Ingat! Mie Instan Bukan Makanan Utama

Reporter : Kusmiyati
Senin, 22 September 2014 13:43
Ingat! Mie Instan Bukan Makanan Utama
Tidak sedikit yang memilih mi sebagai makanan pokok pengganti nasi. Namun menurut Chef Lucky Andreono sebaiknya hal tersebut harus dihindari.

Dream - Tidak sedikit yang memilih mi sebagai makanan pokok pengganti nasi. Namun memutuskan mi sebagai makanan utama, harus segera diganti dan dihindari. 

" Apalagi kalau anak kosan, tidak jauh ya makannya mi selain murah bisa kenyang. Sebaiknya sih dihindari. Jangan jadikan sesuatu yang instan sebagai gaya hidup," kata Chef Lucky Andreono, kepada Dream.co.id.

Khawatir dengan dampak untuk kesehatan, juara masterchef Indonesia 2012 ini menyarankan untuk tidak menjadikan mi sebagai makanan pokok. Apalagi harus dikonsumsi setiap hari.

Alasannya, karena meski mi merupakan karbohidrat tetapi bukan berarti dijadikan makanan pokok.

" Untuk konsumsinya ya perlu adanya moderasi seperti food combining gitu. Bila makan mi jangan campur nasi, sebaiknya campurkan sayuran juga," kata pria kelahiran Malang, 16 April 1980 

Melihat gaya hidup masyarakat yang ingin serba instan, General Manager Marketing Noodles Division ICBP, Julia Atman menambahkanpenjualan mi pun mengalami peningkatan.

" Saat ini penjualan untuk mi sendiri sudah sampai 16 juta pack, membuktikan banyak sekali yang mengonsumsi mi. Produk kami yang paling banyak pemintaannya itu mi goreng," kata Julia.

Julia menyarankan untuk orang yang ingin mengonsumsi mi, namun memiliki masalah di lambung atau maag, sebaiknya konsultasi dengan dokter.

" Kalau mi ini memang ada campuran lada sama cabainya, kalau ingin mengonsumsinya coba konsultasi dengan dokter dulu. Kalau produk Indomie sudah melewati proses produksi yang sesuai dengan standar mutu dan keamanan pangan yang berlaku di Indonesia," kata Julia. (Ism)

Beri Komentar
Intip Harga dan Spesifikasi Mobil Dinas Baru Jajaran Menteri Jokowi