Meski Menyegarkan, Ini Risiko Konsumsi Bubble Tea

Reporter : Idho Rahaldi
Kamis, 18 Juli 2019 16:47
Meski Menyegarkan, Ini Risiko Konsumsi Bubble Tea
Pokoknya jangan meminumnya secara berlebihan...

Dream - Siapa yang enggak tahu minuman teh segar bubble tea? 

Sampai saat ini minuman berbahan dasar teh, susu, gula, es, yang dicampur bola-bola hitam ini tengah laris di pasaran.

 Dikira Jeli Pas Minum Bubble Tea, Muntah Saat Tahu Aslinya

Namun tahukah kamu? Meski memiliki cita rasa yang lezat, mengkonsumsi bubble tea terlalu sering cukup berbahaya bagi tubuh.

Seperti dilansir dari The Vocket, berikut penjelasannya:

1 dari 5 halaman

Kandungan Bubble Tea

Secara umum teh adalah minuman yang baik untuk kesehatan. Mengandung anti-oksidan tinggi dan beberapa mineral penting seperti magnesium, fosfor, kalium, dan fluorida.

Namun untuk Bubble Tea yang dijual di pasaran, sudah mengandung banyak gula.

Bahkan tanpa topping, teh itu sendiri dapat mengandung 30 sampai 40 gram (sekitar 6 sampai 8 sendok teh) gula dan rasa buatan.

      View this post on Instagram

每一杯都想尝试🤤 幸福的感觉❤️ ————————————— @xingfutang_klang #klang #bukittinggi #巴生 #xingfutangklang #巴生幸福堂 #幸福堂 #xingfutang #黑糖珍珠鮮奶 #台灣美食 #飲料 #黑糖 #taiwan #brownsugar #bubbletea #boba #Taiwanfood #相機食先 #milktea #bobatea #bobalove #bbt #tapioca #bobalife #tea #珍珠奶茶 #珍珠 #奶茶 #xingfutangmalaysia #世界第一黑糖品牌

A post shared by Xing Fu Tang Klang 巴生幸福堂 (@xingfutang_klang) on

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kebutuhan maksimum manusia adalah 5 hingga 10 sendok teh gula per hari. Bayangkan sekali minum Bubble Tea sudah memenuhi kebutuhan gula mu per hari.

Selain itu, seperempat cangkir bubble menambah lebih dari 100 kalori. Bahkan bisa menambah dengan mudah hingga 300 kalori.

Bubble tea juga mengandung rendah vitamin, rendah mineral, dan rendah serat.

Bubble hanya menyediakan sejumlah kalori kosong. Karena itu, kamu cenderung menjadi sembelit setelah mengonsumsi bubble tea.

Jujur saja, kandungan gula dalam minuman ini saja cukup mengkhawatirkan. Lantas bagaimana jika ditambah dengan Topping mutiara atau yang dikenal dengan boba?

2 dari 5 halaman

Seberapa Bahaya Bubble Tea

Toping mutiara atau yang dikenal dengan Boba terbuat dari tapioka. Sejenis pati yang diekstrak dari tanaman singkong.

Tumbuhan ini sangat umum di sumber makanan kita sehari-hari dengan kandungan karbohidrat. 

Tetapi ada beberapa kasus boba dibuat dengan dilapisi gula merah, jadi tak hanya mengandung karbo melainkan juga gula.

      View this post on Instagram

Royal 9 Milk tea is the best of our best! Must get a try! #thealleymy #royal9milktea#thealleykotalaksamana

A post shared by THE ALLEY MALAYSIA 鹿角巷 (@thealley.my) on

Dan tahukah kamu, jika tidak ditangani dengan benar sebelum dikonsumsi, sisa sianida pada tapioka mungkin tertinggal?

Ini adalah senyawa beracun yang ketika dicerna dapat menyebabkan sakit kepala, mual, muntah, dan bahkan kelumpuhan. Tapi jangan khawatir, memasaknya sudah cukup untuk menghilangkan semua racun.

3 dari 5 halaman

Meski Tinggi Kalori, Bubble Tea Juga Bisa Menjadi Minuman Sehat Asal Jangan Terlalu Sering Yah.

Bubble tea yang dibuat secara tradisional dengan bahan-bahan buatan diduga berasal dari teh yang tidak segar.

Banyak gula yang digunakan membuat persepsi umum bahwa bubble tea termasuk minuman yang tidak terlalu sehat.

Tapi, tahukah bahwa bubble tea juga bisa menjadi minuman sehat?

Caranya, ketika membeli bubble tea mintalah kadar gula lebih rendah. Mintalah susu segar sebagai pengganti krim non-susu. Mintalah bubble tea tanpa mutiara tapioka kenyal atau susu untuk mengurangi kalori, dan terakhir mintalah opsi topping yang lebih sehat.

(ism, sumber: The Vocket)

4 dari 5 halaman

Kebanyakan Minum Bubble Tea, Kondisi Usus Gadis Ini Mengerikan

Dream - Kamu penggemar bubble tea sebaiknya mulai mengurangi kebiasaan minuman yang satu ini. Pengalaman mengerikan dialami seorang gadis berusia 14 tahun di China.

Gadis malang yang tinggal di provinsi Zhejiang, China ini mengalami konstipasi atau sembelit selama lima hari berturut-turut.

Menurut laporan media China dilaporkan laman straitstimes.com, gadis malang itu tak bisa makan dan mengeluh sakit di bagian perut. Ditemani orang tuanya, remaja putri itu akhirnya dibawa ke rumah sakit pada 28 Mei lalu.

Dokter awalnya tak bisa mengetahui penyebab dari sakit yang diderita gadis tersebut. Tim akhirnya memutuskan melakukan CT Scan untuk melihat bagian dalam dari perut remaja itu.

Tim dokter terkejut saat melihat ada sebuah bayangan berupa butiran tapioka yang tak terolah di dalam perut remaja itu. Jumlahnya cukup mengejutkan. Sekitar seribu butir.

Diduga butiran tepung tapioka tak terolah itu berasal dari minuman bubble tea yang biasa dikonsuminya.

5 dari 5 halaman

Berbohong Biar Tak Dihukum

Tak mau ketahuan sering mengonsumsi minuman tersebut, remaja putri itu mengaku baru minum satu gelas bubble tea lima hari sebelum mengalami rasa sakittersebut.

Dr Zhang Louzhen yang memeriksa remaja putri itu menduga gadis malang itu berusaha berbohong karena takut mendapat hukuman dari orang tuanya.

Dikatakannya, kondisi gadis itu menjadi parah karena telah menelan sejumlah besar butiran tepung tapioka dalam minuman Bubble tea dalam jangka waktu cukup lama.

Dokter akhirnya memberikan resep obat pencahar untuk membantu meringankan gejala sembelitnya.

Di kesempatan lain, para dokter memperingakan bahaya boba, atau butiran dalam minuman bubble tea yang terbuat dari tepung tapioka karena sulit dicerna tubuh.

Minuman ini menjadi kurang sehat karena beberapa penjual menambahkan pengental dan pengawet. Jika dikonsumsi terus-menurus, bahan-bahan itu akan menyebabkan disfungsi dalam organ tubuh.

Beri Komentar
Bukan Pertama Kali, Ini Deretan Kebrutalan Anjing Milik Bima Aryo