Covid-19 Melonjak, Pengajuan Uji Klinis Obat Herbal Lokal di BPOM Meningkat

Reporter : Nur Ulfa
Jumat, 25 Juni 2021 15:15
Covid-19 Melonjak, Pengajuan Uji Klinis Obat Herbal Lokal di BPOM Meningkat
Obat Herbal semakin banyak dilirik untuk penyakit dan daya tahan tubuh

Dream - Kembali meningkatnya kasus Covid-19 membuat masyarakat semakin menjaga stamina tubuhnya dengan mengonsumsi obat herbal. Kondisi ini diakui telah mendorong pemesanan Obat Modern Asli Indonesia (OMAI) mengalami peningkatan tinggi.  

Arianti Anaya, Plt Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kemenkes menjelaskan, peningkatan kasus Covid-19 semakin menyadarkan masyarakat untuk mengonsumsi imunomodulator yang diproduksi dari tanaman-tanaman obat asli Indonesia.

" Kalau pandemi ini berkepanjangan, tentu akan lebih bagus mengonsumsi obat herbal yang bahan bakunya dari dalam negeri," ujar Arianti dalam webinar Dialog Nasional bertema Kiprah 17 Tahun Obat Modern Asli Indonesia Fitofarmaka, Kamis, 24 Juni 2021.

 

1 dari 3 halaman

Indonesia Banyak Tanaman Obat

herbal© dream

Menurut Arinati, Indonesia memiliki banyak tanaman obat yang bisa diolah dan dikonsumsi. Khasiatnya dari tanaman tersebut sudah bisa dibuktikan dan tak kalah dengan obat kimia.

" Di Indonesia banyak tanaman obat, ada jumlah 15671, ini merupakan resep-resep kesehatan yang digunakan untuk obat," katanya juga.

Banyaknya obat herbal di Indonesia menjadi salah satu cara meningkatkan ekonomi para petani. Karena bahan baku yang didapat bersal dari negara sendiri.

" Ini juga meningkatkan ekonomi kita, dari hulu hingga hilir mendorong petani-petani kita," ucap dia.

2 dari 3 halaman

Permintaan Obat Modern Lokal Meningkat

Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik Badan POM, Reri Indriani, menambahkan sejak pandemi Covid-19 menyebar di Indonesia tahun lalu, permintaan obat modern asli Indonesia (OMAI) fitofarmaka imunomodulator meningkat signifikan.

Hal tersebut didorong oleh keinginan masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya terhadap serangan penyakit.

" Ada peningkatan pengajuan berkas 35-40% untuk OMAI ini selama pandemi. Tugas Badan POM adalah mengawalnya mulai dari uji pra klinis, uji klinis dan memastikan semua proses produksinya memenuhi standar yang berlaku. Namun, kami kemudian membuat kebijakan relaksasi untuk mempercepat waktu perizinannya sehingga bisa cepat diproduksi dan dikonsumsi masyarakat," kata Reri.(Sah)

 

3 dari 3 halaman

Beri Komentar