Menkes Ungkap Dugaan Asal Mula Varian Delta Covid-19 Masuk Indonesia

Reporter : Razdkanya Ramadhanty
Senin, 13 September 2021 15:45
Menkes Ungkap Dugaan Asal Mula Varian Delta Covid-19 Masuk Indonesia
Varian Delta diketahui masuk melalui kapal pengangkut barang dari India.

Dream - Berbulan-bulan menjadi momok bagi masyarakat, pemerintah akhirnya mengantongi dugaan asal mula masuknya virus Covid-19 varian delta. Virus yang memicu lonjakan kasus positif itu diduga menyelinap lewat jalur laut.    

Dugaan ini disampaikan Menteri Kesehatan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin, 13 September 2021.  " Kita lupa menjaga dari sisi lautnya," ungkap Budi dikutip Dream dari kanal Youtube DPR RI, Senin, 13 September 2021

Menurut Budi, banyak kapal-kapal pengangkut barang yang masuk ke Indonesia berasal dari India. Kala itu banyak krunya yang diizinkan keluar sehingga diduga menularkan virus Covid-19 varian delta.

 

 

 

1 dari 5 halaman

Jalur Udara Relatif Terkendali

Lebih lanjut Budi menjelaskan, kemungkinan masuknya virus Covid-19 melalui pintu masuk moda transportasi udara relatif lebih terkendali. Hampir semua bandara, kecuali Bandara Kualanmu, memiliki tempat pemeriksaan yang baik.

Namun demikian, Menkes memberikan catatan pada pengoperasian saat karantina yang masih harus menjadi perhatian. Berdasarkan data terakhir, masih ada data penumpang yang lolos saat karantina.

" Walaupun entry-nya baik, yang masih jadi catatan adalah exit test yang dilakukan sesudah masa karantina. Kita lihat datanya tetap saja ada yang lolos," ujar Budi.

Menurut Budi, saat ini jalur darat dan laut masih menjadi perhatian ketat. Ia memberi contoh jalur darat di Kupang dan Kalimantan Utara, masih minim penjagaannya.

Sementara, untuk jalur laut yang perlu diperbaiki adalah pintu masuk dari Batam karena jumlah trafik yang besar. Serta Dumai dan Cilacap yang merupakan jalur varian Delta masuk.

" Kita juga nanti akan memonitor, karena pernah masuk kemarin dari Dumai dan juga dari Cilacap itu pada saat itu masuknya varian Delta," tutup Budi.

 

2 dari 5 halaman

Varian Virus Corona Paling Berbahaya Menurut Pejabat WHO, Delta Atau Mu?

Dream - WHO menyatakan varian Delta yang cepat menyebar adalah jenis yang paling mengkhawatirkan saat ini. Bahkan lebih mengkhawatirkan dibandingkan varian Mu.

WHO sempat memasukkan varian Mu dalam daftar Variant of Interest (VoI) pada pekan lalu. Varian ini disebut memiliki kemampuan resisten dari kekebalan baik akibat infeksi alami maupun vaksinasi.

Namun demikian, pejabat WHO, Maria Van Kerkhove, menyatakan, varian yang pertama kali ditemukan di Kolombia dan setidaknya tersebar di beberapa negara tidak lebih mengkhawatirkan dibandingkan Delta.

" Varian Delta bagi saya adalah satu yang paling mengkhawatirkan karena peningkatan penularannya," ujar Kerkhove.

Delta dengan cepat menyebar ke setidaknya 170 negara, termasuk AS, sejak pertama kali terdeteksi di India pada Oktober. Kemudian dengan cepat menjadi varian dominan di banyak wilayah AS.

Mu, juga dikenal oleh para ilmuwan sebagai B.1.621, meningkat prevalensinya di beberapa negara Amerika Selatan. Tetapi di negara lain menunjukkan penurunan, terutama di lokasi yang sudah diinfeksi oleh Delta.

 

3 dari 5 halaman

Harus Bisa Saingi Varian Terkuat

Kepala Program Kedaruratan Kesehatan WHO, Mike Ryan, mengatakan setiap varian baru yang muncul harus dapat bersaing dengan jenis yang lebih kuat. Saat ini, jenis terkuat tersebut adalah Delta.

" Varian Delta cenderung mengungguli varian lain, seperti Mu," katanya.

Ryan melanjutkan tidak masalah jika varian baru memiliki perubahan genetik yang memungkinkannya resisten terhadap vaksin. Selama belum dapat mengungguli varian terkuat, maka belum bisa dianggap mengkhawatirkan.

“ Tidak setiap varian baru muncul berarti langit akan runtuh. Setiap varian perlu dilihat karakteristiknya dalam hal potensinya menyebabkan penyakit yang lebih parah, potensinya untuk menular, potensinya untuk lolos dari vaksin," kata Ryan.

4 dari 5 halaman

4 Varian Kuat, Delta Paling Kuat

WHO telah memantau empat varian masuk Variant of Consent (VoC)yaitu Alfa yang pertama kali terdeteksi di Inggris, Beta yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan, Gamma dari Brasil, dan Delta.

Varian yang menjadi perhatian umumnya didefinisikan sebagai strain bermutasi yang lebih menular, lebih mematikan, atau lebih resisten terhadap vaksin dan perawatan saat ini.

WHO juga terus mencermati empat varian lain yang menarik, termasuk lambda, pertama kali diidentifikasi di Peru, yang telah menyebabkan wabah di banyak negara dan memiliki perubahan genetik yang dapat membuatnya lebih berbahaya daripada jenis lainnya.

5 dari 5 halaman

Mu Belum Dianggap Ancaman

Kepala penasihat medis Gedung Putih, Anthony Fauci, membahas kekhawatiran tentang varian Mu minggu lalu. Dia mengatakan itu bukan ancaman langsung bagi AS.

" Kami memperhatikannya, kami menganggap semuanya seperti itu dengan serius, tetapi kami tidak menganggapnya sebagai ancaman langsung saat ini," kata Fauci pada konferensi pers, Kamis.

WHO mengatakan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami karakteristik klinis dari varian baru. " Jika itu mengkhawatirkan, maka kita benar-benar perlu melihat diagnosa dan bagaimana kita mengembangkan vaksin kita," kata Ryan, dikutip dari CNBC.

Beri Komentar