Memar di Kaki Bisa Jadi Gejala Covid-19

Reporter : Reni Novita Sari
Jumat, 17 April 2020 10:47
Memar di Kaki Bisa Jadi Gejala Covid-19
Kenali gejala baru ini untuk menghindari penularan covid-19

Dream - Virus Corona Covid-19 kian lama semakin bermutasi, sehingga banyak gejala baru yang mungkin belum banyak disadari.

Jika pada awalnya virus ini menyebar di berbagai negara, umumnya hanya menunjukkan ciri-ciri berupa batuk, demam atau sesak napas saja, kini tidak lagi.

 Memar di Kaki Bisa Jadi Gejala Covid-19© Dream

Penelitian dari Spanyol menyebutkan bahwa ciri-ciri orang terkena corona COVID-19 yang baru dapat mengalami masalah kulit seperti memar di kaki. Namun sayangnya belum semua tenaga medis dan masyarakat awam mengetahui gejala baru ini.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Yuk simak paparan para ahli dari laman Metro yang akan membuat kita lebih mudah memahami gejala baru yang mungkin belum pernah kita kenali.

1 dari 4 halaman

Lesi Keunguan Di Kaki Sebagai Gejala Baru Covid-19

 memar di kaki tanda covid-19© Ilustrasi foto : metro.co.uk

Menurut Dokter di Spanyol dan Italia, Lesi keunguan yang tampak seperti cacar air, campak pada jari kaki dan kaki bisa menjadi tanda virus corona. Lesi keunguan itu muncul dengan persisten atau terus menerus. Lesi muncul tanpa disertai gejala pernapasan yang umum dialami pasien positif Covid-19 lainnya.

Lesi merupakan jaringan yang telah rusak atau abnormal pada tubuh. Lesi umumnya muncul karena cedera atau sakit.

Pasien covid-19 di beberapa negara seperti, Spanyol, Italia, dan Perancis ditemukan gejala baru yang hampir sama yakni luka hitam di kulit. Kasus awal yang dilaporkan adalah seorang bocah lelaki berusia 13 tahun di Italia, yang sebelumnya dianggap gigitan laba-laba.

Dia pergi ke rumah sakit pada 8 Maret setelah luka di kulitnya bertambah parah. Dua hari kemudian ia mengalami gejala, demam, nyeri otot, sakit kepala dan gatal-gatal hebat serta rasa terbakar pada lesi kaki bocah itu.

Karena bencana global tengah menyelimuti Italia, ia tidak dites covid-19. Tetapi pada 29 Maret, lima minggu setelah kasus bocah itu,sekarang, satu dari lima pasien di rumah sakit Italia menunjukkan kondisi dermatologis yang sama.

2 dari 4 halaman

Gejala Baru Itu Muncul pada Pasien Covid-19 di Italia, Spanyol, dan Perancis

 memar di kaki tanda covid-19© Ilustrasi foto : metro.co.uk

Seorang ahli dermatologi anak di Bari, Mazzotta Troccoli, mengatakan, “ Jika diamati lebih lanjut, data laboratorium akan mengkonfirmasi bahwa kita telah menghadapi gejala COVID-19 yang terus berkembang. Biasanya Covid-19 memengaruhi paru-paru, menyebabkan batuk terus-menerus, masalah pernapasan, dan demam tinggi. Namun, ada juga laporan diare, nyeri testis dan hilangnya kemampuan penciuman sebagai gejala baru di samping temuan terbaru ini.”

Sementara, Dewan Umum Resmi Sekolah Tinggi Podiatris Spanyol yang turut menanggapi gejala baru ini mengatakan, “ Banyak kasus sedang diamati di berbagai negara: Italia, Prancis, Spanyol. Ini adalah temuan yang aneh,berita ini telah menyebar di kalangan dokter kulit dan ahli penyakit kaki" .

Dewan mengatakan bahwa gejala yang sama semakin terdeteksi pada pasien Covid-19, terutama anak-anak dan remaja, meskipun beberapa kasus juga telah terdeteksi di orang dewasa. Gejala baru itu adalah lesi berwarna ungu (sangat mirip dengan cacar air, campak atau chilblains) yang biasanya muncul di sekitar jari kaki dan biasanya sembuh tanpa meninggalkan bekas pada kulit.

3 dari 4 halaman

Harus Mengisolasi Diri

 memar di kaki tanda covid-19© Ilustrasi foto : metro.co.uk

Dewan Podiatris mengatakan bahwa gejala baru ini dapat menjadi modus penularan covid-19 terbaru tanpa mereka ketahui. Ia meminta masyakat untuk tidak meremehkan gejala klinis ini. 

Dewan memperingatkan siapa pun yang ada memar di kakinya harus mengisolasi diri seperti yang di lakukan pada gejala covid-19 yang umum. 

“ Ketika kasus ini terdeteksi pada orang tua atau kerabat, anda harus dikarantina di rumah, diisolasi, dan selalu mengontrol suhu badan setiap waktu,” ungkap Dewan. 

Kebijakan ini untuk menghindarkan penularan oleh mereka yang terkena dampak kepada keluarga mereka. Namun, Ia tidak menganjurkan untuk periksa ke rumah sakit jika gejala yang muncul hanya penampakan lesi dermatologis ini. Hal tersebut karena belum adanya penelitian ilmiah untuk gejala baru itu. Dewan hanya meminta masyarakat untuk waspada karena ini mungkin merupakan tanda deteksi COVID-19 sehingga dapat membantu menghindari penularan.

4 dari 4 halaman

Kesimpulan

Randy Jacobs, asisten profesor klinis dermatologi di University of California, mengatakan COVID-19 dapat menampilkan tanda-tanda penyumbatan pembuluh darah kecil dan pembekuan darah.Dia berkata “ Banyak yang bertanya-tanya apakah COVID-19 hadir dengan perubahan kulit tertentu. Jawabannya iya,” ungkapnya. (mut)

Sumber: Metro.co.uk

 

 

Beri Komentar