Memasuki Usia 40, Massa Otot Bakal Terus Berkurang

Reporter : Annisa Mutiara Asharini
Kamis, 5 Maret 2020 19:45
Memasuki Usia 40, Massa Otot Bakal Terus Berkurang
Saat 70 tahun, penurunan massa otot terjadi dua kali lipat.

Dream - Memasuki usia lanjut, ada banyak masalah kesehatan yang perlu diwaspadai. Terutama kemampuan mobilitas yang terus menurun seiring bertambahnya umur.

Kemampuan mobilitas tidak hanya dipengaruhi oleh kesehatan tulang, melainkan juga massa otot. Faktor ini berperan penting dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Seperti berjalan, naik tangga dan mengangkat benda.

 " Di dalam tubuh selalu terjadi pemecahan dan pembentukan protein. Asalnya dari asam amino di dalam pembuluh darah. Dia masuk ke semua otot, membentuk protein jadi masa otot. Proses ini seharusnya stabil, namun menurun seiring usia," kata Dr. dr. C. Heriawan Soejono, Sp. PD., K. Ger., M. Epid, Spesialis Penyakit Dalam - Konsultan Geriatri di Jakarta, Kamis 5 Maret 2020.

 

 

1 dari 6 halaman

Usia 40 tahun merupakan awal di mana orang dewasa akan kehilangan 8 persen massa otot setiap dekadenya. Kemudian setelah usia 70 tahun, hal ini meningkat hampir dua kali lipat. Hal ini dapat berujung pada imobilitas.

Pasien menjadi renta, kehilangan kekuatan otot, tidak pernah merasa segar dan bahkan tidak bisa berjalan. Lansia pada akhirnya hanya bisa berbaring di tempat tidur dan memicu gangguan psikis dan fisik lainnya.

" Kalau terlalu lama berbaring akan muncul risiko decubitus (luka tekan) pada tulang ekor, itu akan menimbulkan rasa nyeri. Bisa juga memicu pneumonia, kontraktur (kekakuan sendi), hpotensi ortostatik dan hipotrofi (otot mengecil)," jelasnya.

 

2 dari 6 halaman

Tiga Protein Khusus Lansia Sarcopenia atau berkurang dan melemahnya massa otot dapat diatasi dengan memenuhi asupan protein di usia senja. Hanya saja, lansia tak lagi mampu mencerna asupan makanan sebanyak di usia muda. "Tidak mudah menambah p

Sarcopenia atau berkurang dan melemahnya massa otot dapat diatasi dengan memenuhi asupan protein di usia senja. Hanya saja, lansia tak lagi mampu mencerna asupan makanan sebanyak di usia muda.

" Tidak mudah menambah porsi makanan untuk orang tua. Dengan bertambahya usia, volume lambung akan berkurang. Pengosongannya juga melambat. Peredaran darah menuju lambung juga berkurang sampai 45 persen," ujar Dr. Heriawan.

Lansia membutuhkan tiga jenis protein khusus agar lebih mudah diserap tubuh. Serta berfungsi untuk proses sintesis protein pada otot. Protein tersebut antara lain Whey yang mengandung asam essential leucine sehingga cepat dicerna.

Selain itu lansia juga butuh Soy sebagai protein nabati. Tidak hanya merangsang sintetis protein, Soy juga kaya antioksidan.

" Lalu ada Casein yang lebih lama berada di dalam darah untuk memasok cadangan protein otot," tuturnya.

 

3 dari 6 halaman

Asupan Nutrisi Tambahan

Kebutuhan protein lansia bisa dipenuhi dengan cara mengonsumsi susu berprotein khusus. Ensure dari Abbott jadi salah satu asupan nutrisi yang diformulasikan dengan bahan Triple Protein.

" Suplemen ini meliputi bahan-bahan Triple Protein, kombinasi unik dari Whey, Casein dan Soy untuk mendukung kesehatan otot lansia yang sehat," kata Arnaud Renard, President Directors of Abbotts Product Indonesia.

 Ensure© Dream

Susu juga diformulasikan dengan kalsium tinggi dan omega 3 dan 6 dari tumbuhan untuk menjaga kesehatan tulang dan kognitif. Selain itu, serat FOS di dalam susu meningkatkan pertumbuhan bakteri baik dan membantu menjaga sistem pencernaan lansia yang sensitif.

 

 

 

4 dari 6 halaman

Mengapa Otot Perlu Dilatih Ketika Ingin Menurunkan Berat Badan?

Dream - Menurunkan berat badan bisa dilakukan dengan berbagai cara, mulai diet, latihan cardio dengan banyak bergerak, hingga melakukan resistant training atau latihan beban.

Latihan cardio tidak harus dilakukan dengan berlari, bersepeda, berenang, ataupun zumba. Cardio bisa dilakukan dengan membuat diri lebih aktif bergerak.

Sementara, resistant training diyakini lebih penting dilakukan untuk menurunkan berat badan karena otot merupakan organ yang boros kalori. Dengan latihan beban, kalori dalam otot terbakar.

" Makanya, kenapa wanita mesti melakukan aktivitas pengencangan otot rangka. Apakah dengan squat, atau plank, push up di tembok atau dumble sederhana," ujar Fitness Trainier, Ade Rai, di Senayan City, Jakarta Selatan, Rabu 26 Februari 2020.

Gerakan tersebut akan melatih otot rangka membakar gula. Setelahnya, otot akan membutuhkan gula dan jumlahnya meningkat sehingga tubuh akan mengencang.

 Ade Rai© dream.co.id

5 dari 6 halaman

Beberapa gerakan melatih otot

Menurunkan berat badan juga bisa dilakukan dengan menjaga kadar gula. Kebanyakan orang gemuk disebabkan oleh asupan karbohidrat yang meningkatkan kadar gula.

" Orang gemuk disebabkan karena banyak makan karbohidrat yang menyebabkan kadar gula meningkat. Lalu, pankreas memproduksi insulin untuk mengambil kelebihan gula, untuk ditaruh ke organ tubuh."

Tapi jika gula dikonsumsi dalam jumlah cukup dan sesuai kebutuhan, maka tidak akan terjadi peningkatan berat badan.

 Ade Rai© dream.co.id

6 dari 6 halaman

Makanan juga harus dijaga

Maka dari itu, konsumsi makanan dan minuman harus sepadan dengan aktivitas maupun kebutuhan. Jika mengonsumsi gula berlebih, harus meningkatkan aktivitas yang dapat membakar gula.

" Paling efektif dengan latihan pengencangan otot rangka seperti push up dan plank. Ini berlaku bagi siapapun. Dan harus diet," tuturnya.

Kita memulai diet dengan mengganti pilihan makanan yang lebih sehat. Misalnya, mengganti paha atau sayap dengan dada ayam, nasi putih dengan nasi merah berserat tinggi, atau kentang dengan ubi.

Beri Komentar