Masker Bertali Ternyata Tak Dianjurkan, Ini Alasannya

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 23 Februari 2021 19:42
Masker Bertali Ternyata Tak Dianjurkan, Ini Alasannya
Sebelum memakainya, ketahui dulu faktanya.

Dream - Penggunaan masker kain maupun masker medis kini dikemas dengan begitu apik. Ada yang bermotif, warna-warni, hingga dilengkap tali atau strap yang membuat kita lebih mudah memakainya.

Terutama untuk si pelupa yang kerap meninggalkan maskernya di mana pun. Tali masker juga kini sangat beragam. Ada yang terbuat dari material bahan lembut, bahkan dari manik-manik agar terlihat fashionable dan matching dengan outfit.

Rupanya penggunaan tali untuk masker ini sebaiknya dihindari dan tak dianjurkan oleh Satgas Covid-19. Hal ini diungkapkan oleh Brigjen TNI (Purn) dr. Alexander K. Ginting, Sp.P (K), F.C.C.P. dalam acara talkshow yang disiarkan di YouTube Channel BNPB.

" Masker sisi luar menyaring yang ada di udara. Makanya kalau masker kita turunkan ke leher atau kita naikkan ke atas, maka otomatis bagian dalam masker sudah terkena, kalau kita turunkan dengan pengait mungkin akan kena ke hijab atau ke baju," ujar dr. Alexander Ginting.

 

1 dari 4 halaman

Adanya tali pada masker berarti kita akan menurunkan masker ke leher atau bahkan ke dada. Hal ini membuat bagian dalam masker yang seharusnya melindungi kita akan sangat berisiko terpapar virus.

Pasalnya kita tidak tahu saat membuka masker dan menggantungnya, virus bisa saja menempel di bagian dalam masker. Saat kita mengenakannya lagi virus tersebut lalu terhirup dan menginfeksi tubuh.

" Masker ada sisi dalam ada sisi luar ada sisi pengait di telinga, sewaktu kita lepas dari bungkus masih steril, kalau tangan kita terinfeksi, saat kita pegang talinya maka talinya terinfeksi, oleh karena itu saat pakai masker tangan kita harus bersihkan," pesan dr. Alexander. 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

 

2 dari 4 halaman

Situasi yang Wajib Pakai Masker, Selalu Ingat Anjuran WHO

Dream - Selalu sediakan masker di tas, rumah dan mobil, termasuk di kantor jika Sahabat Dream masih harus bekerja di luar rumah. Jangan hanya membawa satu, tapi bawa juga masker cadangan, terutama jika harus pergi seharian.

Bisa jadi masker terkena kotoran atau basah yang membuatnya tak bisa melindungi secara optimal. Masker bisa dilepas jika dirasa situasi sekitar memungkinkan. Misalnya, saat berada di taman atau luar ruangan, tak bersama orang lain dan hanya sendiri, serta tak ada kerumunan.

World Health Organization (WHO) menganjurkan untuk mengenakan masker baik di dalam maupun di luar ruangan, khususnya dalam kondisi-kondisi tertentu seperti ketika banyak orang di sekitar kita, tidak bisa menjaga jarak, atau saat ventilasi udara tidak baik.

Situasi yang Wajib Pakai Masker, Selalu Ingat Anjuran WHO© MEN

Berikut panduannya baik di dalam maupun luar ruangan.

Dalam ruangan:
- saat di tempat umum dengan ventilasi tidak baik atau tidak dapat dinilai
- saat di area publik dengan ventilasi yang memadai tetapi penjagaan jarak minimal 1 meter tidak dapat dilakukan
- di rumah saat ada tamu dan ventilasi tak memadai
- di rumah dengan ventilasi memadai tapi penjagaan jarak minimal 1 meter tidak dapat dilakukan

Luar ruangan
- saat penjagaan jarak fisik minimal 1 meter tidak dapat dilakukan
- orang yang berisiko tinggi (lansia > 60 tahun dan orang yang memiliki penyakit penyerta) sebaiknya memakai masker medis saat jaga jarak minimal 1 meter tak bisa dilakukan

Sumber: Instagram LawanCovid19

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

3 dari 4 halaman

Masker Kencang dan Lapis Dua, Bisa Beri Perlindungan Maksimal

Dream - Masker jadi benda yang wajib digunakan saat pandemi, termasuk ketika sudah mendapat vaksin Covid-19. Masker memberikan perlindungan terhadap diri sendiri dan orang lain agar terhindar dari risiko tertular virus yang bisa mematikan tersebut.

Dalam memilih masker, pastikan menggunakan yang pas dan kencang. Jangan sampai ada lubang dan area yang terbuka, mulut serta hidung tertutup kencang dan sempurna. Ingin lebih maksimal? Gunakan masker bedah dua lapis.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika Serikat/ Centers for Disease Control and Prevention (CDC), mengenakan masker bedah yang pas, atau menggandakan masker, dapat secara signifikan mengurangi penularan Covid19 dan memperlambat penyebaran jenis baru yang lebih menular.

Hal ini diketahui dari eksperimen pernapasan yang disimulasikan. Hasilnya, masker bedah bisa memblokir partikel Covid-19 sebesar 42%, masker kain memblokir sekitar 44% partikel. Mengenakan masker kain di atas masker bedah meningkatkan perlindungan bagi orang yang mengenakan masker, dan menghalangi 83% partikel kecil.

 

4 dari 4 halaman

Direktur CDC Rochelle Walensky, juga menekankan bukti ilmiah sudah jelas menunjukkan kalau kebutuhan masker dapat mengurangi infeksi dan kematian karena Covid-19. Ia juga menggarisbawahi pentingnya memakai masker dengan benar dan memastikannya pas dan pas di hidung dan mulut.

" Semua jenis masker menawarkan perlindungan dan masker yang pas memberikan kinerja dalam memblokir aerosol yang dipancarkan dan paparan aerosol ke penerima," ujarnya dikutip dari WebMD.

Sebuah makalah bulan Juni di Journal Physics of Fluids menjelaskan bahwa batuk dapat menyebabkan tetesan menyebar sejauh 12 kaki/ 3,6 meter dalam waktu sekitar 50 detik. Dengan masker katun buatan sendiri yang kencang dan menutup sempurna dan terdiri dari beberapa lapisan, tetesan itu hanya bergerak sekitar 2,5 inci atau 6,3 cm.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar