Obat Covid-19 Molnupiravir Tiba di Indonesia Akhir Tahun

Reporter : Ahmad Baiquni
Selasa, 26 Oktober 2021 11:34
Obat Covid-19 Molnupiravir Tiba di Indonesia Akhir Tahun
Obat ini disiapkan untuk menghadapi gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi terjadi akhir tahun.

Dream - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan obat Covid-19 Molnupiravir masuk Indonesia akhir tahun ini. Pemerintah telah menjalin komitmen dengan Merck, selaku produsen obat ini, untuk memasok kebutuhan Indonesia.

" Kami sudah berkunjung ke Merck dan kami sudah sampai ke tahap finalisasi dari agreement agar Indonesia bisa mengadakan tablet Molnupiravir, diusahakan di akhir tahun ini," ujar Budi, disiarkan Sekretariat Presiden.

Budi mengatakan obat ini disiapkan untuk menghadapi gelombang ketiga Covid-19. Diprediksi, gelombang ketiga bakal terjadi mulai Desember 2021 hingga Februari 2022.

Tak hanya mendatangkan dari luar negeri, Pemerintah juga mengupayakan obat ini bisa diproduksi di dalam negeri. Budi menyatakan pihaknya telah melakukan penjajagan kemungkinan agar produsen Molnupiravir membangun fasilitas produksi di Indonesia.

" Kami sudah menjajaki dengan mereka untuk membangun pabrik obatnya juga di Indonesia, termasuk bahan baku obatnya," kata dia.

 

1 dari 4 halaman

Mobilitas di Bali Sudah Seperti Libur Natal dan Tahun Baru

Dream - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan, Bali mengalami peningkatan mobilitas masyarakat. Saat ini, kondisi Bali sudah seperti Libur Natal dan Tahun Baru 2020 dan diprediksi bakal terus naik.

" Di Bali saat ini sudah sama dengan Nataru tahun lalu dan akan terus meningkat sampai akhir tahun ini," ujar Luhut dalam konferensi pers disiarkan Sekretariat Presiden.

Menurut Luhut, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19. Potensi lonjakan kasus Covid-19 bisa kembali terjadi meski bukan karena varian baru.

" Meskipun penerbangan ke Bali disyaratkan PCR, mobilitas tetap meningkat dan pada akhirnya mendorong kenaikan kasus walaupun tanpa varian Delta," kata dia.

2 dari 4 halaman

Belajar dari Negara Lain

Luhut pun mengingatkan masyarakat untuk berkaca pada negara-negara yang terlalu cepat melonggarkan aktivitas masyarakat. Meskipun capaian vaksinasi di negara tersebut tinggi, kasus Covid-19 melonjak akibat pencabutan pengetatan terlalu cepat dan tidak adanya pengawasan.

" Contohnya seperti Inggris, Belanda, Singapura, dan beberapa negara Eropa lainnya," ungkap dia.

Dia juga meminta masyarakat tidak mengabaikan protokol kesehatan karena kelengahan dapat memicu peningkatan kasus.

" Pastinya akan mengulang pengetatan-pengetatan yang kembali diberlakukan," ucap Luhut.

3 dari 4 halaman

Jokowi Instruksikan Tarif PCR Turun Jadi Rp300 Ribu dan Masa Berlaku 3 Hari

Dream - Pemerintah bakal menurunkan batas maksimal tarif tes PCR menjadi Rp300 ribu. Masa berlaku hasil tes juga diperpanjang menjadi 3x24 jam untuk pelaku perjalanan udara domestik.

Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhur Binsar Pandjaitan, mengungkapkan rencana penurunan tersebut merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo. Arahan tersebut disampaikan saat rapat terbatas siang tadi.

" Mengenai arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp300 ribu dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," ujar Luhut dalam konferensi pers evaluasi PPKM, disiarkan Sekretariat Presiden.

Luhut mengatakan keputusan ini diambil setelah Pemerintah mendapat banyak masukan mengenai penerapan PCR sebagai syarat penerbangan domestik. Selain itu, dia juga memberikan alasan diwajibkannya PCR meski kasus mengalami penurunan dan banyak daerah sudah turun level PPKM.

" Perlu dipahami bahwa kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran yang semakin meningkat karena mobilitas penduduk yang meningkat pesat dalam beberapa minggu terakhir," ucap Luhut.

 

4 dari 4 halaman

Bakal Diberlakukan di Transportasi Lain

Selain itu, Luhut menyatakan penetapan kebijakan PCR juga mempertimbangkan kasus yang terjadi di luar negeri. Di mana di sejumlah negara terjadi kembali lonjakan kasus Covid-19.

" Sekali lagi saya tegaskan, kita belajar dari banyak negara yang melakukan," kata dia.

Lebih lanjut, Luhut mengungkapkan Pemerintah tetap menerapkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) dan 3M (Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak) meski kasus Covid-19 melandai. Diharapkan tidak terjadi lagi lonjakan Covid-19 mengingat sebentar lagi akan ada momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

" Secara bertahap, penggunaan tes PCR akan juga diterapkan pada transportasi lainnya selama dalam mengantisipasi periode Nataru," ungkap Luhut.

Beri Komentar