Mengapa Ciri dan Gejala Covid-19 Tiap Orang Berbeda? Ini Penjelasannya

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Kamis, 12 November 2020 16:14
Mengapa Ciri dan Gejala Covid-19 Tiap Orang Berbeda? Ini Penjelasannya
Begini penjelasan ahli.

Dream - Seseorang yang terinfeksi virus corona umumnya merasakan gejala tertentu. Namun belakangan gejala yang dirasakan penderitanya tak selalu sama, mulai dari tanpa gejala, diare, hingga hilangnya penciuman.

Pada orang dengan penyakit penyerta, Covid-19 bisa mengakibatkan kematian.

Dokter Spesialis Patologi Klinik, Theresia Novi, mengatakan, virus corona menggunakan tubuh kita untuk beranak-pinak atau memperbanyak diri dengan merusak sel kita. Hal ini kemudian akan merangsang tubuh bereaksi membentuk suatu respons imun yang terkadang berlebihan.

" Respons yang berlebihan menyebabkan kebingungan dalam imun kita, meyebabkan sel-sel yang seharusnya melindungi menjadi membabi buta bahkan merusak jaringan kita sendiri," ujar Theresia Novi dalam konferensi pers virtual, Rabu 11 November 2020.

1 dari 3 halaman

Pada tahap pertama individu terinfeksi Covid-19, gejala yang muncul biasanya ringan, seperti masuk angin atau meriang. Namun pada fase ini, sudah dapat dideteksi dengan metode PCR.

Theresa melanjutkan, virus corona bisa menimbulkan gejala atau kerusakan pada berbagai organ tubuh. Ketika virus sudah masuk ke paru, bisa menyebabkan batuk, jika masuk ke saluran pernapasan menimbulkan bersin-bersin, pneumonia dan sesak napas.

" Bisa juga gejalanya di penyakit jantung. Seperti sakit jantung atau nyeri jantung. Ada juga yang terkenal di bagian ginjal, menyebabkan gagal ginjal akut atau ada peningkatan enzim-enzim yang ada pada hati," paparnya.

2 dari 3 halaman

Ilustrasi Sakit Pencernaan© Shutterstock

Dia menambahkan, banyak individu yang tidak sadar jika virus corona juga bisa menyerang pencernaan.

" Banyak pasien yang tidak waspada terhadap Covid-19 karena gejalanya di pencernaan, muntah, diare. Padahal itu bisa menjadi gejala Covid-19," paparnya.

 

 

3 dari 3 halaman

Gejala lain yang mungkin dirasakan pasien yakni berkurangnya kepekaan indera penciuman.

Menurut Theresia, ini bisa terjadi ketika virus corona sudah mengenai susunan saraf.

" Kok ada gangguan penciuman? Itu karena virsu sudah mengganggu sistem saraf kita, saraf pengecap maupun saraf pembauan kita terganggu. Jadi bisa hilang rasa atu penciuman. Bisa juga gangguan pada mata," jelas dia.

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar