Lengan Si Wanita Mendadak Kesemutan, Jelang Ajal Baru Diketahui Kena Rabies

Reporter : Mutia Nugraheni
Selasa, 8 Januari 2019 12:12
Lengan Si Wanita Mendadak Kesemutan, Jelang Ajal Baru Diketahui Kena Rabies
Jangan anggap remeh rabies. Yuk kenali gejala-gejalanya.

Dream - Jangan remehkan penyakit rabies yang ditularkan melalui gigitan anjing. Gejala yang muncul akibat penyakit ini ternyata bisa sama dengan serangan panik dan depresi.

Seperti yang dialami wanita asal Amerika Serikat yang digigit anjing di India.

Wanita tersebut mengalami gejala kecemasan seperti sesak napas, gelisah, dan masalah tidur. Dokter menemukan bahwa dia telah terkena infeksi rabies akibat gigitan anjing di India.

Dilansir dari Live Science, perempuan asal Virginia ini menjadi " korban" kesembilan yang meninggal di AS akibat terserang rabies di luar negeri. Wanita 65 6ahun itu melakukan retret yoga selama tujuh minggu di India dari Januari hingga April 2017.

Ia sempat mendapatkan gigitan dari seekor anak anjing di luar hotelnya di Rishikesh, India.

1 dari 2 halaman

Luka Gigitan Anjing Hanya Dicuci dengan Air

Sayangnya, dia tidak mendapatkan perawatan lebih lanjut selain mencuci tangannya dengan air. Pada Mei 2017, dia kembali ke AS dan merasakan rasa sakit dan kesemutan di lengan kanannya saat berkebun.

Tangan© Shutterstock

 

Dokter mendiagnosis dia terkena Carpal Tunnel Syndrome. Namun, esoknya dia harus dibawa ke gawat darurat ketika mengalami gejala serangan panik.

Setelah mendapat obat anti-kecemasan, dia kembali ke rumah dan mengalami nyeri dada, sesak napas, kesemutan, dan mati rasa di lengannya.

Pemeriksaan jantung menunjukkan adanya masalah aliran darah dan harus menjalani prosedur pemasangan kateter melalui pembuluh darah ke jantung. 

2 dari 2 halaman

Sangat Gelisah

Wanita tersebut terlihat semakin gelisah dan agresif. Dia juga terengah-engah saat mencoba minum air. Saat dokter bertanya pada keluarga tentang paparan hewan, baru diketahui bahwa semua itu adalah gejala rabies.

Pengobatan yang dilakukan sangat terlambat. Dia tidak lama meninggal setelah keluarga memutuskan untuk menarik dukungan medis.

Mendeteksi Depresi Sejak Dini© MEN

" Peristiwa ini menggarisbawahi pentingnya mendapat konsultasi kesehatan sebelum perjalanan secara menyeluruh, terutama ketika mengunjungi negara-negara dengan insiden tinggi dari patogen zoonosis atau yang muncul, seperti rabies," tulis laporan tersebut dalam jurnal Morbidity and Mortality Weekly Report pada 4 Januari 2019.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan, AS merupakan negara yang jarang mengalami rabies.

Hanya sekitar satu hingga tiga kasus pada manusia setiap tahunnya. Namun, India merupakan negara dengan jumlah tertinggi kematian akibat rabies pada manusia terkait paparan anjing.

(Sah, Laporan Giovani Dio/ Liputan6.com)

Beri Komentar