalking sebaiknya tidak dilakukan karena bisa merusak mental kalian.

" Idealnya, kamu tidak akan merasa punya keinginan untuk menguntit sang mantan sama sekali," kata Trina Leckie, host Breakup BOOST kepada Elite Daily.

" Sayangnya, kebanyakan orang masih tetap melakukannya setelah putus dari pacar mereka," tambah Leckie.

Memang susah untuk tidak men-stalking akun media sosial sang mantan, karena hal itu sangat mudah dilakukan.

Kamu hanya perlu mencari namanya di media sosial, dan melihat-lihat akunnya demi bisa tahu kabar terbaru tentang dirinya.

1 dari 2 halaman

Dampak Men-Stalking Sang Mantan

Namun, Leckie memperingatkan agar tidak melakukan kebiasaan tersebut karena tidak menyehatkan dari sisi kejiwaan.

" Jika sulit untuk move on, kamu justru harus berhenti mencari kabar tentang sang mantan sama sekali, atau kamu akan gila," jelas Leckie.

Jika kamu terus mencari mereka di media sosial, maka akan semakin sulit untuk benar-benar melupakannya.

" Kebiasaan menguntit sang mantan bisa menjadi sebuah kecanduan, yang pada gilirannya membuat dia selalu berada di pikiran Anda. Dan itu jelas tidak sehat," kata Leckie.

Leckie menambahkan semakin cepat kamu berhenti mencari kabar tentang dia, semakin lebih baik.

Tentu saja, untuk melakukan itu semua tidak mudah. Para ahli menyarankan bahwa jika kamu merasa sulit melupakannya, cobalah untuk memahami mengapa kamu melakukannya.

2 dari 2 halaman

Alasan Men-Stalking Sang Mantan

Biasanya, seseorang menguntit mantannya karena dia 'ingin melihat apakah mantannya itu lebih bahagia tanpa dia'.

" Atau dia ingin membandingkan dirinya dengan pacar baru sang mantan," jelas Anita A. Chlipala, pakar pernikahan dan keluarga.

Dari situ, mereka ingin mencari jawaban dari mengapa bisa putus dari sang mantan. Mereka masih memiliki perasaan untuk sang mantan dan mungkin berharap akan kembali untuk bersama.

Pada intinya, menguntit mantan tidak akan membantu seseorang untuk bisa cepat move on.

" Stalking mantan benar-benar tidak ada gunanya. Itu hanya akan membuat Anda semakin merindukan mantan dan tertekan," Leckie menjelaskan.

Kamu layak untuk melanjutkan hidupmu dan menjadi bahagia lagi. Cobalah bermain dengan teman-teman atau menekuni hobi baru yang membuat kamu bisa melupakan sang mantan.

(Sah, Sumber: Elite Daily)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'