Mengapa Dianjurkan Tak Periksa ke Dokter Usai Jam Makan Siang?

Reporter : Sugiono
Rabu, 28 Agustus 2019 09:36
Mengapa Dianjurkan Tak Periksa ke Dokter Usai Jam Makan Siang?
Bukan hanya pekerja kantoran, dokter dan perawat juga terdampak efek lelah di jam-jam tertentu pada siang dan sore hari.

Dream - Semua orang tahu bahwa pekerja kantoran akan merasakan lelah pada sekitar jam dua siang atau tiga sore.

Selain mengantuk, pekerja kantoran mulai mengalami penurunan produktivitas di jam-jam tersebut.

" Seperti ada ritme atau jam alami dalam tubuh, yang membuat kita merasa mengantuk pada sekitar jam dua siang atau tiga sore," kata Lara Sandon, juru bicara American Dietetic Association, dikutip dari Elite Daily.

Ternyata, bukan hanya pekerja kantoran yang mengalami kondisi tersebut. Para dokter dan perawat di rumah sakit juga merasa mengantuk setelah jam makan siang.

Namun, jika efek mengantuk di jam-jam tersebut memengaruhi dokter dan perawat, dampaknya bisa membahayakan pasien.

Tidak percaya? Simak alasan mengapa sebaiknya tidak periksa ke dokter setelah jam makan siang seperti dikutip dari Reader's Digest berikut ini.

Dokter Anestesi Sering Melakukan Kesalahan

Jika membuat janji dengan dokter untuk memeriksakan diri, sebaiknya jadwalkan sebelum jam dua siang. Sebuah ulasan Duke University tentang sekitar 90.000 rumah sakit menemukan bahwa dokter anestesi cenderung lebih banyak melakukan kesalahan pada jam 3 dan 4 sore.

Alasannya, probabilitas kesalahan dokter anestesi saat melakukan prosedur pada jam 9 pagi adalah 1 persen. Sedangkan pada jam 4 sore, probabilitas kesalahannya mencapai 4,2 persen.

Para peneliti menghubungkan kesalahan-kesalahan ini dengan 'titik sirkadian siang terendah', yang bisa menurunkan kewaspadaan dokter.

1 dari 4 halaman

Sering Jadi Waktu Pergantian Dokter Bedah

Alasan lain untuk tidak menjadwalkan operasi pada sore hari? Di jam-jam tersebut sering menjadi waktu pergantian dokter bedah yang melakukan operasi.

" Sebagian besar anggota tim bedah mulai bekerja antara pukul 6:30 dan 7 pagi," tulis Anthony Yuon, MD, seorang kontributor CNN.

" Setelah delapan jam bekerja, jika dihitung dengan istirahat makan siang selama 30 menit, akan ada pergantian dokter dan perawat pada pukul tiga sore. Ini adalah saat tim bedah baru mengambil alih, yang kadang-kadang dilakukan tepat saat tengah operasi."

Pergantian ini bisa mengakibatkan hal yang tak diinginkan seperti ketika dokter bedah pertama lupa untuk memberitahukan penggantinya bahwa pasien tidak merespon dengan baik terhadap obat tertentu.

2 dari 4 halaman

Dokter Mungkin Hanya Memberikan Antibiotik yang Tidak Perlu

Sekarang ini banyak dokter yang hanya memberikan antibiotik, bukan solusi, untuk setiap penyakit yang diderita pasiennya. Padahal, antibiotik lebih banyak bahayanya daripada khasiatnya.

Satu penelitian yang diterbitkan dalam JAMA Internal Medicine menemukan bahwa seiring bergulirnya waktu setelah makan siang, dokter cenderung untuk meresepkan antibiotik — bahkan ketika sama sekali tidak diperlukan, seperti dalam kasus menangani penyakit akibat virus.

" Sebagai efek kumulatif dari berurusan dengan banyak pasien, dokter jadi kurang waspada. Mereka mencari cara yang mudah dengan hanya menulis resep daripada menguraikan gejala penyakit pasien dan solusi untuk mengobatinya," tulis Daniel H. Pink dalam bukunya When: The Scientific Secrets to Perfect Timing.

3 dari 4 halaman

Waktu Terburuk untuk Mendeteksi Kanker

Kelelahan yang melanda saat jam tiga sore memengaruhi ketajaman dokter dalam mendeteksi kanker. Satu penelitian terhadap lebih dari 1.000 kolonoskopi menemukan bahwa dokter lebih kecil kemungkinannya untuk mendeteksi polip — benjolan kecil berwarna merah pada usus besar yang bisa berkembang menjadi kanker — ketika kelelahan melanda setelah makan siang. Yang mengejutkan, setiap jam yang berlalu menurunkan tingkat deteksi polip mereka sebesar 5 persen.

4 dari 4 halaman

Pegawai Rumah Sakit Jarang Mencuci Tangan

Banyak yang mengira jika pegawai rumah sakit adalah orang yang selalu mencuci tangan mereka setiap selesai melakukan pekerjaannya membantu pasien yang sakit.

Namun satu studi 2015 terhadap lebih dari 4.000 pengasuh di rumah sakit menemukan bahwa hanya setengah dari mereka tidak mencuci tangan ketika memiliki kesempatan.

Padahal mencuci tangan adalah tugas yang harus mereka jalankan sebagai kewajiban profesional. Terlebih lagi, ketika para pengasuh (dua pertiga dari mereka adalah perawat) memulai giliran kerja mereka di pagi hari, sekira 38 persen yang mencuci tangan di sore hari.

Beri Komentar
Mengharukan, Reaksi Gempi Dengar Gading dan Gisel Tidur Bareng Lagi