Merasakan Gejala Setelah Baca Berita Covid-19, Psikiater Beri Penjelasan

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 24 Maret 2020 17:36
Merasakan Gejala Setelah Baca Berita Covid-19, Psikiater Beri Penjelasan
Ternyata hal tersebut adalah wajar, segera lakukan apa yang direkomendasikan dokter spesialis kejiwaan.

Dream - Membanjirnya informasi soal corona virus (Covid-19) membuat kita selalu penasaran. Mulai dari angka korban meninggal, jumlah pasien yang positif, kematian yang tragis serta cerita menakutkan lainnya.

Membaca informasi memang penting dilakukan, tapi jangan sampai mengganggu kesehatan mental Sahabat Dream. Pasalnya, membaca soal berita buruk seputur Covid-19 bisa menimbulkan gejala psikosomatik.

Dikutip dari AloDokter, psikosomatik adalah suatu kondisi atau gangguan ketika pikiran memengaruhi tubuh, hingga memicu munculnya keluhan fisik. Psikosomatik berasal dari dua kata, pikiran (psyche) dan tubuh (soma).

" Masa saat ini ketika kita membaca berita atau cerita tentang gejala virus #corona atau #covid19 dan tiba2 kita merasa tenggorokan kita agak gatal, nyeri dan merasa agak sedikit meriang walaupun suhu tubuh normal..ITU WAJAR..Reaksi psikosomatik tubuh saat ini memang terasa," ungkap dr. Andri SpKJ, dalam akun Twitternya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 dari 6 halaman

Lakukan Hobi Lain

Dokter yang praktik RS Omni ini mengungkap salah satu yang memicu reaksi ini bisa timbul adalah kecemasan yang tinggi. Hal tersebut dipicu karena kita terus terpapar berita terkait Covid-19.

" Amygdala atau pusat rasa cemas sekaligus memori kita jd terlalu aktif bekerja akhirnya kadang dia tidak sanggup mengatasi kerja berat itu," tulisnya.

Dokter Andri pun menyarankan untuk mengurangi dan membatasi paparan informasi seputar Covid-19. Lakukan aktivitas lain agar level kecemasan tak meningkat sehigga gejala psikosomatik menurun.

" Lakukan hal lain selain browsing, lakukan hobi yang menyenangkan dan sebarkan optimisme kita bisa lewati semua ini," pesannya.

 

2 dari 6 halaman

Batuk Terus Muncul Setelah Demam, Haruskah Khawatir?

Dream - Demam merupakan penanda kalau sistem imunitas tubuh sedang 'berperang' melawan virus atau bakteri. Setelah suhu tubuh turun menuju normal antara 36 hingga 37 derajat celcius, kita pun merasa lebih baik.

Sayangnya, tak selalu demikian. Penurunan demam tak selalu jadi patokan kalau gejala lain akan mereda secepatnya. Mengapa demikian?

 © Dream

" Banyak pasien yang ingin pilek hanya berlangsung beberapa hari, tetapi orang dapat memiliki gejala selama satu atau dua minggu, bahkan tiga minggu dari virus biasa," kata dr. John Dougherty, dokter perawatan primer di UCLA Health, Beverly Hills, California.

Ia menjelaskan bahwa gejala-gejala seperti batuk yang disebabkan oleh virus flu atau infeksi sama-sama disebabkan oleh kondisi dari respons sistem kekebalan tubuh untuk melawan penyakit.

" Kita memiliki sel darah putih yang akan bergerak untuk melawan apapun yang menyebabkan penyakit, jadi bahkan setelah flu tubuh masih melakukan proses dalam menyelesaikan peradangan dan dapat menyebabkan gejala persisten," kata Dougherty.

Lendir menumpuk ketika flu, rongga hidung dan sinus akan terus meneteskan lendir di belakang tenggorokan. Hal ini akan memicu efek menggelitik.

" Kondisi tersebutlah yang membuat kita ingin batuk," ujar dr. Laura Boyd, perawatan primer di Pusat Kesehatan Elmhurst-Edward di Addison, Illnois.

Boyd mengatakan produk pembersihan sinus dapat membantu membilas sinus. Konsumsi obat antihistamin, juga dapat membantu mengeringkan lendir.

 

3 dari 6 halaman

Infeksi Sekunder dan Asma

Batuk yang terus menerus juga bisa karena infeksi sekunder. Contohnya pada kasus pneumonia pasca-virus.

" Kadang kita mendapatkan infeksi virus seperti flu, kemudian sistem kekebalan tubuh akan sibuk melawannya dan infeksi bakteri dapat terjadi sehingga membutuhkan perawatan kedua kalinya atau perawatan yang berbeda berbeda," kata Dougherty.

 asma © Shutterstock

Batuk juga dapat disebabkan oleh asma. Orang yang terkena flu dan memiliki riwayat asma butuh penanganan lebih.

" Saluran udara kecil ke paru-paru dapat menyempit dan itu akan menyebabkan sesak, ketika mendapatkan sesak dan batuk, kitu bisa menjadi penyakit yang lain selain batuk dan pilek," kata Boyd.

 

4 dari 6 halaman

Saat batuk pertanda gangguan serius

Untuk masalah batuk yang lebih serius, seperti penyakit jantung dan kanker paru-paru, Dougherty mengatakan sangat sedikit orang yang menderita batuk juga menderita kanker paru-paru.

" Tapi, tidak ada yang tahu tubuh kamu sebaik diri kamu sendiri, jadi jika merasa ada sesuatu yang tidak beres, maka pergilah periksa," katanya.

 Yuk Kenali Apa Itu Batuk Kering!© MEN

Ada tanda yang haru diwaspadai dan batuk harus segera diperiksakan. Antara lain saat batul lebih dari dua minggu, jika ada perubahan batuk seperti batuk kering menjadi batuk berlendir atau batuk berdarah.

Laporan Cindy Azari/ Sumber: HealthLine

5 dari 6 halaman

Beda Batuk karena Virus dan Batuk Alergi

Dream - Batuk terus-menerus tentunya sangat menyiksa. Terutama jika muncul pada malam hari. Kamu jadi sulit tidur dan keesokan harinya tubuh terasa lemas dan sangat mengantuk.

Batuk malam hari, biasanya bukan disebabkan oleh virus dan tak akan mempan jika diobati dengan obat batuk biasa. Batuk tersebut muncul karena reaksi alergi.

Dilansir dari Live Strong, biasanya alergi akan menimbulkan penderita terbatuk-batuk tanpa mengeluarkan lendir atau batuk kering.

Malah, batuk kering ini merupakan reaksi langsung dari sebuah alergi, terutama alergi yang berasal dari udara terbuka. Misalnya, cuaca. Selain itu juga, ada beberapa reaksi lainnya yang muncul berdasarkan batuk kering. Seperti, mata menjadi berair, merah, dan gatal.

Tenggorokan juga jadi terasa sangat gatal dan bersin terus-menerus. Menurut American College of Allergy, reaksi lainnya yang dapat muncul adalah sakit kepala, dan pusing.

 

6 dari 6 halaman

Perbedaan Signifikan

Biasanya, batuk karena alergi tidak menimbulkan lendir. Sementara batuk karena virus atau bakteri cenderung basah. Lendir turun ke bawah melalui bagian belakang tenggorokan. Hal ini mengakibatkan tenggorokan membengkak dan kadang juga disertai sesak napas.

Pasalnya, lendir tersebut juga kadang bisa sampai menumpuk dan menghalangi jalur pernapasan. Selain itu, virus dalam tubuh akan menyebabkan infeksi yang ditandai dengan demam. Demam inilah yang menjadi salah satu pembeda dari batuk kering yang disebabkan oleh alergi.

(Sah, Laporan Karla Farhana/ Sumber: Fimela.com)

 

Beri Komentar
Video Kondisi Terkini WNI dari Wuhan di Natuna