Menkes: Bukan Sisi RS Saja, Penanganan Covid-19 di Hulu Lebih Penting!

Reporter : Arini Saadah
Senin, 21 Juni 2021 15:35
Menkes: Bukan Sisi RS Saja, Penanganan Covid-19 di Hulu Lebih Penting!
Menurut Budi, lebih penting fokus ke sisi hulu daripada hilir untuk mencegah orang sehat jangan sampai jatuh sakit.

Dream – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan berbagai perlengkapan di rumah sakit dalam upaya menangani peningkatan kasus covid-19 tiga minggu terakhir ini sudah dilakukan.

Belajar dari pengalaman peningkatan kasus pada awal tahun 2021 lalu, Budi memastikan kebutuhan rumah sakit seperti obat-obatan, tempat tidur, peralatan APD, masker dan tenaga kesehatan sudah diantisipasi sejak awal.

“ Sudah kami laporkan berita-berita di masyarakat yang beredar mengenai kondisi rumah sakit kita, perawata kita, obat-obat kita,” ujar Budi dalam video conference penanganan pandemi Covid-19, Senin, 21 Juni 20210. 

Ilustrasi© YouTube/Sekretariat Presiden

Melihat peningkatan kasus positif covid-19 akibat periode libur lebaran 2021, Menkes mengajak semua elemen untuk fokus menangani wabah ini dari sisi hulu. Menurut Budi, lebih penting fokus ke sisi hulu daripada hilir berupa upaya mencegah orang sehat jangan sampai terpapar COvid-19.

“ Sampai saat ini terjadi peningkatan yang luar biasa, dan itu penting untuk bisa fokus bukan hanya ke sisi hilir, sisi rumah sakit saja, tapi lebih penting di sisi hulu supaya orang sehat jangan sampai sakit,” tutur Budi.

Menurutnya, apabila di sisi hulu bisa diatasi dengan baik, maka hal ini bisa mengurangi tekanan di sisi hilirnya yaitu fasilitas kesehatan.

“ Agar kita menangani di sisi hulunya dengan baik, sehingga mengurangi tekanan di sisi hilirnya, di mana kita bisa mencegah orang sehat ini menjadi sakit, tidak hanya membuat orang sakit menjadi sembuh,” lanjutnya.

1 dari 2 halaman

Kurangi Mobilitas

Ilustrasi© Liputan6.com

Budi mengatakan implementasi PPKM Mikro dan percepatan vaksinasi perlu diperkuat lagi. Salah satu sarannya adaah mengimplementasikan PPKM Mikro dengan mengurangi mobilitas antara 75 sampai 100 persen tergantung jenis kegiatan dan daerahnya.

“ Implementasi lapangan yang paling penting adalah mengurangi mobilitas,” tegasnya.

Selain itu, Budi juga mengimbau kepada masyarakat untuk melakukan testing agar segera diketahui terinfeksi virus atau tidak. Pembatasan mobilitas ini sebaiknya dilakukan mulai dari evel terkecil yaitu tingkat RT.

“ Dipastikan untuk orang-orang yang terkena segera dites, untuk kita bisa pastikan siapa yang terkena atau tidak. Jika sudah lebih dari lima rumah yang terkena, kita akan melakukan penyekatan secara spesfik di level RT tersebut dengan bantuan TNI-POLRI. Membatasi mobilitas dimulai level terkecil,” tambahnya.

2 dari 2 halaman

Lakukan Isolasi

Kemudian, lanjut Budi, isolasi mandiri dimungkinkan jika sebuah daerah memiliki fasilitas yang memadai. Jika daerahnya padat maka isolasi bisa dilakukan secara terpusat.

“ Kalau daerahnya memungkinkan isolasi mandiri, kalau daerahnya padat isolasi terpusat. Isolasi terpusat itu harus tersebar ke banyak mungkin di daerah tersebut baik kecamatan maupun kelurahan,” imbuhnya.

Sementara itu bagi orang-orang yang perlu melakukan isolasi baik mandiri maupun terpusat, selama dua pekan akan dicukupi kebutuhannya dengan mekanisme gotong royong masyarakat setempat.

“ Dipastikan orang-orang yang diisolasi selama dua minggu kita akan cukupi dengan droping makanan yang diutamakan dengan menggunakan mekanisme gotong royong masyarakat,” katanya.

Akan tetapi jika memiliki gejala yang serius hingga sesak, maka pasien akan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar