Mengapa Orang Sakit Tiba-tiba Jadi Terlihat Bugar Sebelum Meninggal?

Reporter : Sugiono
Rabu, 3 Juli 2019 13:36
Mengapa Orang Sakit Tiba-tiba Jadi Terlihat Bugar Sebelum Meninggal?
Biasanya, keluarga akan menganggap 'kesembuhan' yang tiba-tiba itu sebagai sebuah mukjizat dari Tuhan.

Dream Sahabat Dream mungkin pernah melihat seseorang yang sebelumnya sakit parah terlihat segar bugar seolah sudah sembuh. Namun selang beberapa hari atau hitungan jam, ajal menjemputnya.

Kejadian tersebut memang terdengar aneh. Bahkan banyak yang sering cemas manakala orang terdekat mendadak sehat bugar padahal baru menjalani sakit yang parah.

Gejala kematian ternyata hal awam dalam dunia medis. Kalangan peneliti menyebiut fenomena itu sebagai terminal lucidity.

Istilah itu pertama kali dipopulerkan oleh ilmuwan dan ahli biologi Jerman bernama Michael Nahm.

1 dari 4 halaman

Seolah Sudah Sembuh dari Sakit

Terminal lucidity tidak sama dengan gejala kematian lainnya seperti terminal agitation, yang ditandai dengan mengigau, cemas, marah, atau penurunan kognitif.

Gejala kematian terminal lucidity ini tampak halus. Ketika seseorang akan meninggal, dia tiba-tiba tampak bugar, seolah sudah sembuh dari penyakitnya.

Yang sebelumnya tidak bisa berbicara atau beraktivitas, tiba-tiba bisa berbincang panjang lebar atau berjalan-jalan di sekitar rumah sakit.

Biasanya, keluarga akan menganggap 'kesembuhan' yang tiba-tiba itu sebagai sebuah mukjizat dari Tuhan.

2 dari 4 halaman

Masih Jarang Diteliti

Penelitian ilmiah tentang fenomena terminal lucidity ini relatif masih sangat sedikit.

Tetapi, meski baru diberi istilah pada tahun 2009 oleh Nahm, ada laporan bahwa terminal lucidity ini sudah ada dalam literatur medis sejak 250 tahun yang lalu.

Hingga saat ini, penelitian ilmiah masih belum menemukan jawaban yang pasti mengapa fenomena terminal lucidity ini bisa terjadi.

Namun penelitian terbaru menyebutkan bahwa terminal lucidity ini ditemukan pada individu dengan demensia, tumor otak, stroke, dan penyakit mental, seperti skizofrenia.

Sebelumnya orang-orang dengan kondisi ini dianggap tidak mungkin mengalami terminal lucidity. Namun ternyata mereka mengalaminya juga.

3 dari 4 halaman

Rata-rata Meninggal Dalam Satu Minggu

Sekelompok kecil peneliti saat ini sedang mempelajari terminal lucidity. Selain Nahm, Alexander Betthyany dari Wina juga berusaha untuk mengumpulkan data tentang fenomena ini.

Meski hasilnya belum definitif, Betthyany memiliki penemuan yang cukup menarik. Dari 227 pasien demensia, sekira 10 persen mengalami terminal lucidity.

Sementara dari tinjauan literaturnya, Nahm melaporkan bahwa sekitar 84 persen orang yang mengalami terminal lucidity akan meninggal dalam waktu seminggu. Sedangkan 42 persen lainnya meninggal pada hari yang sama.

Temuan ini menunjukkan bahwa kognisi atau kesadaran normal tetap terjadi meskipun otak pasien mengalami kerusakan parah pada detik-detik terakhir hidup mereka.

4 dari 4 halaman

Belum Ada Jawaban Ilmiah

Belum ada jawaban ilmiah yang logis untuk misteri medis ini. Tidak ada informasi yang cukup untuk mendalilkan mekanisme pasti bagaimana terminal lucidity terjadi.

Fenomena-fenomena aneh menjelang kematian seperti terminal lucidity, penampakan saat sakaratul maut, atau pengalaman mendekati kematian telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah pikiran adalah produk dari otak.

Mereka yang mengalami fenomena-fenomena tersebut umumnya meninggal dalam kondisi yang tenang dan damai. Sementara keluarga yang ditinggalkan merasa senang karena masih bisa menghabiskan hari-hari terakhir pasien dengan bahagia.

(Sah, Sumber: Psychology Today)

Beri Komentar
Babak Baru Daus Mini Vs Daus Mini ‘KW'