Panduan Penting Mencuci Pakaian Agar Tak Tertular Covid-19

Reporter : Mutia Nugraheni
Rabu, 8 April 2020 13:48
Panduan Penting Mencuci Pakaian Agar Tak Tertular Covid-19
Droplet yang mengandung juga sangat mungkin menempel di pakaian.

Dream - Penularan virus Covid-19 memang lewat percikan air liur (droplet). Percikan tersebut bisa terhirup dan terbawa ke sistem pernapasan dan kemudian virus 'bekerja' merusak sel-sel di dalamnya.

Droplet juga sangat mungkin menempel di pakaian. Baik kemeja, kaus, hingga hijab. Virus Covid-19 bisa bertahan selama berjam-jam di bahan lainnya, termasuk pakaian.

Dilansir dari Health.com, para peneliti dari National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) di Montana, Amerika Serikat telah mempelajari berapa lama virus Covid-19 dapat bertahan hidup di atas kertas karton, plastik, dan baja, tetapi belum ada informasi tambahan untuk kain.

" Saya menduga virus bisa hidup selama beberapa jam hingga mungkin satu hari pada pakaian. Hal tersenut sangat tergantung pada kondisi lingkungan — suhu dan kelembaban berdampak pada pertumbuhan virus," kata pakar penyakit menular, Amesh A. Adalja, peneliti senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins di Maryland, kepada Health.

Sebagai langkah pencegahan, penting untuk melakukan langkah-langkah berikut saat membersihkan pakaian. Terutama jika Sahabat Dream harus keluar rumah, demi mengurangi risiko penularan Covid-19.

 

 

1 dari 7 halaman

1. Cuci Pakaian Setelah dari Luar

Jika tidak ada seorang pun anggota keluarga di rumah yang positif terkena virus corona, atau bahkan tidak menunjukkan gejala apa pun, pakaian dapat dicuci seperti biasa.

 Pakaian© Shutterstock

Tetapi jika pergi keluar rumah (ke toko, misalnya) dan orang-orang di sekitar belum mematuhi anjuran untuk social distancing (memberi jarak minimal 1 meter dari orang lain), saat sampai di rumah, lebih baik untuk mencuci pakaian yang dikenakan untuk berpergian.

Penelitian dari NIAID mengungkapkan bahwa beberapa virus dapat tetap aktif setelah 2-3 hari pada plastik dan stainless steel, lalu selama 24 jam pada kardus dan 4 jam pada tembaga. Resleting, kancing dan peralatan pada pakaian lain dibuat dari bahan-bahan tersebut, sehingga berpotensi untuk membawa virus ke rumah. (

 

2 dari 7 halaman

2. Anjuran mencuci pakaian yang dikenakan oleh orang sakit

Jika seseorang di dalam rumah dicurigai, bahkan dikonfirmasi terkena COVID-19, tindakan pencegahan lain harus diambil ketika mencuci pakaian mereka (serta hal lain yang bersentuhan denganya, seperti handuk dan seprai).

 Kondisi Tubuh Tetap Fit Selama Liburan, Ini Kuncinya© MEN

CDC (Centers for Disease Control and Prevention/ Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) Amerika Serikat merekomendasikan untuk menggunakan sarung tangan sekali pakai ketika menangani cucian kotor dari orang yang sakit, lalu kemudian langsung buang sarung tangan setelah digunakan. Bersihkan tangan sesegera mungkin setelah melepas sarung tangan. Jika tidak mengenakan sarung tangan saat menangani cucian kotor, pastikan cuci tangan sesudahnya.

Selain itu, jangan kibas-kibas cucian kotor, karena hal tersebut dapat menyebarkan virus melalui udara. Barang-barang harus dicuci sesuai instruksi gunakan aturan mencuci yang benar. CDC mengatakan, diperbolehkan untuk mencuci pakaian dari orang sakit dan dicampur dengan pakaian orang lain, karena mencuci pakaian dalam mesin menggunakan deterjen akan membunuh virus.

 

3 dari 7 halaman

3. Jangan cuci pakaian dengan tangan

 Mesin cuci© Shutterstock

Akan lebih baik jika menggunakan mesin cuci. Hal ini untuk mengurangi kontak langsung pakaian kotor yang mungkin terkena virus dengan tangan. Lagipula, suhu tinggi saat mesin cuci sedang bekerja, dapat mematikan virus.

Laporan Raissa Anjanique

4 dari 7 halaman

Berapa Lama Pembawa Virus Corona Dapat Menginfeksi Orang Lain?

Dream – Gejala virus corona yang mirip dengan flu biasa sudah banyak diketahui. Akan tetapi ternyata tidak semua pembawa virus menunjukkan gejala, seperti demam dan batuk. Tentu pembawa virus tanpa gejala ini yang perlu diwaspadai.

Menurut laman Huffington Post, seorang dokter penyakit menular di Penn Medicine dan Direktur Medis Penn Global Medicine, Stephen Gluckman, mengatakan ada beberapa  orang benar-benar terinfeksi virus corona Covid-19, namun tidak menunjukkan gejala apapun. Meskipun ada gejalanya, sangat ringan sekali dan nyaris tak terlihat.

Pembawa virus tak bergejala ini saat ini mungkin ada di sekitar kita. Maka dari itulah perlu dilakukan karantina mandiri. Tidak jelas berapa orang yang merupakan pembawa virus tanpa gejala ini.

Kontribusinya dalam penyebaran epidemi virus corona pun juga belum jelas. Sehingga belum diketahui apakah si pembawa virus ini dapat menularkan virus ke orang lain atau tidak. Meski kemungkinan penularan memang sudah dapat diprediksi oleh para ahli.

5 dari 7 halaman

Siapapun Bisa Membawa dan Menularkan Virus Corona

 Ilustrasi© unsplash.com

Kepala Departemen Penyakit Menular di University of Maryland Upper Chesapeake Health, Faheem Younus, mengatakan, tidak mudah untuk menjawab pertanyaan seberapa lama pembawa virus corona dapat menginfeksi orang lain.

Menurut Younus, hal yang baik untuk dilakukan adalah berindak seolah-olah andalah pembawa virus tersebut. Sehingga anda perlu mengikuti instruksi-instruksi untuk mencegah penularan, seperti karantina mandiri, menjaga kebersihan, dan menghindari kontak langsung dengan orang lain.

Namun, Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) meyakini bahwa orang yang telah terinfeksi virus corona dapat menularkan virus ketika ia mencapai puncak gejala yang sudah parah. Artinya ketika seseorang sudah benar-benar mengalami gejala demam atau batuk dengan sangat parah, nah inilah kondisi dimana ia dapat menularkan virus.

6 dari 7 halaman

Anak-Anak Adalah Salah Satu Pembawa Virus Tanpa Gejala

 Ilustrasi© unsplash.com

Penelitian membuktikan, penularan pada puncak gejala adalah bukan satu-satunya. Maksudnya, orang dapat menularkan virus dalam periode inkubasi sebelum mereka menunjukkan gejalanya. Biasanya hingga 14 hari setelah mereka terpapar. Rata-rata masa inkubasi virus corona Covid-19 adalah 5 hari. Bahkan 98% orang baru mengalami gejala batuk atau demam pada hari ke 11 setelah terpapar.

Berdasarkan penelitian tersebut, pasien Covid-19 akan terus menularkan virus selama berhari-hari setelahnya meskipun gejalanya sudah hilang. Sehingga orang yang diduga menderita virus corona Covid-19 diminta untuk tetap menjalankan isolasi setidaknya 3 hari setelah mereka pulih dan seminggu setelah mereka menunjukkan gejala untuk pertama kalinya.

Dokter Younus menyebut bahwa ternyata anak-anak merupakan pembawa virus tanpa gejala ini. sehingga dapat menimbulkan risiko bagi mereka yang ada didekatnya.

Semakin lama durasinya, semakin dekat kontak, semakin rendah kekebalan seseorang, maka semakin tinggi risiko orang tertular infeksi virus corona,” kata dokter Younus.

7 dari 7 halaman

Virus Corona Dapat Menular Sebelum Gejala Muncul

 Ilustrasi© unsplash.com

Sementara itu, dokter Gluckman mengatakan, ketidakpastian tentang berapa banyak pembawa virus tanpa gejala ini dan berapa lama ia berisiko menularkan virus kepada orang lain, membuat kita semua harus mematuhi langkah-langkah pencegahan. Salah satunya adalah menjaga jarak dengan orang lain dan menghindari pusat keramaian.

Karena saat Anda terpapar virus dari orang lain, Anda dapat menularkannya bahkan sebelum Anda menyadari bahwa Anda telah membawa virus. Sekarang kita tidak tahu apakah kita telah terinfeksi virus corona ataukah tidak. Yang perlu dilakukan selalu menjaga kebersihan dan sering mencuci tangan.

Gluckman mengatakan, Orang harus waspada dan harus mengindari kontak dengan orang lain. Janganlah menganggap orang yang tidak sakit itu tidak membawa virus. Maka kita harus benar-benar melakukan isolasi diri.”

Beri Komentar
Melihat Kelanjutan Nasib Konser Tunggal Ayu Ting Ting