Terasa Pusing Saat Baru Ganti Kacamata? Ini Sebabnya

Reporter : Cynthia Amanda Male
Selasa, 14 Januari 2020 11:36
Terasa Pusing Saat Baru Ganti Kacamata? Ini Sebabnya
Kamu pernah merasakannya?

Dream - Para Sahabat Dream yang telah lama memakai kacamata, mungkin pernah merasa tidak nyaman ketika menggantinya. Semahal apapun kacamata yang baru dibeli, kacamata lama biasanya lebih nyaman.

Tak perlu ragu untuk menggantinya. Rasa tak nyaman bahkan cenderung merasa pusing sangat wajar. Ingin tahu apa penyebabnya.

Dilansir dari Times of India, berikut penyebab seputar rasa sakit kepala dan gangguan lainnya akibat pergantian kacamata.

1 dari 8 halaman

Apa penyebabnya?

Kalau kamu memiliki kelainan refraksi, artinya terdapat otot yang membuat matamu lebih sulit untuk fokus. Ketika memakai kacamata, otot mata akan menyesuaikannya.

  Hijab Tutorial si Pengguna Kacamata© MEN

Jadi ketika mengganti kacamata, otot mata akan berusaha menyesuaikan kembali. Terutama, jika ukuran kacamatanya berubah.

Jika tidak, matamu akan lebih mudah menyesuaikan. Beberapa orang bahkan juga merasa sakit pada mata.

2 dari 8 halaman

Apakah itu normal?

Rasa sakit kepala dan mata normal dialami selama seminggu. Jika lebih dari seminggu, apalagi disertai pusing, Sahabat Dream perlu berkonsultasi ke dokter. Ukuran kacamata yang terlalu besar atau kecil juga dapat menjadi penyebabnya.

 shutterstock© shutterstock.com

 

3 dari 8 halaman

Bagaimana cara mengatasinya?

Mungkin pada awalnya, memakai kacamata baru sangat kurang nyaman. Namun, kamu tetap harus memakainya untuk menjaga kesehatan otot mata.

Jika belum mampu memakainya setiap hari, pakailah 3-4 jam sehari dan diselingi dengan pemakaian kacamata lama. Setelah seminggu, Sahabat Dream akan lebih mudah dan nyaman memakai kacamata baru. (mut)

 shutterstock© shutterstock.com

4 dari 8 halaman

Gangguan Penglihatan Mata Bisa Hilang dalam Hitungan Menit

Dream - Solusi paling umum dilakukan untuk menangani gangguan penglihatan refraksi atau rabun adalah menggunakan kacamata atau lensa kontak.

Seiring perkembangan teknologi kesehatan, kini lasik jadi solusi baru. Penemuan ini bisa membantu para penderita rabun yang tak ingin repot menggunakan kacamata dalam kesehariannya.

Meski dianggap lebih memudahkan, ada beberapa alasan mengapa masih banyak orang ragu untuk melakukan operasi lasik.

Sebagian orang beralasan takut dengan prosedurnya. Ada juga yang tidak memenuhi syarat untuk melakukan operasi lasik.

5 dari 8 halaman

Proses Operasi Lasik Lebih Nyaman

" Sekarang melakukan lasik bisa lebih nyaman. Kalau dulu kan masih pakai blade (pisau), sekarang sudah menggunakan laser dengan pemotongan flap (bagian kornea) yang lebih halus, tipis dan cepat," ujar Direktur Utama Jakarat Ey Center (JEC), Setiyo Budi Riyanto di Spumante, Jakarta, Rabu, 14 Agustus 2019.

  Setiyo Budi Riyanto© dream.co.id/Cynthia Amanda Male

Foto: Setiyo Budi Riyanto/Dream.co.id-Cynthia Amanda Male

Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan lasik juga terbilang singkat. Tom dokter hanya membutuhkan waktu sekitar beberapa menit.

" Kalau dengan konsultasi dan sebagainya, mungkin sekitar 15-20 menit."

6 dari 8 halaman

Pemulihannya Cepat

Pasien pun bisa langsung beraktivitas setelah dilasik. Hanya saja, kamu perlu menghindari infeksi.

" Matanya jangan kena air (selama) tiga hari sesudah dilasik. Jangan kena debu selama semingguan. Kalau beraktivitas di outdoor, pakai kacamata. Biasanya setelah dilasik suka silau, boleh pakai suglass. Tapi bukan berarti tidak boleh terpapar sinar matahari," jelas Budi.

  shutterstock© shutterstock.com

Jika tidak sengaja terkena debu, Sahabat Dream bisa membersihkan mata dengan air bersih, " Kalau merasa mata mengganjal atau berair, biasanya tidur 2-3 jam sudah kembali normal lagi."

7 dari 8 halaman

Gangguan Refraksi Mata Bisa Kembali Lagi Setelah Lasik

Setelah melakukan lasik, bukan tidak mungkin kondisi matamu kembali seperti sebelumnya (regresi). Namun, hal ini masih bisa ditangani dengan kembali melakukan lasik.

" Bagi yang miopianya sangat tinggi atau aktivitas fisiknya banyak, akan lebih mudah regresi. Tapi, kemugkinannya hanya 3 persen dan bisa dilakukan lasik lagi kapanpun," ungkapnya.

  shutterstock© shutterstock.com

Syarat Melakukan Lasik

Meskipun terdengar mudah dan cepat, namun kamu perlu melakukan pemeriksaan pra-lasik.

Pemeriksaan awal tersebut terdiri dari pengecekan tekanan bola mata, ketebalan retina dan sebagainya.

" Jadi diperiksa dulu, ketebalan retinanya cukup atau nggak, menyusui atau hamil nggak dan usianya berapa. Kalau usianya masih 15 tahun nggak boleh karena masih banyak perubahan. Sudah boleh di usia 18 tahun," katanya.

Di samping syarat di atas, gangguan refraksi yang bisa ditangani hanyalah minus dengan batas 14, silinder dengan batas 5 serta plus dengan batas 4.

8 dari 8 halaman

Solusi Lainnya


  5 Prosedur yang Wajib Diketahui Sebelum Lasik© MEN

Kalau Sahabat Dream tidak direkomendasikan melakukan lasik, dokter biasanya akan menyarankan solusi lainnya seperti tanam lensa (Phakic IOL) atau mengganti lensa mata.

Beri Komentar
Wajah Tegar BCL Saat Antarkan Jenazah Ashraf Sinclair