INFOGRAFIS: Masker itu Kebutuhan, Bukan Pakai Karena Takut Razia

Reporter : Dwi Ratih
Jumat, 23 Oktober 2020 06:45
INFOGRAFIS: Masker itu Kebutuhan, Bukan Pakai Karena Takut Razia
Bukan lagi hal baru, pakai masker jadi kebutuhan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

Dream - Imbauan menggunakan masker terus digalakkan Satgas Penanganan Covid-19 agar angka penyebaran wabah ini bisa menurun drastis. Masyarakat juga diimbau agar mulai menyadari jika masker adalah sebuah kebutuhan dan bukan keharusan karena ada tindakan razia petugas pamong praja. 

Imbauan itu disampaikan Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany Wardana yang menceritakan pengalamannya tujuh bulan memimpin masyarakat dalam situasi pandemi Covid-19. 

" Kalau sudah jadi kebutuhan, ada atau tidak ada polisi dan tentara, masyarakat tetap pakai masker. Bukan karena ada razia masker baru pakai," ujar Walikota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany di Media Center Satgas Covid-19 Graha BNPB Jakarta.

Infografis Dream.co.id© Infografis Dream.co.id

Menggunakan masker bukan lagi jadi suatu hal baru melainkan jadi kebutuhan masyarakat sehari-hari.

 

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

1 dari 3 halaman

INFOGRAFIS: Mengenal 'One Gate System' Pesantren untuk Cegah Covid-19

Dream - Pandemi belum usai sampai detik ini. Meski gerak jadi terbatas, kita masih bisa melakukan rutinitas sehar-hari dengan mengerjakanannya dari rumah. Sekolah, bekerja bahkan hangout masih bisa dilakukan secara virtual.

Namun ada beberapa kegiatan yang tak bisa sepenuhnya dilakukan secara virtual. Salah satunya kegiatan belajar mengajar di pesantren. Santri tetap mondok dan belajar bersama para ustaz dan ulama.

Meski terlibat kontak langsung, pengelola Pondok Pesantren Darunnajah menerapkan sistem untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19 lewat 'One Gate System'. Ada pula beberapa aturan lain demi pencegahan virus COVID-19.

Infografis Dream.co.id© Dream.co.id

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

2 dari 3 halaman

Vaksin Covid-19 Disiapkan untuk Usia 18-59, Kapan untuk Anak?

Dream - Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Bio Farma kini tengah gencar menyiapkan vaksin Covid-19 agar bisa digunakan pada akhir tahun 2020. Rencananya, pada November 2020 vaksin Covid-19 dari tiga perusahaan farmasi di China sudah ada di Indonesia.

Bio Farma, juga sedang menyiapkan vaksin Merah Putih, yang merupakan vaksin Covid-19 dengan strain virus yang banyak diidap warga Indonesia. Bibit vaksin sedang disiapkan untuk nantinya diteliti dan diuji lebih lanjut.

Banyak yang penasaran, apakah vaksin Merah Putih nantinya lebih manjur? Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, dalam pemaparannya soal inovasi riset di Indonesia terkait Covid-19 melalui YouTube FMB9ID_IKP, hari ini 20 Oktober 2020 mengungkap kalau untuk menjawab pertanyan tersebut harus dilakukan uji klinis lebih dulu.

" Apakah lebih manjur? Baru ketahuan kalau sudah uji klinis. Vaksin Merah Putih ini ini menggunakan virus covid-19 yang bertransmisi di indonesia. Hal yang paling penting kita harus bisa menyediakan vaksin bagi seluruh rakyat Indonesia," kata Bambang.

3 dari 3 halaman

Nantinya, bila riset dan uji klini sudah dilakukan dan vaksin diproduksi secara massal, maka akan diberikan pada mereka yang berusia 18 hingga 59 tahun. Vaksin Covid-19 yang ada dan dikembangkan saat ini bukan diperuntukkan bagi anak.

" Memang di tahap awal vaksin difokuskan untuk usia 18-59, itu standar di seluruh dunia. Untuk vaksin anak-anak, maupun lansia ditambah yang punya penyakit komorbid itu tergantung pada hasil uji klinis," ujar Bambang.

Pembuatan vaksin anak berbeda dengan vaksin orang dewasa. Dibutuhkan tahapan uji klinis lanjutan untuk membuat vaksin bagi anak.

" Intinya vaksinnya sama, tetapi mungkin harus diperhatikan apakah dosisnya, apakah ada treatment khusus. Semuanya nanti akan mendapatkan vaksin istilahnya tahapan awal, ketika masih uji coba atau uji klinis untuk kelompok usia 18 sampai 59 tahun, nantinya setelah diketahui kelebihan kekurangan baru kemudian disesuaikan dengan anak-anak, lansia dan yang memiliki penyakit bawaan," kata Bambang.

Sumber: FMB9ID_IKP

Selalu ingat #PesanIbu untuk selalu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk pencegahan virus COVID19. Jika tidak, kamu akan kehilangan orang-orang tersayang dalam waktu dekat.

Beri Komentar