Viral Cara Uji Keaslian Oximeter Pakai Pensil, Ini Kata Ahli dan Penjual

Reporter : Cynthia Amanda Male
Jumat, 23 Juli 2021 15:35
Viral Cara Uji Keaslian Oximeter Pakai Pensil, Ini Kata Ahli dan Penjual
Beredar kabar jika menguji keaslian oximeter bisa dilakukan dengan memasukkan pensil pada bagian pendeteksinya. Benarkah informasi tersebut?

Dream - Sebuah video yang memperlihatkan pemakaian oximeter pada pensil viral di media sosial beberapa waktu lalu. Dilansir dari India Today, oximeter tersebut menunjukkan hasil berupa detak jantung 200 bpm dan kadar saturasi oksigen 98 persen.

Rekaman tersebut membuat banyak orang mulai meragukan keakuratan dari penggunaan oximeter dan takut membelinya di pasaran. Terlebih permintaan yang melonjak dan stok menipis membuat penjual mencoba mencari untung dengan memasang harga berlebihan.

Di sisi lain, para pasien Covid-19 sangat membutuhkan Oximeter untuk mengetahui perkembangan kesehatannya terutama kadar saturasi oksigennya. Fungsinya yang sangat vital itu tentu membuat Oximeter bukanlah alat yang bisa asal memberikan ukuran saturasi oksigen dan detak jantung.

1 dari 3 halaman

Cara kerja Oximeter

Menggunakan Oximeter© Shutterstock

Cara kerja Oximeter adalah dengan menggunakan cahaya merah dan inframerah yang akan menjadi sensor pada jari. Darah yang mengandung banyak oksigen akan menyerap lebih banyak cahaya inframerah dan membiarkan cahaya merah mengalir.

Ketika oksigen dalam darah tidak cukup banyak, cahaya merah yang akan lebih banyak diserap. Darah yang mengandung sedikit oksigen juga terlihat lebih kebiruan.

Hasil oximeter sendiri tidak 100 persen akurat dan hanya memberikan perkiraan saturasi oksigen dan detak jantung. 

2 dari 3 halaman

Mengapa bisa mendeteksi saturasi oksigen dan detak jantung pensil?

Terkait oximeter yang bisa menunjukan pengukuran detak jantung dan saturasi oksogen pada pensil, seorang Pulmonologis, Ishan Gupta mengatakan pensil atau benda lain yang dimasukkan longgar pada oximeter sangat mungkin mendeteksi detak jantung dan saturasi oksigen.

Peluang oximeter melakukan tugas tersebut sangat mungkin terjadi ketika sensornya menangkap cahaya.

" Ini bukan berarti oximeternya rusak. Ini diakibatkan oleh alatnya mengira bahwa benda tersebut adalah jari atau bagian tubuh manusia lainnya," jelas Gupta.

 

3 dari 3 halaman

Pengakuan Penjual Oximeter

Sebuah produsen oximeter di India juga mengungkapkan pendapat yang serupa. Alatnya memang dirancang mendeteksi saturasi oksigen dan detak jantung berdasarkan sensitivitas jumlah cahaya merah dan inframerah yang jatuh pada sensor oximeter.

Ketika sensornya terhalang dengan memberi jarak antara LED serta detektor, oximeter akan mulai mendeteksi saturasi oksigen serta detak jantung. Intensitas cahaya yang menyebar dan jatuh pada detektor akan membuat efek seperti denyutan.

Alhasil, oximeter akan terlihat seperti palsu. Padahal, oximeter sangat penting untuk digunakan. Terutama, ketika terinfeksi virus Covid-19 yang mengharuskan kamu setidaknya melakukan pengukuran 3-4 kali sehari.

Beri Komentar