Mengenal Keganasan Virus Ebola, Belum Ada Obatnya!

Reporter : Sandy Mahaputra
Rabu, 6 Agustus 2014 16:43
Mengenal Keganasan Virus Ebola, Belum Ada Obatnya!
Ebola begitu menakutkan dan nampaknya bisa menyebar dengan cepat.

Dream - Akhir-akhir ini virus Ebola kembali menyebar dan menjadi wabah terburuk dalam sejarah. Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), wabah yang saat ini menyerang negara-negara Afrika Barat itu telah merenggut lebih dari 800 jiwa.

Keganasan Ebola begitu menakutkan dan nampaknya bisa menyebar dengan cepat. Digolongkan oleh WHO sebagai demam berdarah, Ebola dikatakan memiliki tingkat kematian hingga 90 persen. Namun untuk kejadian saat ini, 60 persen kasus Ebola berakibat fatal.

Ebola pertama kali muncul pada 1976 . Wabah pertama menyerang desa-desa terpencil di Afrika Tengah dan Barat, biasanya dekat hutan hujan tropis.

Kepada Al Arabiya News ahli virus di Sharjah College di Uni Emirat Arab, Nishi Singh mengatakan Ebola bisa menular ke manusia melalui kontak dengan darah, cairan dan organ hewan yang terinfeksi.

Ebola kemudian menyebar di masyarakat melalui manusia ke manusia melalui cairan tubuh dan kontak tidak langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi dengan cairan tersebut.

" Bahkan upacara pemakaman korban Ebola bisa menjadi penyebaran virus tersebut karena orang yang menguburkannya bersentuhan langsung," tambah Singh.

Pasien yang telah pulih sekalipun masih bisa menularkan virus melalui air mani sampai tujuh minggu setelah sembuh.

" Gejala terpapar virus Ebola biasanya terjadi dalam waktu 2-7 hari setelah infeksi, meskipun masa inkubasi 21 hari tidak pernah terdengar," kata Singh.

Gejala-gejala awal berupa demam, sakit kepala, nyeri sendi dan otot, dan kurangnya nafsu makan.

Setelah itu ada gejala lanjutan berupa muntah, diare, sakit perut, ruam, dan dalam beberapa kasus perdarahan internal dan eksternal. Perdarahan ini sering terjadi di mata, hidung atau mulut.

Virus Ebola mampu menduplikat dirinya sendiri hingga berjuta-juta dalam sel darah. Ditambahkan, Nahid Bhadelia, direktur pengendalian infeksi di Boston University National Emerging Infectious Disease Laboratories, virus itu kemudian meledak dari sel-sel dan menghasilkan protein yang membuat kekacauan.

Protein yang dikenal dengan Ebolavirus glikoprotein itu masuk pada sel-sel di bagian dalam pembuluh darah dan meningkatkan kemampuan mereka, dalam menembus sel sehingga menyebabkan darah bocor keluar.

Virus kemudian mengganggu kemampuan tubuh mengolah aliran darah hingga orang yang terjangkit virus akan mengalami gejala hemoragik.

Ebola mampu mengelabui pertahanan alami tubuh manusia dengan memblokir sinyal sel-sel darah putih ke sistem kekebalaan tubuh. Dengan demikian sel darah putih tidak bisa menyerang mereka.

Lebih canggihnya lagi, Ebola bahkan dapat menempel dan menginfeksi sel kekebalan sehingga bisa ikut menyebar ke seluruh tubuh. Dengan leluasa, Ebola kemudian bisa menginfeksi organ vital seperti hati, ginjal, limpa dan otak.

Pada dasarnya, virus Ebola mematikan fungsi semua sel-sel tubuh, kata Singh. " Saat ini ada banyak vaksin yang sedang diuji, tapi tidak diizinkan untuk digunakan pada manusia," kata Singh.

Namun, jika pasien diterapi cairan dan elektrolit secara intensif secara benar, memungkinkan mereka cukup waktu untuk memulihkan sistem kekebalan tubuh mereka sendiri. Mereka dapat bertahan hidup dari virus yang mematikan ini.

" Sulit untuk mengenali gejala awal penyakit ini karena mereka tidak spesifik," ujar Singh.

Pasien yang menunjukkan gejala Ebola harus ditempatkan dalam isolasi. Pekerja laboratorium dan profesional medis juga harus diperingatkan karena mereka berisiko tinggi ketika melakukan tes pada darah pasien. (Ism)

Beri Komentar