Pasien Covid-19 Tak Dianjurkan Olahraga, Ilmuwan Temukan Hasil Mengejutkan

Reporter : Cynthia Amanda Male
Kamis, 3 September 2020 13:45
Pasien Covid-19 Tak Dianjurkan Olahraga, Ilmuwan Temukan Hasil Mengejutkan
Para ilmuwan meneliti .100 orang pasien yang sudah sembuh dari Covid-19. Hasilnya mengejutkan.

Dream - Berolahraga biasanya sering jadi kegiatan yang selalu dianjurkan untuk dilakukan secara rutin agar kesehatan tubuh terjadi. Olahraga sudah diakui dapat membuat berat badan dan kadar gula darah tetap stabil, mengurangi risiko mengidap penyakit kardiovaskular maupun gangguan pernapasan serta menjaga kesehatan mental.

Biasanya, kita dianjurkan utuk berolahraga 30-45 menit setiap hari agar bisa tetap sehat. Bahkan, beberapa orang tetap berolahraga ketika sedang kurang enak badan agar merasa lebih baik dan peredaran darahnya lebih lancar.

Tapi anjuran berolahraga menjadi tak disarankan kepada pasien Covid-19. Dilansir dari Times of India, penelitian terbaru menyatakan bahwa berolahraga bisa memperburuk gejala pada pasien Covid-19.

1 dari 3 halaman

Bisa sebabkan penyakit jantung

Penyakit jantung© Shutterstock.com

Penelitian yang dipublikasikan oleh di JAMA Cardiology, Jerman membuktikan pasien Covid-19 yang berolahraga bahkan dengan skala ringan bisa berujung pada penyakit jantung.

Berolahraga dapat membuat memperburuk kondisi pasien dengan gejala ringan sekalipun dan menyebabkan Myocarditis pada beberapa orang.

Myocarditis merupakan peradangan pada otot jantung (myocardium). Para peneliti melakukan tes cardiac MRI pada 100 orang dewasa yang telah pulih dari Covid-19.

 

2 dari 3 halaman

Kapan bisa berolahraga kembali?

Peserta penelitian tersebut terdiri dari 50 persen memiliki gejala ringan hingga sedang. Sementara, 18 persen tidak bergejala Covid-19. Peneltiian ini berjalan selama 2-3 bulan setelah diagnosa Covid-19 dan pada saat itu, mereka belum pernah mengidap gejala penyakit jantung.

Sedangkan, 78 persen dari peserta penelitian telah mengalami perubahan struktural pada jantung dan 60 persennya mengidap myocarditis.

Ketika berolahraga, detak jantung akan meningkat. Ini menyebabkan peningkatan replikasi virus di otot jantung. Inilah yang bisa menyebabkan gangguan jantung seperti myocarditis, aritmia serta gagal jantung.

Sangat penting memerhatikan detak jantung secara berkala ketika mengidap Covid-19. Jika detak jantung meningkat tiba-tiba dan merasa sesak, sebaiknya berkonsultasilah pada dokter.

Berolahraga© Shutterstock.com

3 dari 3 halaman

Tetap Harus Hati-Hati Meski Sudah Sembuh

Pakar menyatakan bahwa semua orang di segala usia yang baru sembuh dari Covid-19, terutama lansia, perlu berhati-hati ketika berolahraga.

Rommel Tickoo, Associate Director di Internal Medicine of Max Healthcare menyatakan bahwa beberapa pasien Covid-19 yang telah sembuh justru mengidap masalah jantung, stroke atau emboli paru-paru.

Bahkan, setelah 2 minggu sembuh dari Covid-19. Jika ingin berolahraga, ia menganjurkan untuk melakukannya setidaknya 4 minggu setelah sembuh dari Covid-19 dan mulailah dengan olahraga ringan.

(Sumber: Times of India)

Beri Komentar